Wednesday, May 20, 2009

Allah berikan pelajaran kepada manusia melalui apa saja. Kehendak Allah bisa dicurahkan melalui apa saja. Bahkan tanpa pernah kita sadari bahwa sebenarnya Allah sedang memberikan peringatannya untuk kita.

Beruntung orang yang bisa mengambil pelajaran dari setiap kejadian yang dilalui.

Tuesday, February 17, 2009

Sabar sesabarsabarnya sabar...

Thursday, January 15, 2009

Kretaku Tak Berhenti lama...

Kereta mogok, ternyata tidak menjadi halangan bagi para penumpang. Kereta yang terlambat bukan alasan bagi penumpang yang setia menggunakan kereta api.

Belum ada si yang mengukur tingkat kesetiaan dan loyalitas pengguna kereta...
Tapi setidaknya itu yang selalu terjadi dan saya lakukan ketika menggunakan kereta.

Wednesday, January 14, 2009

Save Palestina

Tidak boleh ada manusia yang mati sia-sia, tidak diijinkan dimanapun ada orang yang memaksakan kehendaknya apalagi dengan kekerasan. Tidak dibenarkan perampasan dan pembatasan hak untuk hidup dibelahan bumi manapun.

Dibumi palestina, tempat lahirnya para nabi dan tempat bersejarah umat islam dan umat seluruh dunia ketimpangan sedang terjadi. Manusia dibunuh dengan tanpa alasan yang jelas. jumlahnya ratusan bahkan hampir mencapai ribuan jiwa yang mati sia-sia. Di bumi palestina sana Bangsa penjajah yang bernama israel telah memaksakan kehendaknya untuk mengambil alih wilayah kekuasaan dengan cara memaksa dan penuh dengan kekerasan. Tanah kelahiran asli para warga palestina di rampas dan semua jalur bantuan serta kemanusiaan di batasi dengan amat sangat ketat.

Palestina, Kemanusiaan, Penjajahan tidak akan pernah selesai sepertinya. Berbagai macam perundingan berujung dengan kegagalan, berbagai macam diskusi dan kesepahaman yang dihasilkan tidak lama kemudian dihianati dan dicampakkan. Permusuhan bangsa akibat agama, dipicu oleh keserakahan dan nafsu yang besar untuk menguasai wilayah demi kekayaan diri.

Palestina dan Israel bukti nyata betapa kebenaran dan kebatilan selalu berseteru. Kedzaliman kebatilan yang meraja lela belum bisa diredam oleh kebaikan yang benar..

Thursday, January 8, 2009

doa semangat...

"Allahumma inni asaluka minal hammi wal hazan, wa audzu bika minal azzi walkasal, wa audzubika minal jubni wal bukhli, wa audzu bika min gholabatid daini wa qohrir rijaal..."

"Ya Allah, aku berlindung kepada Mu dari rasa gelisah dan sedih, dari kelemahan dan kemalasan, dari sifat pengecut dan bakhil, dan dari tekanan hutang dan kesewenang-wenangan orang..."

Monday, January 5, 2009

Bahaya Menumpuk Harta

Oleh Amir Faishol Fath '
'Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menafkahkannya pada jalan Allah, maka beritahukanlah kepada mereka, (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih, Pada hari dipanaskan emas perak itu dalam neraka Jahanam, lalu dibakar dengannya dahi mereka, lambung dan punggung mereka (lalu dikatakan) kepada mereka: ''Inilah harta bendamu yang kamu simpan untuk dirimu sendiri, maka rasakanlah sekarang (akibat dari) apa yang kamu simpan itu.'' (QS At Taubah [9]; 34-35)

Harta yang Allah sediakan itu untuk semua mahluk-Nya, bukan untuk sebagian orang. Terjadinya kaya-miskin dalam hidup manusia itu sunnatullah yang tidak bisa dihindari. Karenanya Allah SWT, mengajarkan dalam Al Qur'an keharusan saling membantu. Allah sangat benci kepada orang-orang yang kikir dan gemar menumpuk harta. Ayat di atas adalah bukti nyata kebencian Allah kepada mereka yang suka menyimpan harta tanpa memperhatikan hak-hak orang miskin.

