Monday, August 6, 2018

Mutabaah Yaumiyah

Bismillahirrohmaanirrohim

Ada sebuah aplikasi yang bagus yang bisa membantu melaksanakan amal yaumiyah. Yaitu aplikasi mutabaah yaumiah pro.

Sangat bermanfaat silahkan dipergunakan.  Semoga dapat membantu dalam mendisiplikan diri untuk beribadah

Aamin

Wednesday, June 20, 2018

Mudik Hakiki

Mudik ke kampung halaman selalu menjadi kegiatan yang dinanti setiap orang. 

Mudik membawa bekal untuk orang tercinta di kampung halaman

Kampung halaman kita sebenarnya adalah syurga

Ayo rindukan syurga

Mari berbekal untuk mudik ke syurga

Insya Allah

Thursday, December 15, 2016

Mobil Rentalan dari Dia

Sungguh belajar bisa dari siapa saja, bahkan dari tukang ban mobil kita bisa banyak belajar.

Ketika rencana akan mudik di ramadhan tahun 2014, saya periksakan kondisi ban mobil saya ke sebuah jasa penjualan dan perawatan ban mobl di daerah Serang. Setelah memeriksa kondisi ban mobil saya, beliau berkata :

"Mas, ini mobil klo bisa minta ganti saja dengan yang lain. kondisi bannya tidak memungkinkan untuk bisa dibawa jauh". ujar tukang servis ban.

"oh gitu ya pa? jawab saya. Sambil berfikir dalam hati, Allah beri saya mobil yang memang tidak bagus spesifikasinya dan biasa dibuat untuk digunakan banyak pengguna dan penumpang atau tepatnya mobil rentalan.

"Iya pa, dari pada nanti ada yang tidak diinginkan. mending ganti aja dengan mobil yang lain" Terus tukang servis

"Hmm.. pak nanti saya telepon dulu ya.." saya berniat mengeles (mengelak juga) karena kesombongan hati kecil saya malu dianggap membawa mobil rentalan, padahal itu mobil punya sendiri. Akhirnya yang saya telepon istri saya untuk minta persetujuan ganti ban mobil yang pasti butuh biaya lebih.

"Baik pa, ganti aja dulu bannya nanti gampang urusan saya biayanya mah" tutup saya terakhir sambil mengelus dada. :)

Sungguh kejadian tersebut meski beberapa tahun berselang, menjadi terus pengingat bagi saya bahwa mobil saya meski pun dapat dari uang jerih payah sendiri, ternyata adalah  mobil rentalan, Tepatnya rentalan dari Allah.

Saya coba fahami bahwa seluruh barang, yang kita miliki sebenarnya adalah titipan, yang suatu saat nanti akan diambil kembali oleh pemilik Nya. Ya, pemiliknya adalah Allah. Segala benda dan harta di dunia, jabatan, dan jiwa kita serta keluarga kita adalah mutlak milik Allah. kita hanya diberikan hak untuk menggunakannya dengan baik. Sebagai fasilitas kita untuk bisa bertemu dengan pemiliknya nanti di akhirat.

"Ya Allah, jadikan hamba termasuk orang yang bisa bersyukur atas segala pemberian dari Mu...."

Saturday, January 30, 2016

Jangan menyerah berbuat baik

وَمَنْ يَعْمَلْ مِنَ الصَّالِحَاتِ وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَا يَخَافُ ظُلْمًا وَلَا هَضْمًا

Dan barangsiapa mengerjakan amal-amal yang saleh dan ia dalam keadaan beriman, maka ia tidak khawatir akan perlakuan yang tidak adil (terhadapnya) dan tidak (pula) akan pengurangan haknya. (Qs. Tahaa :112)

Pernah mengalami perlakuan tidak enak dari orang lain yang sebenarnya telah kita bantu?
Pernah luput ucapan terima kasih dari orang yang telah kita beri?
Pernah merasa imbalan yang kita dapatkan karena pemberian kita lebih kecil dari seharusnya?
Pernah dikatain sok alim ketika kita mengingatkan orang lain untuk melakukan amal solih?
Pernah mengalami perlakuan yang tidak enak kepada orang yang kita berharap baik kepadanya?

