Friday, August 31, 2007

sampein saya ma dia ya Allah ...(part4)

Ramadhan

Kata Ramadhan berasal dari bahasa Arab = Ramadhan, jamaknya Ramadaanaat atau armidaa’, merupakan bulan ke-9 dari tahun Hijriah. Dari pengertian bahasanya, arti Ramadhan = panas, yg diberikan oleh orang2 Arab karena pada bulan 9, padang pasir terasa sangat panas oleh terik matahari. Hal ini sesuai dengan kebiasaan orang Arab yg memindahkan suatu istilah dari bahasa asing ke bahasa mereka yg sesuai dengan keadaan yg terjadi pada masa tersebut.

Dalam Islam, bulan Ramadhan mempunyai makna yg istimewa dan kedudukan yg mulia karena banyak terjadi peristiwa penting dalam bulan ramadhan tersebut:
1. Diturunkannya al Qur’an (Nuzulul Qur’an)
2. Satu-satunya nama bulan yg terdapat di Qur’an (al Baqarah(2):185)
3. Kemenangan besar yg diperoleh Rasululloh SAW bersama kaum muslimin dalam perang Badr
4. Fath Makkah, yakni penaklukan Mekkah
5. Terdapat 1 malam yg lebih baik dari 1000 bulan (+/- 83tahun), (al Qard(97):3)
6. Diwajibkannya berpuasa (Al Baqarah(2):183)
7. Diangkatnya Muhammad menjadi Rasululloh SAW
8. Dilimpahkannya pahala yg sangat tinggi oleh ALLOH SWT terhadap orang yg beramal saleh + beribadah pada bulan ini
9. Dibukanya pintu surga dan ditutupnya pintu neraka (meskipun dalam arti kiasan)
10. Menjadi kafarat terhadap dosa-dosa hingga Ramadhan berikutnya, sepanjang sholat fardhu dari satu Jum’at ke Jum’at berikutnya
11. Orang yg berpuasa dengan ikhlas + penghayatan yg mendalam di bulan Ramadhan akan diberikan ampunan atas segala dosanya


Bulan Ramadhan mempunyai nama lain
1. Syahr ALLOH (bulan ALLOH),
karena ALLOH SWT akan memberikan pahala yg besar bagi orang yg melakukan kebaikan di dalamnya. Ibadah puasa langsung diberi pahala oleh ALLOH SWT sendiri.
2. Syahr Ala-i (bulan penuh nikamt dan limpahan rahmat)
karena pada bulan Ramadhan ALLOH SWT memberikan nikmat dan karunia yg berlipat ganda
3. Syahr Qur’an (bulan diturunkannya Qur’an)
4. Syahr an-Najaah (bulan pelepasan diri dari neraka)
5. Syahr a-Juud (bulan kedermawanan)
karena pada bulan Ramadhan dianjurkan lebih banyak memberi bantuan terutama kepada fakir miskin
6. Syahr al-Muwaasah (bulan memberikan pertolongan kepada orang yg berhajat/punya hajat)
7. Syahr at-Tilaawah (bulan membaca al Qur’an)
8. Syahr as-Sabri (bulan latihan bersabar atas penderitaan dengan rela hati)
9. Syahr ar-Rahmah (bulan tempat ALLOH SWT melimpahkan rahmat-Nya kepada hamba2-Nya)
10. Syahr as-Shiyaam (bulan puasa, karena setiap muslim WAJIB melaksanakannya KECUALI yg berhalangan sesuai dengan syar’i)
11. Syahr al-’Ied (bulan yg akhirnya disambut dg hari Raya ‘Ied)

dari : http://tausyiah275.blogsome.com/2005/09/24/ramadhan/

sampein saya ma dia ya Allah ...(part3)