Dalam firmannya Allah menjelaskan, ''Bahwa manusia tidak akan pernah mencapai titik stabil dalam meraih kebahagiaan jika tidak melakukan banyak hal, di antaranya ia menyadari bahwa dalam hartanya ada hak-hak orang miskin.'' (QS Al Ma'arij [70]:19-25).

Rasulullah SAW. dalam banyak hadisnya menggambarkan betapa mengerikan akibat yang kelak akan dihadapi oleh mereka yang suka menumpuk harta tanpa memberikan hak-hak fakir miskin sesuai dengan ketentuan agama.

Abu Hurairah meriwayatkan hadits yang sangat panjang sebagian teksnya sebagai berikut: ''Tiada seorangpun yang menyimpan harta dan tidak mau mengeluarkan zakatnya melainkan akan dipanaskan harta itu di neraka Jahanam sampai menjadi kepingan logam lalu disetrikakan ke kedua pinggang dan keningnya. Begitu seterusnya (selama berada di padang Mahsyar) di mana satu hari sama dengan lima puluh ribu tahun, sampai tiba saatnya Allah mengadilinya. Setelah itu baru ditentukan nasibnya apakah ia masuk surga atau masuk neraka...''.

Masih termasuk kandungan hadits tersebut, diterangkan di dalamnya bahwa jika seseorang di dunia suka menyimpan unta, tanpa membayarkan zakatnya, kelak ia akan ditelentangkan di sebuah lapangan yang luas, lalu unta-unta itu dihalau untuk menginjak-injak tubuhnya, sampai tiba saatnya Allah mengadilinya lalu ditentukan apakah ia masuk surga atau neraka.

Dalam hadits yang lain Nabi SAW. menceritakan bahwa harta yang disimpan itu kelak di hari Kiamat akan menjelma menjadi seekor ular botak, di atas kedua matanya ada warna hitam (menunjukkan bahwa ular tersebut banyak mengandung racun). Lalu ular tersebut melilit di tubuh pemiliknya, dan siap menerkamnya, sambil berkata: aku hartamu yang kau simpan di dunia.(-)

republika.co.id

Monday, December 22, 2008

Kado buat ibu...

Kado Hari Ibu? Alhamdulillah...weih kesampain juga menuruti keinginan ibu untuk menjadi PNS.

Alhamdulillah,
kado hari bapa? ...


baca juga : 8 kebohongan Ibu

Monday, December 15, 2008

Pegawai Negeri...

Ternyata menjadi PNS itu susah. Seleksinya susah dan kerjanya pun susah, bahkan untuk keluar dari PNS pun susahnya minta ampun.

Tes yang digelar untuk menjaring lulusan pendidikan untuk memasuki departemen atau instansi pemerintahan mengharuskan pesertanya untuk berjibaku mendapatkannnya. Mengurus berkas, daftar dengan mengantri, ke warnet, pulang ke daerah dengan ongkos yang tidak sedikit, atau mengorbankan waktu yang sebenarnya sudah dijadwalkan dalam aktivitas sebelumnya.

Subhanallah, mendaftar membutuhkan perjuangan yang besar juga. Bagi yang benar-benar diniatkan untuk berusaha dan ikhlas karena Allah, yang maha menilai usaha kita, dan dengan cara-cara yang benar juga tentunya, semoga pengorbanannya tidak disia-siakan dan, yakin lah Allah maha mengetahui harus di balas dengan apa, yang tentunya jauh lebih baik.

