Friday, November 7, 2008
Wednesday, November 5, 2008
Komunikasi (2)
Dikisahkan ada dua kapal perang yang khusus untuk latihan. Kedua kapal ini berlayar di menara tempat latihan di tengah angin yang kencang selama beberapa hati.
Saat malam tiba, pandangan menjadi lemah disertai dengan adanya kabut yang menutupi daerah, sehingga si kapten memilih untuk tetap berada di atas menara untuk mengawasi segala aktivitas.
Setelah melewati kabut itu, beberapa saat kemudia bagian pengawas menyampaikan pesan ke atas kabin :"Wahai kapten, di sana ada cahaya yang bersinar dari sebelah lintang kanan."
Kapten bertanya:"Apakah benda itu bergeraj menjauh ataukan ia tetap?"
Si pengawas menjawab : "Ia tetap pada tempatnya."
Karena dikhawatirkan kapalnya yang bergerak di jalur itu akan menabrak kapal yang mengeluarkan cahaya itu. Seketika itu juga, kapten menyuruh bagian pengirim pesan untuk memberi isyarat : "Kirimlah pesan pada kapa itu bahwa kami berada di jalur yang akan menabrak, maka kami meminta kalian untuk merubah jalur perjalanan kalian sekitar 20 derajat."
Datanglah jawaban yang berbunyi: "Lebih baik kalian sendiri yang merubah jalur kalian sekitar 20 derajat."
Kapten menjawab ;"Kirim jawaban kepada mereka 'aku seorang kapten dan aku perintahkan kalian untuk merubah jalur laju kalian sekitar 20 derajat.' Datanglah jawaban : "Aku laksamana tingkat II dan lebih baik kalian yang mengubah jalur laju kalian sekitar 20 derajat"
Saat kemaran kapten meledak, ia berkata : "Sampaikanlah pada mereka bahwa kita kapal perang, rubah jalurmu 20 derajat"
Datanglah awaban dengan isyarat cahaya : "Aku adalah mercusuar."
***
Dari buku Seven Habits (Steven Covey...)
Baca juga
Komunikasi 1
Saat malam tiba, pandangan menjadi lemah disertai dengan adanya kabut yang menutupi daerah, sehingga si kapten memilih untuk tetap berada di atas menara untuk mengawasi segala aktivitas.
Setelah melewati kabut itu, beberapa saat kemudia bagian pengawas menyampaikan pesan ke atas kabin :"Wahai kapten, di sana ada cahaya yang bersinar dari sebelah lintang kanan."
Kapten bertanya:"Apakah benda itu bergeraj menjauh ataukan ia tetap?"
Si pengawas menjawab : "Ia tetap pada tempatnya."
Karena dikhawatirkan kapalnya yang bergerak di jalur itu akan menabrak kapal yang mengeluarkan cahaya itu. Seketika itu juga, kapten menyuruh bagian pengirim pesan untuk memberi isyarat : "Kirimlah pesan pada kapa itu bahwa kami berada di jalur yang akan menabrak, maka kami meminta kalian untuk merubah jalur perjalanan kalian sekitar 20 derajat."
Datanglah jawaban yang berbunyi: "Lebih baik kalian sendiri yang merubah jalur kalian sekitar 20 derajat."
Kapten menjawab ;"Kirim jawaban kepada mereka 'aku seorang kapten dan aku perintahkan kalian untuk merubah jalur laju kalian sekitar 20 derajat.' Datanglah jawaban : "Aku laksamana tingkat II dan lebih baik kalian yang mengubah jalur laju kalian sekitar 20 derajat"
Saat kemaran kapten meledak, ia berkata : "Sampaikanlah pada mereka bahwa kita kapal perang, rubah jalurmu 20 derajat"
Datanglah awaban dengan isyarat cahaya : "Aku adalah mercusuar."
***
Dari buku Seven Habits (Steven Covey...)
Baca juga
Komunikasi 1
Think Global, Act Local...