Ihya Ramadhan atau menghidupkan Ramadhan dengan berbagai aktivitas yang dapat mendekatkan diri kepada Allah. Bulan yang penuh berkah, rahmat dan ampunan ini hendaknya diisi dengan memperbanyak ibadah kepada Allah swt, memperpanjang ruku', sujud, shalat tarawih, bermunajat kepada Allah, memperbanyak sholat nawafil, senantiasa berzikir, tilawah dan tadabbur al-Quran, I'tikaf pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan, mengurangi waktu tidur pada siang hari (sementara Rasulullah dan Ummahatul Mu'minin selama Ramadhan begitu aktifnya beramal). Disamping itu aktivitas Ramadhan juga harus dapat memperkokoh hubungan dengan sesama, seperti memberikan zakat, infaq dan shodaqoh, ifthor (buka puasa bersama) dll.

Menjauhkan diri dari perbuatan laghwu (sia-sia) Bulan Ramadhan adalah fursoh untuk memperbanyak ibadah sehingga kita dapat menjauhi hal-hal yang mempersempit waktu ibadah, seperti menghabiskan waktu hampir seharian di dapur untuk menyiapkan makanan berbuka, karena saat yang terbaik untuk pengisian ruh dan pensucian jiwa akan hilang begitu saja dengan pengisian perut dan pengotoran jiwa, menghabiskan waktu di depan televisi dan perbuatan lainnya yang cenderung tidak ada gunanya.

Menahan anggota tubuh dan hati dari perbuatan yang diharamkan menjadi suatu keniscayaan dalam bulan Ramadhan ini. Seperti misalnya menahan pandangan mata dari pandangan yang dimakruhkan, Menahan pendengaran dari namimah, ghibah dan kemungkaran, menjaga Lisan dan hati dari perbuatan yang dapat mengotorinya.
Rasulullah saw Bersabda : bukanlah shaum itu sekedar meninggalkan makan dan minum, Melainkan meninggalkan pekerjaan sia-sia (tak bernilai) dan kata-kata Sombong (HR.Ibnu Hibban dan Ibnu Khuzaimah).
Rasulullah saw juga Bersabda : Barangsiapa yang selama berpuasa tidak juga meninggalkan kata-kata bohong, bahkan mempraktekkannya, maka tidak ada nilainya bagi Allah apa yang ia sangkakan sebagai puasa, yaitu sekedar meninggalkan makan dan minum (HR.Bukhari-Muslim).

Dalam Ramadhan ini kita bertekad akan menyelami rahasia kehidupan, dari mana, di mana dan hendak kemana kita ? Sehingga kita akan menghayati bahwa dunia ini adalah tempat berusaha untuk mematuhi perintah Allah dan akhirat adalah untuk menerima balasan dariNya. Pada bulan Ramadhan ini, kita akan berusaha untuk mendapatkan rahmat dan ampunan Allah, karena sesungguhnya kecelakaanlah bagi orang-orang yang tidakmendapatkan rahmat Allah pada bulan yang penuh denganrahmat ini.

Selamat datang Wahai Ramadhan, bulan yang agung, bulan yang penuh berkah, bulan yang menghapuskan dosa dan mengabulkan doa bagi orang-orang yang bersungguh-sungguh beribadah di dalamnya.

Ya Ilahi, Engkaulah tujuan kami dan KeridhoanMu lah dambaan kami.

Ustadzah Dra Herlini Amran. MA
2005-08-11

sampein saya ma dia ya Allah ...(part2)

Diambil dari arsip http://www.mail-archive.com/pirus@googlegroups.com/msg00376.html

PERSIAPAN MENJELANG RAMADHAN
Tips Persiapan Bulan Ramadhan

"Pertama, 'I'dad Ruhi Imani, yakni persiapan ruh keimanan. Orang-orang yang saleh biasa melakukan persiapan ini seawal mungkin sebelum datang Ramadhan. Bahkan mereka sudah merindukan kedatangannya sejak bulan Rajab dan Sya'ban.