Seleksi CPNS, menjadi seleksi kemampuan dan bukti hasil belajar pelamarnya di bidang pendidikannya dahulu. Orang yang masuk ke dalamnya, benar-benar orang yang sudah tersaring dari pendidikan yang memang benar-benar ia kuasai. IPK, jadi salah satu parameternya. IPK yang pas-pasan, nilai yang mencerminkan kesungguhan kita dalam belajar dahulu menjadi penyaring awal di tes CPNS. Selamat bagi mereka yang bisa lulus dengan IPK yang baik dan memang benar-benar wawasan keilmuannya mumpuni.

Kemampuan bertindak, bersikap dengan dewasa dalam bekerja, berfikir dan berkemauan menjadi modal berikutnya. Betapa departemen, instansi pemerintahan yang menjadi impian bagi bangsa ini adalah departemen yang segar, departemen dan instansi yang banyak melahirkan karya dan ide besar bagi kemajuan bangsa ini. Dan Departemen, instansi pemerintahan yang segar serta kaya ide ini tidak lain mesti diisi oleh orang-orang yang berpandangan kedepan dan bisa dengan baik bertindak dalam kesehariaannya.

PNS menjadi tantangan juga dalam bekerja. Pegawai tidak lain seorang yang dituntut untuk bisa berbuat bagi majikannya. Pegawai tidak lain adalah orang yang harusnya menjadi pendukung utama bagi kelangsungan kehidupan perusahaan tempat pegawai itu sendiri. Karena tantangan, target bekerja, tuntutan masyarakat penilai dan penikmat kerja tersebut selalu mengawasi bagaimana kerja dan tidakan pegawai itu sendiri. Terlebih masyarakat dan Pegawai negeri sipil. Negeri yang besar ini harus di dukung oleh pegawai-pegawai yang mampu bekerja keras demi kemajuan departemen dan negaranya itu sendiri.

Bekerja untuk belajar, bekerja menangani masalah untuk kemajuan peningkatan diri. Beraktivitas dan berinteraksi dilingkungan kerja untuk kemajuan diri dan lingkungannya.

PNS keluarnya susah? Bagi yang benar-benar bercita-cita menghidupi dan menggantungkan sepenuhnya kehidupan tidak pada Allah yang maha pemberi rizki, meninggalkan PNS memang berat. Untuk yang mencoba berwirausaha, atau yang akan menghadapi masa pensiun, keluar PNS menjadi fikiran yang berat.

PNS, seleksinya, dan Negara ini masih terus berjalan menuju perbaikan, seperti baik dan besarnya harapan kebaikan yang memang akan terus menang saat ini dan diesok nanti...

catatan seorang sarjana yang masih punya harapan...

Mean dan Varians

Maha Suci Allah yang Maha Mengetahui. Maha kuasa Allah yang Maha Luas Ilmunya. Semua yang ada di dunia ini tidak lepas dari pengetahuan, dari kehendak dan dari kuasa Dirinya yang maha Mulia.

Ketika membaca ulang kembali pelajaran Statistika semasa kuliah dulu, teringat kenapa saya mesti belajar statistika. Apa hikmahnya mempelajari ilmu ini yang ternyata sebenarnya adalah Ilmu dari Allah juga. Ada salah satu bagian pelajaran dari Statistika tentang mean (rata-rata) dan varians atau keragaman.

Keduanya adalah ukuran, nilai atau ciri dari sekelompok/kumpulan data. Mean atau rata-rata sepertinya paling umum digunakan. Halayak dan masyarakat pada umumnya sudah sangat terbiasa menggunakana mean dalam kesehariannya.
...."rata-rata berapa yang dihabiskan memang tiap harinya...?"
..."berapa tinggi rata-rata polisi yang masuk tahun ini?..."
dst

Yang menarik dan saya temukan hikmahnya dari kedua ukuran ini, yaitu betapa keduanya saling melengkapi. betapa kedua ciri dari data ini sangat menarik untuk di teliti. tidak lengkap rasanya jika kita hanya mengetahui rata-rata dari suatu kumpulan data tanpa dengan lengkap mengetahui ragamnya.