Dari Abu Umamah berkata: "Salah seorang pemuda mendatangi Nabi Saw dan ia berkata:"Ya Rasulullah izinkanlah aku berzina." Orang-orang pun memusatkan perhatian kepadanya dan menegurnya, mereka berkata : "Diamlah". Beliau berkata :"Mendekatlah." Ia pun mendekatinya, dan ia duduk, lalu beliau saw berkata: "Apa engkau menginginkan hal itu terjadi pada ibumu?" Ia menjawab :"Demi Allah, tidak. Allah menjadikanku sebagai jaminanmu. Beliau berkata: "Begitu juga orang-orang pun tidak ingin hal itu terjadi pada ibu mereka."
Beliau bertanya : "Apakah engkau menginginkan hal itu terjadi pada putrimu?" Ia Menjawab :"Demi Allah, tidak. Allah menjadikanku jaminan untukmu." Beliau berkata: "Begitu pula orang-orang pun tidak menginginkan hal itu terjadi pada putri-putri mereka."
Beliau kembali bertanya:"Apakah engkau menginginkan hal itu terjadi pada saudarimu?" Ia menjawab: "Demi Allah, tidak. Allah menjadikanku jaminan untukmu." Beliau berkata: "Begitu pula orang-orang pun tidak menginginkan hal itu terjadi pada saudari-saudari mereka."
Beliau bertanya:"Apakah engkau menginginkan hal itu terjadi pada bibimu (saudari ayahmu)?" Ia menjawab: "Demi Allah, tidak. Allah menjadikanku jaminan untukmu." Beliau berkata: "Begitu pula orang-orang pun tidak menginginkan hal itu terjadi pada bibi-bibi mereka."
Beliau kembali bertannya:"Apakah engkau menginginkan hal itu terjadi pada saudari ibumu?" Ia menjawab: "Demi Allah, tidak. Allah menjadikanku jaminan untukmu." Beliau berkata: "Begitu pula orang-orang pun tidak menginginkan hal itu terjadi pada saudari ibu mereka."
Beliau saw meletakkan tangannya pada lelaki itu dan berdo'a: "Ya Allah, ampunilah dosanya, sucikanlah hatinya, dan jagalah kemaluannya." Sejak saat itu, pemuda itu tidak pernah menoleh pada apapun.
HR. Riwayat Ahmad
Lihat Draft UU Pornografi di sini :
http://afatih.wordpress.com/2008/10/30/ruu-pornografi-disahkan-menjadi-uu/
Beliau bertanya : "Apakah engkau menginginkan hal itu terjadi pada putrimu?" Ia Menjawab :"Demi Allah, tidak. Allah menjadikanku jaminan untukmu." Beliau berkata: "Begitu pula orang-orang pun tidak menginginkan hal itu terjadi pada putri-putri mereka."
Beliau kembali bertanya:"Apakah engkau menginginkan hal itu terjadi pada saudarimu?" Ia menjawab: "Demi Allah, tidak. Allah menjadikanku jaminan untukmu." Beliau berkata: "Begitu pula orang-orang pun tidak menginginkan hal itu terjadi pada saudari-saudari mereka."
Beliau bertanya:"Apakah engkau menginginkan hal itu terjadi pada bibimu (saudari ayahmu)?" Ia menjawab: "Demi Allah, tidak. Allah menjadikanku jaminan untukmu." Beliau berkata: "Begitu pula orang-orang pun tidak menginginkan hal itu terjadi pada bibi-bibi mereka."
Beliau kembali bertannya:"Apakah engkau menginginkan hal itu terjadi pada saudari ibumu?" Ia menjawab: "Demi Allah, tidak. Allah menjadikanku jaminan untukmu." Beliau berkata: "Begitu pula orang-orang pun tidak menginginkan hal itu terjadi pada saudari ibu mereka."
Beliau saw meletakkan tangannya pada lelaki itu dan berdo'a: "Ya Allah, ampunilah dosanya, sucikanlah hatinya, dan jagalah kemaluannya." Sejak saat itu, pemuda itu tidak pernah menoleh pada apapun.