Biasanya mereka berdoa : "Ya Allah, berikanlah kepada kami keberkatan pada bulan Rajab dan Sya'ban, serta sampaikanlah kami kepada Ramadhan."

Dalam rangka persiapan ruh keimanan itu, dalam surah At-Taubah Allah melarang kita melakukan berbagai maksiat dan kedzhaliman sejak bulan Rajab. Tapi bukan berarti di bulan lain dibolehkan. Hal ini dimaksudkan agar sejak bulan Rajab kadar keimanan kita sudah meningkat.
Boleh dikiaskan, bulan Rajab dan Sya'ban adalah masa pemanasan (warming up), sehingga ketika memasuki Ramadhan kita sudah bisa bisa menjalani ibadah shaum dan sebagainya itu baks udah terbiasa.

'Kedua, adalah 'I'dad Jasadi, yakni persiapan fisik. Untuk memasuki Ramadhan kita memerlukan fisik yang lebih prima darin biasanya. Sebab, jika fisik lemah, bisa-bisa kemuliaan yang dilimpahkan Allah pada bulan Ramadhan tidak dapat kita raih secara optimal. Maka, sejak bulan Rajab Rasulullah dan para sahabat membiasakan diri melatih fisik dan mental dengan melakukan puasa sunnah, banyak berinteraksi dengan al-Qur'an, biasa bangun malam ('qiyamul-lail'), dan meningkatkan aktivitas saat berkecimpung dalam gerak dinamika masyarakat.

'Ketiga', adalah 'I'dad Maliya'h, yakni persiapan harta. Jangan salah faham, persiapan harta bukan untuk membeli keperluan buka puasa atau hidangan lebaran sebagaimana tradisi kita selama ini. Memersiapkan harta adalah untuk melipatgandakan sedekah, karena Ramadhanpun merupakan bulan memperbanyak sedekah. Pahala bersedekah pada bulan ini berlipat gandad ibandingkan bulan-bulan biasa.

'Keempat', adalah 'I'dad Fikri wa Ilmi, 'yakni persiapan intelektual dan keilmuan'. Agar ibadah Ramadhan bisa optimal, diperlukan bekal wawasan dan 'tashawur' (persepsi) yang benar tentang Ramadhan. Caranya dengan membaca berbagai bahan rujukan dan menghadiri majelis ilmu tentang Ramadhan. Kegiatan ini berguna untuk mengarahkan kita agar beribadah sesuai tuntunan Rasulullah SAW, selamaRamadhan.

Menghafal ayat-ayat dan doa-doa yang berkait dengan perlbagai jenis ibadah, atau menguasai berbagai masalah dalam fiqh puasa, juga penting untuk dipersiapkan.

Semoga persiapan kita mengantarkan ibadah shaum dan berbagai ibadah lainnya, sebagai yang terbaik dalam sejarah Ramadhan yang pernah kita lalui. Aamiin..

Thursday, August 30, 2007

astagfirullah... ternyata istighfarku.

rasanya klo di hitung dalam sehari, istighfar yang ku ucapkan mencapai target yang rasul perintahkan. sabda rasul : "aku beristighfar dalam satu hari satu malam tidak kurang dari seratus kali.."


tapi mungkin jika difikir ulang benar bahwa rasul itu pribadi yang mulia. saya bayangkan betapa tingkat konsentrasi, tingkat kesadaran dan keilmu khusuan dari rasul itu amat sangat tinggi. bayangkan khasiat dari istighfar itu benar-benar membekas pada diri rasul. tidak seperti kita (atau saya) yang mengucap istighfar memang seratus kali tapi, entah berapa kali saja yang merupakan hasil kesadaran hati dan tingkat kehusuan yang tinggi.


ya, istighfar yang kita sampaikan terkadang hanya di bibir saja, bahkan di bibir pun sering kali menyalahi aturan. pernah atau bahkan sering kita mendengar orang mengucap "astaga...", yang sebenarnya ia berasal dari kalimat mulia "astaghfirullah...''
atau tidak jarang tanpa sadar hati keciil kita ingin dipuji ketika kita banyak mengucap istighfar.


rasul saw. memang mencontohkan 'syayidul istighfar (istighfar yang paling mulia) , seperti ini;


"allahumma anta rabbi..., laailaaha illa anta. Khalaqtanii, wa ana abduka, wa ana 'alaa ahdika, wawa'dika mastatha'tu. abu u laka bin'mati 'alayya,
waabuuu bizambiii.....
faghfirlii, fainnahu yaghfirudzunuuba illa anta..