Jangan khawatir sahabat, ingetin aja Firman Allah di atas. Asal kita sudah penuh keyakinan bahwa amal yang kita lakukan adalah baik dan berasal dari hati yang tulus, maka Allah tidak akan pernah pernah lalai dari membalas amal hamba-Nya. Dan satu syaratnya, kita harus dalam keadaan beriman. Karena Insya Allah orang yang beriman kepada Allah yang Maha Adil, tidak akan pernah khawatir dalam kesehariaannya.

Insya Allah

Ma'iyatullah

...karena justru saat kita sendiri itulah saat kita dekat dengan Allah, hanya berduaan dengan Allah. Maka perbanyaklah dzikir mengungat-Nya dan perbanyaklah doa permohonan agar kiya selalu dalam keberkahan-Nya.

Kalimat diatas bisa jadi pengingat jika kita ingin menanamkan sikap bahwa kita selalu dilihat oleh Allah. Karena terkadang kita ketika kesendirian maka kita rasa kita bebas melakukan kemaksiatan. Kita dengan tanpa merasa bersalah melakukan dosa karena berfikir tidak ada yang melihat kita.

Padahal Allah Assami' (Allah Yang Maha Melihat) selalu awas melihat segala gerak-gerik mahluk-Nya. Padahal Allah menerangkan dalam Al-Qur'an bahwa Ia amat sangat dekat dengan mahluk-Nya

وَلَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنْسَانَ وَنَعْلَمُ مَا تُوَسْوِسُ بِهِ نَفْسُهُ ۖ وَنَحْنُ أَقْرَبُ إِلَيْهِ مِنْ حَبْلِ الْوَرِيدِ

Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya, (Qs. Qaaf 16)

Semoga bisa menjadi pengingat..

Monday, October 26, 2015

Lalu (apa) lintas

Klo pengen lihat sifat manusia sesungguhnya bisa dilihat bagaimana ketika ia berkendara. Sabar, egois dan sebagainya bisa muncul dijalan raya...

Sajadah panjang

Jangan lupa disela aktivitas kita ada sajadah yang menunggu untuk menerima sujud kita yang panjang. Ia sebagai obor penyemangat aktivitas kita

Tundukan Pandangan

Sahabat, jika ingin merasakan manisnya iman, coba praktekkan amalan ghadul bashar. Yaitu menundukkan pandangan kita dari hal-hal yang dilarang oleh Allah.

Ghadul bashar menjadi bukti bahwa kita bisa tergolong orang yang akan mendapatkan surga diakhirat kelak. Karena ghadul bashar bagian dari perilaku orang yang menahan nafsunya. Begitu sebaliknya...

Monday, September 29, 2014

Pelajaran dari Susenas

Susenas adalah Survei Sosial Ekonomi Nasional. Susenas lahir sebagai instrumen untuk meneliti bagaimana kondisi sosial ekonomi masyarakat di indonesia untuk keperluan evaluasi pembangunan atau bahan perencanaan pembangunan kedepan. Survei yang diadakan setiap tiga bulan ini terdiri dari banyak instrumen kuesioner, mulai dari kuesioner KOR, yang memuat tentang kodisi rumah tangga yaitu anggota rumah tangga, kondisi perumahan, sampai mengenai atribut pertanyaan evaluasi kegiatan perlindungan sosial kepada masyarakat.

Setiap anggota dalam rumah tangga tersebut juga di dalam kuesioner KOR ditanyakan mengenai bagaimana kondisi kesehatan, migrasi, pekerjaan, pendidikan serta kondisi pernikahan dan keturunan jika anggota rumah tangga tersebut sudah menikah (untuk yang perempuan).