HR. Riwayat Ahmad
Lihat Draft UU Pornografi di sini :
http://afatih.wordpress.com/2008/10/30/ruu-pornografi-disahkan-menjadi-uu/
Tuesday, November 4, 2008
Kretaku tak berhenti lama.... ...###
Membaca di kereta
Membaca di kereta api? Enak juga klo seandainya orang yang disebelah kita tidur atau juga ikut membaca. Membaca di tempat umum jadi enak seandainya situasinya tepat, bacaannya enak dan lingkungan sekitar juga mendukung.
Pernah suatu waktu pertama kali saya melihat seorang anak mahasiswa membaca Al-Qur'an di kereta. Ketika itu saya melihatnya sedang benar-benar asyik membaca Al-Quran dengan khusunya. kelihatannya ia seorang mahasiswa. pake jaket khas aktivis (himpro ato kumpulan mahasiswa apa gitu) dan dengan membawa tas gendong yang tidak ia gendong, tapi ia kenakan di depan badannya, ma'lum waspada sama copet dan jambret mungkin...)
Lain waktu pernah saya melihat orang membaca koran sampai berlipat-lipat koran itu dibacanya. dia lipat-lipat kecil, demi menghemat tempat, saking sempit dan sesaknya kereta.
Saya? termasuk orang yang jarang membaca. apalagi di kereta. Membaca dikereta susah-susah gampang. Ketika kereta mogok lama, atau bayangkan naik kereta dari kota sampai bogor, waktu 2 jam akan jadi sia-sia klo tidak diisi dengan hal bermanfaat. (klo ga istirahat tidur, melempar senyum dan menawarkan duduk, menggotong bawaan tukang dagang :D, berbagi pengalaman dan cerita dengan group kereta dst) Membaca jadi salah satu pilihan.
Terkadang canggung untuk membaca dengan nyaman di kereta. ketika asik membaca, Gruduk2 rombongan orang menyerobot dan mendesak tempat duduk kita. Canggung dan malu untuk membuka Al-Quran atau buku yang relatif tebal di kereta. (padahal cuek aza kali ya...).
Tapi ada alternatif membaca yang lain. Iya, membaca alam, pemandangan dan mentafakurinya menjadi alternatif membaca yang lain di kereta. Apalagi ketika tidak ada bacaan, atau kereta penuh sesak, koran terlalu besar, masih malu membaca al-quran di tempat umum (atau karena malas :D). Melihat situasi dikereta dan mengambil hikmahnya menjadi bacaan yang lebih dari sekedar membaca. Belajar dari orang yang bersemangat ke tempat mencari nafkah, membalas senyum pengamen, memberi tempat duduk bagi yang membutuhkan menjadi bacaan yang aplikatif.
Ayo membaca di kereta...
Membaca di kereta api? Enak juga klo seandainya orang yang disebelah kita tidur atau juga ikut membaca. Membaca di tempat umum jadi enak seandainya situasinya tepat, bacaannya enak dan lingkungan sekitar juga mendukung.
Pernah suatu waktu pertama kali saya melihat seorang anak mahasiswa membaca Al-Qur'an di kereta. Ketika itu saya melihatnya sedang benar-benar asyik membaca Al-Quran dengan khusunya. kelihatannya ia seorang mahasiswa. pake jaket khas aktivis (himpro ato kumpulan mahasiswa apa gitu) dan dengan membawa tas gendong yang tidak ia gendong, tapi ia kenakan di depan badannya, ma'lum waspada sama copet dan jambret mungkin...)
Lain waktu pernah saya melihat orang membaca koran sampai berlipat-lipat koran itu dibacanya. dia lipat-lipat kecil, demi menghemat tempat, saking sempit dan sesaknya kereta.
Saya? termasuk orang yang jarang membaca. apalagi di kereta. Membaca dikereta susah-susah gampang. Ketika kereta mogok lama, atau bayangkan naik kereta dari kota sampai bogor, waktu 2 jam akan jadi sia-sia klo tidak diisi dengan hal bermanfaat. (klo ga istirahat tidur, melempar senyum dan menawarkan duduk, menggotong bawaan tukang dagang :D, berbagi pengalaman dan cerita dengan group kereta dst) Membaca jadi salah satu pilihan.