"Ya allah sungguh Engkau rabbku... tidak ada tuhan selain Engkau. Kau ciptakan diri ku, sehingga aku adalah hamba Mu, dan sudah selayaknya Kaulah yang menunjukan jalan hikupku dan memberiku kekuatan. Sungguh aku menyadari bahwa nikmatMu telah Kau curahkan kepadaku dan akupun amat menyadari bahwa dosaku terhadapMu sungguh amat sangat...
maka ampunilah aku ya rabb, sungguh tidak ada yang mampu menampuni dosa ini selain Engkau..."


istigfar dijalan dan dikeseharian ku yang seratus memang tidak ada apa-apanya. hati yang lalai , kurang penyesalan dan ketidaksunguhan untuk mengharap adalah bukti bahwa istigfar kita gagal.


dan sungguh beruntung kita umat nabi muhammad, yang sudah banyak mengajarkan dan mencontohkan bagaimana seharusnya kita menyembah pada tuhan pencipta kita. termasuk cara kita bersitghfar. ayo berudasa mencontoh beliau.

astaghfirullahal adziim, wallahu a'lam...

berbeda-beda tetapi tetap satu jua

divisi kita berbeda-beda tapi kita punya satu departemen yang sama...
asal suku bangsa kita berbeda tapi kita tetap manusia juga...
tata cara berdakwah kita, cara dan cabangnya beda tetapi tujuan menuju tegaknya al islam di dunia kita sama...
pekerjaan kita berbeda, tapi semua saling mendukung...

ayo kita saling memahami
ayo saling menghargai
ayo saling mengenal,
ayo bersinergi
ayo pada sabar...

karena Allah dan rasulnya pun sepakat bahwa, kita tidak pernah akan pernah benar-benar menyatu, kecuali dan akan tetapi ketentuan dan janji Allah lah yang pasti. tujuan hidup dan segala pertanyaan tentang apa didunia ini nanti akan Allah ungkapkan kepada kita.

don't leave me alone...

domba yang lemah jangan sekali-kali lepas dari kawanannya. ungkapan ini tepat benar menggambarkan bagaimana butuhnya kita berjamaah. jika kita memang merasa memiliki kekurangan yang tidak bisa kita tutupi dan kita merasa sangat membutuhkan kekuatan itu maka solusinya adalah berjamaah.

jamaah menjadi pelindung dan juga kontrol bagi setiap anggota jamaahnya. seperti domba yang lemah tersebut, jika ia berada didalam kawanan sesama domba yang lainnya, maka musuh akan kecil kemungkinan memangsa dirinya. begitu pun kontrol dari kawanan domba tersebut, sang domba akan selalu bersama beraktivitas dan tumbuh sesuai dengan kodratnya sebagai domba. mereka akan selalu tangguh, kuat, sehat dan besar.

dan bersyukurlah memiliki jika kita memiliki sebuah jamaah. sebuah team, kawanan kerja, keluarga atau apapun namanya dimana kita bekumpul bersama dengan orang-orang lain sesama kita. syukur yang selalu diringi dengan sabar, karena interaksi, saling membantu untuk tumbuh, saling mengontrol sungguh sebuah proses yang amat panjang.
siapa yang sabar dan syukurnya kuat, ia akan selamat, dan semua yang sabr dan syukur dalam jamaah tersebut otomatis pada akhirnya akan membuat jamaah itu kuat.