Varian memberi keterangan kepada data bagaimana karakteristik keseluruhan dari dirinya. dengan keragaman, informasi secara keseluruhan data satu persatu dijelaskan.

dengan keragaman kita bisa membandingkan satu kelompok data dengan kelompok data yang lainnya.

kel data 1 : 50, 50, 50, 50, 50 mempunyai mean 50
kel data 2 : 30, 40, 50, 60, 70 mempunyai mean 50 juga...
kel data 3 : 20, 30, 50, 70, 80 ternyata mempunyai mean 50 juga.

Tapi, isinya berbeda. proses dan pembentukan kelompok data itu berbeda....

Subhanallah, dahsyat..

Saturday, December 13, 2008

Jalan Menjadi PencintaNya

Jalan Menjadi PencintaNya
Penulis : KH Abdullah Gymnastiar

Ada kalanya hidup tidak berjalan sebagaimana kita harapkan. Gelombang ujian dan cobaan seakan tak henti menerpa. Dari yang hanya membuat kita tertegun sejenak hingga yang menjadikan kita terkapar tak berdaya karenanya. Pedih dan getir pun menjadi rasa yang tertuai.

Saudaraku, yang perlu terus kita yakini bahwa getirnya hidup tidaklah menandakan rahmat Allah telah sirna. Perihnya cobaan, bukanlah isyarat bahwa kemurkaan Allah sedang menggelayuti kehidupan ini.

Sebaliknya, getir dan perihnya rasa yang kita alami itu, dapat menjadi tanda bahwa Allah sedang menghapus dosa-dosa yang pernah kita perbuat. Karena ada dosa yang tidak bisa dihapuskan kecuali oleh rasa getir dan perih. Ada dosa yang tak terhapus hanya oleh air mata penyesalan.
Ketika pedihnya terasa, di sanalah dosa akan terampuni. Saat getirnya membuncah, di situlah kesucian akan tertuai. Hasilnya, hati pun menjadi tenang dan keberkahan hidup menjadi jaminan.

Atau bisa jadi, itu semua menjadi tanda bahwa kita sedang dipersiapkan untuk menerima nikmat yang lebih besar, yaitu menjadi kekasih Allah atau para pencintaNya. Dan untuk menjadi para pencintaNya, haruslah siap diuji. Itu adalah harga yang tak bisa ditawar-tawar lagi. Sebuah
keniscayaan yang telah menjadi sunatulllahNya.

Kita harus siap-siap digerinda, yang merupakan syarat untuk bisa dekat pada Allah. Gerindaan yang berbentuk ujian dan cobaan, akan terus-menerus menghampiri. Ia tidak akan hilang hingga segala karat-karat dosa kita, terkikis olehnya.

Seperti buah kelapa, untuk dapat diambil santannya, ia harus dijatuhkan terlebih dahulu dari pohonnya yang tinggi. Kemudian, kulitnya harus dikelupas dengan paksa hingga tak tersisa lagi. Setelah bersih, ia lalu dibelah menjadi beberapa bagian. Setelah itu, potongan-potongan kelapa tersebut lalu diparut hingga hancur dan hanya menyisakan ampasnya. Apakah telah selesai? Tentu saja belum, karena ampas kelapa itu akan diperas hingga keluarlah santan, yang di sana
manfaatnya baru terasa.

Begitu juga sifat dari cobaan dan ujian. Ia akan terus melumat dan menghancurkan segalanya, hingga yang tersisa adalah bagian-bagian dari diri kita yang secara kualitas, telah siap menjadi para pencintaNya.

Karena itu, saat gerinda telah datang, segeralah bertobat agar tak hanya pintu tobat yang terbuka, namun status menjadi pencintaNya pun akan menjadi milik kita. Tetapi bila gerinda itu belum tiba, jangan terlena olehnya. Tetaplah mendekatkan diri padaNya dengan selalu menempatkan Allah sebagai satu-satunya tujuan dalam hidup kita.

Sumber : Buletin Sakinah