Terkadang canggung untuk membaca dengan nyaman di kereta. ketika asik membaca, Gruduk2 rombongan orang menyerobot dan mendesak tempat duduk kita. Canggung dan malu untuk membuka Al-Quran atau buku yang relatif tebal di kereta. (padahal cuek aza kali ya...).
Tapi ada alternatif membaca yang lain. Iya, membaca alam, pemandangan dan mentafakurinya menjadi alternatif membaca yang lain di kereta. Apalagi ketika tidak ada bacaan, atau kereta penuh sesak, koran terlalu besar, masih malu membaca al-quran di tempat umum (atau karena malas :D). Melihat situasi dikereta dan mengambil hikmahnya menjadi bacaan yang lebih dari sekedar membaca. Belajar dari orang yang bersemangat ke tempat mencari nafkah, membalas senyum pengamen, memberi tempat duduk bagi yang membutuhkan menjadi bacaan yang aplikatif.
Ayo membaca di kereta...
Tuesday, October 21, 2008
Think Global, Act Local...
Salah satu muwashafat yang di dengungkan oleh ikhwah adalah, berfikir global tetapi juga bertindak lokal. Jika ini bisa dilakukan oleh ikhwah, dahsyat, kepedulian terhadap permasalahan luas di belahan bumi manapun dan kerapihan di bertindak disekitar lingkungannya akan terlaksana secara seimbang.
Terkadang dengan merasa kita berada dalam satu jamaah yang lebih luas, membuat kita menjadi bangga dan merasa terdorong untuk berbuat lebih baik bagi jamaah tersebut. Ketika ummat dihadapkan dengan masalah yang mengancam, ia berfikir, berkeinginan dan berdoa agar masalah tersebut sirna. Sudah menjadi sunnatullah ketika kita diganggu oleh orang lain, maka kita akan bereaksi keras menolaknya. Jadi berkaca kita ketika ternyata kita ini harus mulia dan kemuliaan itu harus kita bela.
Kebangkitan harapan bangsa ini harus bangkit, terutama dengan menegakkan damainya islam di negeri ini, keinginan untuk bisa tenang beribadah dinegeri ini, keinginan utk terus mendapatkan berkah dari indahnya negeri ini, jadi point yang terus menyemangati untuk selalu berbuat lebih baik. Dan kebaikan kita ketika kita lakukan dengan professional di lingkungan kita sekitar menjadi bagian dari mimpi-mimpi membangun indahnya negeri ini.
Dukung semua kebaikan, dan semua orang-orang baik dan sholeh yang selalu mengajak kepada kebaikan....

Monday, October 13, 2008
krisis...
krisis jadi pelajaran, betapa mengambil resiko itu harus di perhitungkan.
krisis di amerika jadi pelajaran, betapa mengambil semua barang untuk kepentingan kesenangan semata tanpa melihat kemampuan kita akan berakibat fatal.
memang betapa sulit menimbang-nimbang diri seberapa besar kemampuan kita untuk melakukan usaha. seberapa besar kita bisa menanggung resiko ketika kita hendak berbuat sesuatu. Terkadang kita berbuat menghasilkan sesuatu yang jelek karena kekurangan kekuatan kita, seperti pada penyebab krisis sekarang.
Terkadang juga kita menyimpan atau merasakan banyak waktu dan harta yang lama tidak kita gunakan dan menganggur karena kita hanya berani atau sedikit saja melakukan sesuatu.
ihdinasshiratal mustawiiim
wallahu'alam...
krisis di amerika jadi pelajaran, betapa mengambil semua barang untuk kepentingan kesenangan semata tanpa melihat kemampuan kita akan berakibat fatal.
memang betapa sulit menimbang-nimbang diri seberapa besar kemampuan kita untuk melakukan usaha. seberapa besar kita bisa menanggung resiko ketika kita hendak berbuat sesuatu. Terkadang kita berbuat menghasilkan sesuatu yang jelek karena kekurangan kekuatan kita, seperti pada penyebab krisis sekarang.