Wednesday, August 29, 2007

hatiku hanya untuk mu

saatnya menyiapkan hati menjelang ramadhan. hati ibarat mesin bagi tubuh. hati yang tenang ibarat mesin yang mantap bekerja dan cepat jalannya. hati yang gundah gulana ibarat mesin yang aus bunyinya keras, panas dan selalu ngadat jika ingin berjalan dan bekerja

bulan ramadhan mesin tubuh berupa hati ini harus benar-benar siap. aktivitas di bulan ramadhan nanti benar-benar padat. bayangkan puasa seharian, tarawih tiap malam, bangun saur pagi-pagi, tahan ga bicara sembarangan, godaan rumah makan yang buka... semuanya akan membut hati dan tubuh menjadi lemah.
hanya hati dan fisik yang sehat yang kan menahan dan prima menghadapi aktivitas ibadah yang kontinu dan banyak tersebut.

sirami hati dengan bacaan al-quran. al-quran menjadi penyiram hati kita karena didalamnya banyak disebut Allah dan keagungan-keagunganNya.

"Alaa bidzikrillahi tahtmainnul quluub."
Ingatlah hanya dengan mengingat Allah maka hati akan menjadi tenang

baca al-quran dimana dan kapan pun kita berada. saat-saat waktu senggang kita, saat di perjalanan, saat menunggu di antrian, saat menunggu bis, kurangi banyak mengobrol insya allah mata dan hati kita akan menjadi sehat.

mintalah pada allah ketenangan dan kekhusuan hati. dengan ketenangan dan kesehatan hati kita tersebut, insya allah semua ibadah dan kenikmatan memburu pahala akan kita nikmati dan rasakan.

MArhaban yaa ramadhan
wallahu'alam

yaa muqallibal quluub, tsabbit qalbi alaa dinika
wahai Dzat Yang berkuasa membolak-balikan hati, kukuh dan teguhkan hati kami dalam menjalani agama MU... amiin.

Target ku bulan ramadhan nanti

1. Tidak ketinggalan shalat berjamaah di masjid. rakaat pertama dan takbir pertama dibelakang imam.
2. Shalat sunnah dilakukan, shalat rawatib, shalat duha. shalat tarawih (qiyamullail)
3. Tilawah al-quran 2 kali khatam, tadabur alquran dengan membaca artinya
4. bersedekah di kereta/diperjalanan sehari minimal seribu kepada pengemis/peminta-minta
5. membaca buku dan menulis setiap hari
6. bekerja di tempat kerja dengan sungguh-sungguh
7. bersilaturahim minimal seminggu sekali kepada teman sahabat dan keluarga
8. tidak terlampau banyak makan saat buka dan sahur
9. Murajaah hafalan juz 30 dan 29 (nambah hafalan juz 29)
10. Itikaf di masjid 10 hari terakhir bulan ramadhan
11. berdoa bersungguh-sungguh memohon semua keinginan
12. senyum salam sapa sopan santun terhadap sesama.
13. bayar zakat sendiri
14. berusaha semaksimal mungkin ga berbuat maksiat

ya allah berat emang puasa ramadhan dan untuk beribadah didalamnya, apa lagi banyak godaan dan syaithan yang mengganggu. tapi ramadhanMu, jangan pernah Kau siakan untukku..

Monday, August 27, 2007

berdakwah... (edisi 2)

Dalam buku "bagaimana menyentuh hati" abas asyisy bercerita dalam satu kisah yang dialami nya ;
Suatu hari si pinggir pantai di kota ku, seperti biasanya nampak sekumpulan muda-mudi yang asyik bercengkrama saling bermain dan bercanda satu sama lainnya. jarak mereka amat sangat dekat.

lalu subhanallah, sejenak kemudian aku melihat seorang pemuda yang nampak raut wajahnya bersih dan menunjukan wajah kesolehan yang tidak bisa disembunyikan. dengan tenang ia mendekati sekumpulan pemuda tersebut kemudian ikut duduk disela tempat kosong diantara mereka.