Selain dokumen KOR ada juga dokumen Modul yang bisa bermacam-macam tergantung tema besar dari Survei dalam tahun atau triwulan tersebut. Ada Modul konsumsi yang dijadikan rutin setiap triwulan, yaitu mengenai pertanyaan konsumsi rumah tangga baik makanan maupun non makanan selama beberapa waktu kebelakang. Ada juga modul perumahan, modul ketahanan sosial dan beberapa modul yang lain.

Weih, Susenas mungkin bagi beberapa banyak pegawai BPS adalah suatu survei yang cukup rumit. Rumit dari segi pencatatannya karena saking banyaknya konsumsi makanan dan non makanan yang dilakukan rumah tangga, atau rumit karena memang respondennya yang terkadang merasa kebosanan ketika ditanya dengan banyak pertanyaan tersebut. Tantangan nih,.....

Tapi dibalik kebosanan tersebut, salah satu penyemangat kenapa saya khususnya senang mengerjakan susenas adalah kita bisa banyak bersilaturahim dengan orang. Silaturahim banyak manfaat yang dapat kita raih jika kita laksanakan. Bisa mengenal bagaimana kesabaran keluarga dalam menjalani kehidupan kesehariannya.  Hari ini saya baru saja memeriksa satu rumah tangga yang subhanallah suami istri yang sudah menikah lebih dari 22 tahun ternyata baru Allah takdirkan untuk mempunyai anak... hik2.. sabar bener nih keluarga...

ya Rabb semoga engkau berikan saya kesabaran yang sempurna. Limpahkan kasih sayang antara hamba dan pasangan hamba hanya karena mengharap ridha Mu ya Rabb

aamiinn
sambil meruksa susenas,....

Menghindari gugurnya al-akh dari barisan dakwah...

Bismillah...

Ternyata ketika kita bergabung dengan barisan dakwah, beraktivitas dengan orang-orang sholeh yang banyak mensolehkan orang lain, proses taaruf yang detil dan mendalam harus kita lakukan. Hal ini demi terjalinnya kesamaan informasi mengenai bagaimana kondisi kekuatan, keadaan ruhiyah, kesenangan, hobi, masa lalu, keadaan famili, cita-cita dari semua anggota barisan dakwah tersebut. Selain itu juga perlu untuk mentaarufi bagaimana pemahaman kapasitas fikiran dan bekal dakwah dari orang perorang

Ketika kekuatan, gambaran, pemikiran, cita-cita dan lainnya dari para penggiat dakwah dalam satu barisan tersebut sudah menyatu, maka proses pengaturan strategi dakwah akan menjadi mudah. Dengan itu hampir dapat diminimalisir terjadinya kemuduran al akh aktifis dakwah yang tiba-tiba berhenti ditengah jalan. Dengan mengetahui potensi dan saling taaruf yang mendalam, akan terjalin suatu rencana dakwah yang mantap yang mampu menghidari bergugurannya aktivis pada harakah dakwah.

Dan selain faktor jamaah itu sendiri, ternyata faktor yang lebih penting adalah faktor Aqidah dari al-akh para penyokong barisan dakwah tersebut. Ketika salah seorang kita bergeser dari keyakinan yang sama-sama kita sepakati, maka yakinlah bahwa keimanan kepada Allah, Rabb pengatur segala alam semesta ini termasuk yang menakdirkan hadirnya aktivitas dakwah ini, adalah suatu hal yang lebih utama.

Ya keimanan kepada Allah harus lebih kita junjung tinggi dibandingkan dengan keyakinan kepada selain Allah. Jamaah adalah makhluk juga. jangan banyak berharap kepada mahluk.
Iman kepada Allah akan menjadi api penyemangat untuk beramal saleh. Iman yang kuat akan menjadi podasi yang kokoh bagi terciptanya pribadi yang soleh. Dan akhirnya pribadi yang soleh akan melahirkan jamaah yang insya Allah soleh pula.

Wallahu'alam
(oleh-oleh liqa)