Terkadang juga kita menyimpan atau merasakan banyak waktu dan harta yang lama tidak kita gunakan dan menganggur karena kita hanya berani atau sedikit saja melakukan sesuatu.
ihdinasshiratal mustawiiim
wallahu'alam...
Sunday, October 12, 2008
Musyarakah
koalisi ... !!! bermusyarakah dilakukan demi lancarnya aktivitas. Dukungan dari berbagai pihak untuk memuluskan usaha kita sering kita lakukan. Kesosialan manusia, dan fitrahnya manusia untuk selalu bersama dengan manusia lain dan saling membutuhkan membuat musyarakah suatu kemungkinan.
Musyarakah tetap untuk ibadah.
Batasan, pemilihan orang dengan tepat, maknai persahabatan dan kerjasama dengan benar-benar membuat musyarakah yang kita lakukan menjadi lebih optimal. Betapa kebersamaan dengan orang yang berseberangan dengan kita menjadi kenyataan menjadi kesempatan untuk kita untuk bisa lebih dekat mengenal orang tersebut dan bisa jadi suatu saat kita benar-benar bisa menjadikannya teman yang baik.
... ''boleh jadi suatu yang buruk itu baik untuk mu.... (Al-Quran)
wallahu'alam.
Musyarakah tetap untuk ibadah.
Batasan, pemilihan orang dengan tepat, maknai persahabatan dan kerjasama dengan benar-benar membuat musyarakah yang kita lakukan menjadi lebih optimal. Betapa kebersamaan dengan orang yang berseberangan dengan kita menjadi kenyataan menjadi kesempatan untuk kita untuk bisa lebih dekat mengenal orang tersebut dan bisa jadi suatu saat kita benar-benar bisa menjadikannya teman yang baik.
... ''boleh jadi suatu yang buruk itu baik untuk mu.... (Al-Quran)
wallahu'alam.
Wednesday, October 8, 2008
Mulai Dari Nol Lagi Ya...
Taqabalallahu minna waminkum...
Mohon maaf lahir dan batin....
Mulai dari Nol Lagi ya??
Mohon maaf lahir dan batin....
Mulai dari Nol Lagi ya??
Tuesday, September 23, 2008
Muraqabatullah (2)
Sayyidina Ummar ibn Khattab pernah berjalan ke sebuah bukit di makkah dekat tempat tinggalnya. Dahsyat, bukit itu terlihat sebagian besar putih bersih tertutup oleh ribuan domba milik salah seorang penduduk mekkah waktu itu. Dan subhanallah lebih dahsyat lagi, terlihat seorang anak kecil sekitar 10 tahunan yang ternyata menggembala ribuan domba.
Sang Khalifah tertarik memiliki salah satu domba yang banyak tadi. Dan ia berfikir akan sangat mudah mendapatkan domba yang bagus-bagus itu kalau hanya harus menghadapi penggembala yang masih anak-anak tadi.
"...satu saja nak, tidak banyak. Majikan mu tidak akan tahu kalau dombanya hanya hilang satu saja. Dan akan ku bayar lebih mahal... " pinta sang khalifah
Apa dikira ternyata sang Khalifah harus begitu lama dan alot untuk meminta domba yang diinginkan.
Sang anak terakhir kali berucap
"majikan saya mungkin tidak tahu tuan, dan domba banyak ini tidak akan banyak berkurang tapi tuan, dimana kah Allah... ?"
Ummar ibn khattab tertegun dan langsung terharu mendengar ucapan anak itu. Subhanallah betapa hebatnya keteguhan dan keyakinan anak kecil tadi.
..."sesungguhnya Allah ada dimanapun kamu berada..." (Al-Qur'an)
Sang Khalifah tertarik memiliki salah satu domba yang banyak tadi. Dan ia berfikir akan sangat mudah mendapatkan domba yang bagus-bagus itu kalau hanya harus menghadapi penggembala yang masih anak-anak tadi.
"...satu saja nak, tidak banyak. Majikan mu tidak akan tahu kalau dombanya hanya hilang satu saja. Dan akan ku bayar lebih mahal... " pinta sang khalifah
Apa dikira ternyata sang Khalifah harus begitu lama dan alot untuk meminta domba yang diinginkan.
Sang anak terakhir kali berucap
"majikan saya mungkin tidak tahu tuan, dan domba banyak ini tidak akan banyak berkurang tapi tuan, dimana kah Allah... ?"
Ummar ibn khattab tertegun dan langsung terharu mendengar ucapan anak itu. Subhanallah betapa hebatnya keteguhan dan keyakinan anak kecil tadi.
..."sesungguhnya Allah ada dimanapun kamu berada..." (Al-Qur'an)
Muraqabatullah
..."Sesungguhnya Allah bersama kita dimanapun kita berada..,( Al-Qur'an)"
Kisah tentang seorang guru beserta beberapa orang muridnya. Guru tersebut seperti biasa kerap memberikan tugas untuk menguji para muridnya. Ia memberikan seekor burung kepada masing-masing muridnya.
...Murid-muridku, sembelihlah burung yang telah ku berikan di mana saja, ditempat dimana tidak ada seorangpun yang melihat kalian melakukannya... " pesan sang guru
Pergilah semua murid ke tempat fikiran dan usahanya masing-masing. Tersembunyi, sepi dan tidak ada yang dapat melihat ketika si burung di sembelih. Ada yang di balik gunung, di dalam goa, di jurang di bungker, diatas pohon, di dalam kandang... murid-murid itu berusaha maksimal
Beberapa hari datang kembali mereka bertemu dan berkumpul dengan sang guru. Satu persatu sang murid bercerita dan mengaku tempatnya hampir tak bisa dilihat oleh siapapun, si burung sudah mati tersembelih dengan rahasia.
Tiba giliran seorang murid yang istimewa, yang jadi pusat perhatian murid yang lain terlebih sang guru. Burung yang kemarin diberikan masih hidup dan si murid cukup berfikir keras ketika itu.
"Guru, saya bingung, setiap kali tempat yang saya dapatkan sangat sepi, tersembunyi dan aman, selalu ku rasakan Bahwa Allah pasti melihat..., maka ku biarkan burung itu hidup.." jawab murid tersebut.
Sang Guru mengelus kepala murid tersebut dan berkata
..."selalu bersama Allah... kau sudah memperaktekannya muridku...
Muraqabatullah, selalu merasa bersama dengan Allah dimana dan kapanpun"
Kisah tentang seorang guru beserta beberapa orang muridnya. Guru tersebut seperti biasa kerap memberikan tugas untuk menguji para muridnya. Ia memberikan seekor burung kepada masing-masing muridnya.
...Murid-muridku, sembelihlah burung yang telah ku berikan di mana saja, ditempat dimana tidak ada seorangpun yang melihat kalian melakukannya... " pesan sang guru
Pergilah semua murid ke tempat fikiran dan usahanya masing-masing. Tersembunyi, sepi dan tidak ada yang dapat melihat ketika si burung di sembelih. Ada yang di balik gunung, di dalam goa, di jurang di bungker, diatas pohon, di dalam kandang... murid-murid itu berusaha maksimal
Beberapa hari datang kembali mereka bertemu dan berkumpul dengan sang guru. Satu persatu sang murid bercerita dan mengaku tempatnya hampir tak bisa dilihat oleh siapapun, si burung sudah mati tersembelih dengan rahasia.
Tiba giliran seorang murid yang istimewa, yang jadi pusat perhatian murid yang lain terlebih sang guru. Burung yang kemarin diberikan masih hidup dan si murid cukup berfikir keras ketika itu.
"Guru, saya bingung, setiap kali tempat yang saya dapatkan sangat sepi, tersembunyi dan aman, selalu ku rasakan Bahwa Allah pasti melihat..., maka ku biarkan burung itu hidup.." jawab murid tersebut.
Sang Guru mengelus kepala murid tersebut dan berkata
..."selalu bersama Allah... kau sudah memperaktekannya muridku...
Muraqabatullah, selalu merasa bersama dengan Allah dimana dan kapanpun"
Subscribe to:
Posts (Atom)