pemuda tersebut dengan khusu kemudian membaca alquran dan terlarut asyik dalam bacaannya. hanya mushaf alquran dan kehusuan membaca kalam allaa yang saat itu pemuda itu lakukan, tidak terganggu dengan perbuatan muda-mudi yang disampingnya.

dan ternyata muda-mudi tersebut sejenak berhenti, memperhatikan pemuda tersebut, kemudian sedikit demi sedikit canda dantawa mereka berhenti. tangan-tangan yang tadinya bersentuhan pun menjadi lepas dan berjauhan... mereka malu dengan pemuda tersebut.

subhanallah.

Friday, August 24, 2007

strategi pengalihan

strategi pengalihan pernah ditulis dan disampaikan oleh ust Anis Mata dalam rubriknya di majalah tarbawi. beliau bilang bahwa seorang pahlawan ketika ia mundur, bukan berarti ia kalah tetapi ia mundur untuk berputar kemudian mencari lahan dan siasat lain, kemudian ia kembali ke kancah peperangan dan akhirnya ia menang.

bosan bekerja? cari kreatifitas lain, sholat dhuha dulu, sambil ngemil, diskusi, nonton sebentar, baca koran, nulis....

bosan dengan anak nakal? jangan di tinggalin, ikutin aza pa maunya sambil kita tetap yakin bahwa allah berkenan membukakan hatinya kelak

bosan diperjalanan? baca buku, jajan sekali-kali, kenalan, dengerin musik pake earpone, baca alquran lebih utama

bosen makanan? ga usah makan...:) saya ga pernah bosan makan alhamdulillah. bosan dengan menunya? bersyukur lebih baik... makan aza sambil bayangin yang enak-enak. masih banyak orang yang ga bisa ato susah dapet makan

bosen yang lain,...

karena kata Allah dan rasulya :
"allah ga akan pernah bosan sebelum kita bosan...."
"sesungguhnya setiap masa semangat, ada masa futur (lemahnya), tapi beruntung orang yang dalam masa lemahnya tetap dalam sunnah rasul..."

wallahua'alam...

Wednesday, August 22, 2007

sampein saya ma dia ya Allah ...

Sepuluh Langkah menyambut Ramadhan
http://www.dakwatuna.com/

1. Berdoalah agar Allah swt. memberikan kesempatan kepada kita untuk bertemu dengan bulan Ramadan dalam keadaan sehat wal afiat. Dengan keadaan sehat, kita bisa melaksanakan ibadah secara maksimal di bulan itu, baik puasa, shalat, tilawah, dan dzikir.
Dari Anas bin Malik r.a. berkata, bahwa Rasulullah saw. apabila masuk bulan Rajab selalu berdoa, "Allahuma bariklana fii rajab wa sya'ban, wa balighna ramadan." Artinya, ya Allah, berkahilah kami pada bulan Rajab dan Sya'ban; dan sampaikan kami ke bulan Ramadan. (HR. Ahmad dan Tabrani)
Para salafush-shalih selalu memohon kepada Allah agar diberikan karunia bulan Ramadan; dan berdoa agar Allah menerima amal mereka. Bila telah masuk awal Ramadhan, mereka berdoa kepada Allah, "Allahu akbar, allahuma ahillahu alaina bil amni wal iman was salamah wal islam wat taufik lima tuhibbuhu wa tardha." Artinya, ya Allah, karuniakan kepada kami pada bulan ini keamanan, keimanan, keselamatan, dan keislaman; dan berikan kepada kami taufik agar mampu melakukan amalan yang engkau cintai dan ridhai.

