Thursday, June 28, 2007

Padang mahsyar dan KRL...


Katanya di padang mahsyar nanti orang akan berkumpul di suatu tempat trus masing-masing orang sibuk dengan dirinya sendiri. Matahari di riwayatkan oleh hadist, ga kurang jaraknya diatas kepala kita sepanjang satu hasta.


Kok kayaknya di kereta mirip-mirip ya. Bayangkan orang-orang berkumpul berdiri dan berdesakan ditempat yang sama. Dan mereka mengeluarkan keringat masing-masing. Tau ga kenapa saya ingin menulis ini dan menganggap sama dengan padang mahsyar?


Saya hanya bayangkan, ... ya allah mudahkanlah kami ketika di padang mahsyar nanti…

Pak, Bu, Mas, Mba, Ka, De, … dah pada sholat belom? TERMASUK SAYA SENDIRI… ya rabb ampuni hamba jika selalu lalai memenuhi panggilanmu… mang ga dapet waktu yang utama si, masih dapet waktu sholat, tapi klo terus-terusan terlambat gimana ceritanya…..

Astaghfirullah...

Monday, June 25, 2007

Assalamu'alaikum bos...


Pernah merhatiin orang yang selalu menyapa atau memanggil orang lain "bos"?

Ada yang tau alasannya? Akhir-akhir ini kata bos memang sedang naik daun, dan orang yang dipanggil dengan bos justru senang. Percakapan menjadi cair jika kata bos ini disebutkan


Klo coba renungin ayat al-quran

… jangan lah kamu memanggil dengan sebutan yang buruk…

Jadi bingung rasanya. Memang bos bukan panggilan yang buruk si, apalagi jika ketika berkomunikasi dengan sebutan bos ini akan menjadi cair.


Tapi terlepas kebingunan itu, subhanallah, beberapa hari yang lalu satpam di depan kantor tempat saya mangkal berprilaku aneh… mang pertama kali dia panggil saya agak aneh.

balik bos…?

iya mas pulang..

Dia nyapa duluan ketika saya pulang sore. Satu hal yang saya salut adalah ketulusan dan keberanian dia untuk menyapa. Satpam luar bisa menurut saya. Meskipun ada yang sedikit mengganjal dalam fikiran. Dia pangil saya bos….

Dan satu hal lagi, dia tambah sapaan dia pada saya

hati hati bos…, Assalamu’alaikum..

Wah, saya malah menghentikan laju langkah saya. Saya jawab pelan.

waailakum salam…

Sungguh mulia akhlak satpam ini. Ucap salam, pada orang yang disapanya.

Akhirnya, bagus juga kayanya…


Assalamu’alaikum bos…

Friday, June 22, 2007

Gantungkan Cita-citamu Setinggi Langit #1

Penghormatan Islam kepada para pemilik semangat sangatlah besar. Mereka kelompok mulia dan terhormat. Ruh mereka terbang ke sudut-sudut yang tinggi. Mereka ada dalam tanggga-tangga abadi. Barangsiapa yang ingin ketinggian, semua yang memberatkan akan menjadi ringan. Nash-nash wahyu menyerumu. Bersegeralah jangan abai. Bersegeralah jangan berdiam. Umayyah bin Khalaf, ketika ia duduk bersama orang yang tidak berangkat, ia tahu dirinya merugi. Saat Bilal bin Rabah mendengarkan “Hayya ‘alal falah”, mari capai kemenangan, ia pun segera bangkit dan menjadi tokoh pengukir kemenangan.


Tuntutlah ketinggian selalu. Musa alaihissalam dahulu dikhususkan oelh Allah dengan Al-kalam. Musa alaihissalam berkata, “Rabbi arinii anzur ilaiik” Tuhanku, berikan kesempatan untuk melihat-Mu”. Kemuliaan tak datang tiba-tiba, tapi ia merupakan hasil jerih payah. Ketika Hud hud membawa surat kepada Balqis, maka namanya tercantum dalam surat An Naml. Seekor semut selamat dari injakan pasukan sulaiman, dengan jerih payah dan kesabaran. Lalu, engkau ingin kemuliaan tanpa keseriusan? Engkau ingi mencapai ketinggian, namun tidur di malam-malam. Engkau ingin surga, namun meremehkan sunnah.


Rasulullah saw berdiri shalat hingga kakinya bengkak. Dimasukkannya batu di sela perutnya utnuk menahan lapar. Berdarah kakinya oleh lemparan batu. Terjun langsung ke berbagi peperangan. Abu bakar namanya diseur di pintu-pintu syurga, karena hatinya terikat dengan Tuhannya setiap detiknya. Perkatannya selalu untuk agamanya. Tidankannya selalu dalam rangka menebar hidayah. Kebenaran ditegakannya. Harta diinfakannya di jalan Allah. Ia berhijrah dan meninggalkan keluarganya. Umar bin Khatab mengenakan pakaian yang sobek. Ia berteriak sakit saat mengingat kematian. Lalu ia sangat hati-hati menjalankan agamanya. Ia berlaku adil, jujur dan begitu serius. Ia meminta Allah agar diberi rezeki mati syahid. Allah merezekikannya mati syahid, di masjid.


Wahai yang terbelenggu oleh nyanyian, keluarlah dari kerangkeng mimpi. Bersihkanlah debu kotoran dari tubuhmu. Tinggalkanlah yang menghalangimu. Semua yang menepuh perjalanan akan sampai pada tujuan. Apakah engkau lupa terhadap ayat-ayat Allah? Mengapa engkau tunda shalat? Apakah engkau buang usiamu dengan kesia-siaan? Lalu engkau ingin masuk surga?


Demi Allah, semut kenyang mendapatkan makan setelah ia serius mencari makanan. Singa akan berjuang keras, jatu bangun, untuk bisa menerkam mangsanya. Anak panah tidak akan pernah bisa mencapai sasarannya bila tetap didalm sarungnya. Pedang tidak bisa memotong apapun sampai ia menjadi lebih tajam dari pada pisau. Burung membangun tempat tinggalnya. Laba-laba begitu teliti membangun sarangnya. Kadal menggali lubang-lubang untuk bersembunyi. Rayap membangun rumahnya dengan menggerogoti kayu. Engkau mempunyai kesempatan, rasulullah saw bersabda, “Peliharalah apa yang berguna bagimu.” Itu karena yang bermanfaat itu akan meninggikanmu. “Seorang mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada mukmin yang lemah”. Karena kekuatan bisa berguna untuk membangunistana megah, dan meraih kemuliaan dan ketinggian.



Pemilik semangat akan berloma mendahului orang lain, mencapai ketinggian. “wassabiquunassaabiquun. Ulaaaikal muqarrabuun.” Dan orang-orang yang lebih dahulu, merekalah orang-orang yang dekat (kepada Allah). Karena mereka terlatih untuk melakukan kesalihan dan terbukti melakukan ketaatan. Matahari berputar. Bulan berjalan. Sedangkan engkau tidur tidak sadar. Engkau makan dan minum, bermain dan melakukan dosa.


DR. Aidh Al Qorni

Diposting dari majalah tarbawi edisi juni 2007

Thursday, June 21, 2007

Menulis

Sehari selembar karya

Seminggu sebuah buku

Sebulan sebuah bundel

Setahun seruang perpustakaan

….


Semangat menulis, sama dengan semangat untuk hidup. Menulis merupakan nafasnya hidup. Sahabat Umar pernah berkata, …hisablah dirimu sebelum kau dihisab… catat dan ingat-ingat semua apa yang pernah kita lakukan. Malaikat mencatat semua amal kita. Allah lah yang membuat dan mencipatkan Kitab2. nabi dan para sahabatnya dicatat peri kehidupannya dalam sirah dan hadist. Undang-undang dibukukan, bumi dipetakan, dan amalan kita nanti pun akan kita terima dalam bentuk catatan kitab…


Banyak penulis yang menjadi motivasi buat kita untuk juga semakin bersemangat untuk menulis. Dari mulai penulis yang kiri, tengah-tengah sampai penulis yang paling islami di kanan. Ada novel-novel cengengesan, kacangan dan murahan, yang mereka dengan bersemangat dan rajinnya menuliskan hal kemaksiatan. ayo semangat…. Mereka aza bisa, APALAGI KITA….


Contoh mba helvi tiana rosa, bu pipiet senja, semuanya menulis dengan bagus dan penuh dengan ilmu dan nilai-nilai mulia. Ayo belajar dari mereka, biar jadi ikut barisan pencetak sejarah…


Menulis untuk berdakwah, adalah tujuan yang mulia juga. Majalah tarbawi, majalah saksi, nulis artikel di republika, koran2 lain, subhanallah bisa juga dilakukan. Mengajak dan menginformasikan berita dan ilmu kepada orang lain, pekerjaan yang mulia. Pekerjaan yang bisa disamakan dengan pekerjaan para nabi dan rasul


Menulis untuk cari uang juga bisa. Menulis bisa dapet royalti, dibayar karena kirim tulisan ke media, subhanallah. Tambah-tambah penghasilan lah…


Terakhir….

Ilmu itu ibarat burung

Ikatlah dengan tulisan mu .. (imam syafi’i)

Wednesday, June 20, 2007

Mba itu... (masih berlanjut...)

Mba itu datang lagi keesokan harinya. Dengan wajah yang optimis namun unik. Ya, dibilang unik karena lagi-lagi tidak seperti kebanyakan wajah kita yang menunjukkan wajah yang optimis. Bisa dibilang biasa-biasa saja, namun biasanya itu yang memang luar biasa… J


Ya ia mengingatkan saya tentang suatu prinsip keistiqomahan, dan keteguhan, juga ketenangan, serta kedamaian … allah dan rasulnya kembali menunjukkan kekuasaannya bahwa … Dialah Allah yang menurunkan ketenangan ke dada-dada orang yang yakin (beriman) agar orang tersebut selalu istidamah dan bertambah keyakinannya… di surah alfath.


Subhanallah, ketenangan menumbuhkan optimisme, ketenangan menambahkan keyakinan kita akan keimanan kepada Allah dan rasulnya. Dan keoptimisan sikap serta keyakinan hati menumbuhkan semangat kerja yang subhanalllah.


Ini artikel tambahan tentang berkerja dengan hati dari milis tarbawi community

WORKING WITH YOUR HEART
(PEKERJAAN BERKUALITAS LAHIR DARI HATI)


Ada orang yang bekerja dengan kepandaian dan
pengetahuannya (head), ada pula yang mengandalkan
koneksinya. Namun semua itu tidak menjamin bahwa
mereka dapat menikmati pekerjaannya, sampai mereka
bekerja dengan hatinya (heart). Selain bisa menikmati
yang dikerjakan, bekerja dengan sepenuh hati
hasilnyapun akan maksimal.


Ketika kita bekerja dengan hati, kemauan kita akan
lebih kuat. Pikiran kita akan semakin tajam, sehingga
akan lebih produktif dibanding bekerja tanpa hati.
Dorongan hatilah yang menggerakkan pikiran, kemauan
dan tindakan kita. Bagaimana bekerja dengan hati ?
Mulailah dengan lima langkah berikut ini :


1. Tetapkan tujuan dalam hati.
Banyak tujuan yang bisa kita temukan ketika bekerja,
mungkin untuk mendapatkan uang, pengalaman, posisi
atau gengsi dan beberapa tujuan lainnya. Namun dalam
persaingan bisnis yang ketat dan di tengah kesulitan
akibat berbagai krisis, mereka yang bekerja digerakkan
oleh tujuan-tujuan mulia yang lahir dari hati nurani,
seringkali bertahan dan meraih sukses.


2. Temukan kepuasan dalam hati.
Kepuasan finansial, kepuasan karir dan
kepuasan-kepuasan lain yang bersifat fisik, tidak ada
habisnya sehingga seringkali membuat orang lupa diri
dan terjebak dalam penyimpangan-penyimpangan bisnis
yang akhirnya menimbulkan persoalan besar. Pencarian
kepuasan batin atau hati akan menjaga seseorang
melakukan cara-cara yang benar dan aman dalam
berbisnis.


3. Bekerja dengan ketetapan hati yang teguh.
Halangan terbesar dalam bekerja adalah kondisi mental
hati kita. Kurang antusias, kalah sebelum berperang,
perasaan kurang mood dan berbagai kondisi mental yang
melemahkan lainnya akan menjadi penghalang kesuksesan
kita. Jika kita yakin terhadap motivasi hati kita yang
bersih dan yakin dengan tujuan-tujuan mulia dalam hati
kita, maka apapun halangannya akan dapat kita atasi
dengan ketetapan hati yang teguh.


4. Bangun team dengan kesehatian.
Tidak ada orang yang bisa sukses maksimal dengan
bekerja sendirian. Bekerjasama dengan team maka kita
dapat mencapai hasil lebih maksimal. Team yang kuat,
utuh solid dan kompak, hanya bisa diwujudkan melalui
kesehatian satu sama lain.


5. Bekerja dengan sepenuh hati.
Apapun yang dikerjakan dengan sepenuh hati,
keseriusan, fokus dan totalitas akan menghasilkan
kualitas prima. Kesuksesan selalu diraih oleh mereka
yang bekerja dengan segenap hatinya.


Oleh : Jakoep Ezra, MBA, CBA
Character Specialist
www.powercharacter.com

Masih berusaha disambung….

Monday, June 18, 2007

Mba itu...

Subhanallah…

Prolog…

Belajar tentang kedisiplinan kerja memang tidak cukup hanya membaca buku tapi lebih dari itu. Membaca memang suatu hal yang amat diperlukan, akan tetapi ada hal lain yang juga tidak kalah diperlukan selain membaca buku. Dan memang sangat benar bahwa membaca tidak hanya membaca buku, Allah perintahkan juga untuk membaca alam semeseta ini. Dan yakinlah bahwa allah memang sudah mengatur segala hal yang ada di dunia ini. Jika kita banyak baca, banyak melatih keimanan kita pada Nya, maka janji allah juga sangat lebih benar.


#1 Emang Allah keren…


Namanya sebut saja ipah. Ia allah ciptakan menjadi gadis yang sederhana. Klo boleh ikut ikutan orang yang suka membuat grade nilai untuk kecantikan seorang wanita, mungkin nilainya hanya 6 bahkan hanya 5 (eh 5 setengah ding) ga ada yang istimewa dengan wajahnya, tinggi badannya, apalagi ucapannya. Semuanya standar bahkan mungkin sedikit dibawah standar. Klo tadi nilainya berkisar lima untuk wajah nilai ucapan ini bahkan tidak jauh lebih baik, ya mungkin pas 5.


Ipah seorang wanita introvert, pendiam dan seorang yang irit kata. Ga banyak kata-kata yang keluar dari mulutnya. Mulutnya hanya mengeluarkan senyum, salam dan hanya sapaan, tidak pernah ada kata-kata panjang yang pernah terurai dari mulutnya. Hanya beberapa kali ku saksikan ia bisa mengobrol dengan lama, itupun hanya kebeberapa teman dekatnya.


Ipah, bekerja pada sebuah instansi di kota besar, sebut departemen x di kota y. ga bakal nyangka orang seperti dia yang spesial “pendiem banget….” Bisa dapet kerja di kota gede. Tapi, ga masalah, apalagi itu rezeki orang yang memang sudah Allah siapkan.


Ditengah banyak orang yang bingung mencari penghidupan, tapi subhanaallah, ipah, jadi bagian kekuasaan allah

Coba betapa ga kereen, Allah merancang sebuah rezeki yang diberikan pada ipah tanpa ribet-ribet. Ketika orang lain harus berusaha menggenjot usahanya dengan keras untuk mendapatkan rezeki, yang memang ia dapatkan juga, tapi ipah, ga harus modal komunikasi yang bagus, sebutlah seperti itu, bisa juga dapet rezeki…


dialah Allah yang menyempitkan dan meluaskan rezeki….


Bacalah dengan nama tuhanmu yang menciptakan…

Yang telah menciptakan manusia dari segumpal darah


Masih berlanjut….

kekuatan doa

dikutip dari majalah Tarbawi edisi "menata kembali cara kita meminta kepada Allah"

........

Yahya Al Bakka’ mengisahkan pengalamannya meminta dan berdo’a kepada Allah swt. Katanya, suatu malam ia bermimpi berdialog dengan Tuhan. Dalam mimpinya ia berkata, ‘Wahai Tuhanku, emngapa aku berdo’a kepada-Mu namun tak kunjung Engkau kabulkan permintaanku?” Tuhan berkata kepadanya, kisah Yahya ini menegaskan bahwa Allah senantiasa senang mendengar rintihan hamba-Nya dengan doa-doa yang ia lantunkan.


Ibnu rajab mengisahkan pula, bahwa seorang pemuda pernah kehabisan bekal bekal sewaktu berada di Makkah. Kelaparan pun menimpanya hingga hampir merenggut nyawanya. Ketika sedang berjalan disekitar Makkah, dia menemukan seuntai kalung mahal. Kalung tersebut ia masukkandalam saku dan segera melangkah ke masjid.


Beberapa langkah berjalan, ia berjumpa dengan seorang laki-laki yang sedang mencari kalungnya yang hilang. Ternyata kalung itu adalah milik si lelaki. Pemuda tersebut lantas menyerahkan kalung yang baru saja ia temukan kepada laki-laki pemiliknya sambil berlalu.


Suatu ketika, dalam sebuah perjalanannya dilaut dengan menaiki perahu kecil, si pemuda tenggelam karena terpaan ombak yang begitu keras. Ia pun terdampar di sebuah pantai yang belum pernah dikenalnya. Disana ia menemukan sebuah masjid yang dipenuhi dengan orang-orang yang sedang shalat berjamaaah. Dia pun bergabung dan tinggal besama mereka.


Suatu hari, mereka menawari pemuda tersebut untuk menikahi seorang gadis yang telah ditinggal ayahnya yang tergolong orang shalih. Pemuda itu setuju, lalu menikahinya. Malam pertama pernikahannya, ia melihat istrinya memakai kalung persis yang pernah ia temukan dulu. Ia pun bertanya tentang kalung itu. Istrinya menjawab, bahwa ayahnya pernah kehilangan kalung tersebut di Makkah. Lalu seorang pemuda menemukan dan mengembalikannya. Sejak saat itu ayahnya tidak pernah berhenti meminta kepada Allah agar putrinya mendapatkan suami yang jujur seperti pemuda itu. “Akulah pemuda yang diceritakan itu,” tukas si pemuda setelah mendengar cerita istrinya.


Dari kisah ini, kita hendaknya mengambil pelajaran bhwa jaawban Allah yang tertunda bisa jadi karena Dia ingin berlama-lama mendengarkan lantunan do’a-do’a kita, dan kerena itulah, ketika kita bosan lalu berhenti berdo'a, berhenti pula lah Allah mendengarkan permintaan kita.


rabb, kuatkan keyakinan hamba pada Mu...
jangan pernah kau lalaikan diri ini dari mengingat Mu
mudahkan jalan-jalannya
sampaikan pada jalan dan tempat Mu yang mulia
aamiin...