2. Bersyukurlah dan puji Allah atas karunia Ramadan yang kembali diberikan kepada kita. Al-Imam Nawawi dalam kitab Adzkar-nya berkata, "Dianjurkan bagi setiap orang yang mendapatkan kebaikan dan diangkat dari dirinya keburukan untuk bersujud kepada Allah sebagai tanda syukur; dan memuji Allah dengan pujian yang sesuai dengan keagungannya. " Dan di antara nikmat terbesar yang diberikan Allah kepada seorang hamba adalah ketika dia diberikan kemampuan untuk melakukan ibadah dan ketaatan. Maka, ketika Ramadan telah tiba dan kita dalam kondisi sehat wal afiat, kita harus bersyukur dengan memuji Allah sebagai bentuk syukur.

3. Bergembiralah dengan kedatangan bulan Ramadan. Rasulullah saw. selalu memberikan kabar gembira kepada para shahabat setiap kali datang bulan Ramadan, "Telah datang kepada kalian bulan Ramadan, bulan yang penuh berkah. Allah telah mewajibkan kepada kalian untuk berpuasa. Pada bulan itu Allah membuka pintu-pintu surga dan menutup pintu-pintu neraka." (HR. Ahmad).
Salafush-shalih sangat memperhatikan bulan Ramadan. Mereka sangat gembira dengan kedatangannya. Tidak ada kegembiraan yang paling besar selain kedatangan bulan Ramadan karena bulan itu bulan penuh kebaikan dan turunnya rahmat.

4. Rancanglah agenda kegiatan untuk mendapatkan manfaat sebesar mungkin dari bulan Ramadan. Ramadhan sangat singkat. Karena itu, isi setiap detiknya dengan amalan yang berharga, yang bisa membersihkan diri, dan mendekatkan diri kepada Allah.

5. Bertekadlah mengisi waktu-waktu Ramadan dengan ketaatan. Barangsiapa jujur kepada Allah, maka Allah akan membantunya dalam melaksanakan agenda-agendanya dan memudahnya melaksanakan aktifitas-aktifitas kebaikan. "Tetapi jikalau mereka benar terhadap Allah, niscaya yang demikian itu lebih baik bagi mereka." [Q.S. Muhamad (47): 21]

6. Pelajarilah hukum-hukum semua amalan ibadah di bulan Ramadan. Wajib bagi setiap mukmin beribadah dengan dilandasi ilmu. Kita wajib mengetahui ilmu dan hukum berpuasa sebelum Ramadan datang agar puasa kita benar dan diterima oleh Allah. "Tanyakanlah kepada orang-orang yang berilmu, jika kamu tiada mengetahui," begitu kata Allah di Al-Qur'an surah Al-Anbiyaa' ayat 7.

7. Sambut Ramadan dengan tekad meninggalkan dosa dan kebiasaan buruk. Bertaubatlah secara benar dari segala dosa dan kesalahan. Ramadan adalah bulan taubat. "Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman, supaya kamu beruntung." [Q.S. An-Nur (24): 31]

8. Siapkan jiwa dan ruhiyah kita dengan bacaan yang mendukung proses tadzkiyatun- nafs. Hadiri majelis ilmu yang membahas tentang keutamaan, hukum, dan hikmah puasa. Sehingga secara mental kita siap untuk melaksanakan ketaatan pada bulan Ramadan.

9. Siapkan diri untuk berdakwah di bulan Ramadhan dengan:
- buat catatan kecil untuk kultum tarawih serta ba'da sholat subuh dan zhuhur.
- membagikan buku saku atau selebaran yang berisi nasihat dan keutamaan puasa.

10. Sambutlah Ramadan dengan membuka lembaran baru yang bersih. Kepada Allah, dengan taubatan nashuha. Kepada Rasulullah saw., dengan melanjutkan risalah dakwahnya dan menjalankan sunnah-sunnahnya. Kepada orang tua, istri-anak, dan karib kerabat, dengan mempererat hubungan silaturrahmi. Kepada masyarakat, dengan menjadi orang yang paling bermanfaat bagi mereka. Sebab, manusia yang paling baik adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain.