Monday, March 17, 2008

Berdakwah dengan melayani


"wuih alhamdulillah, dapet 60 orang...." kata ka budi di tempat istirahat setelah selesai acara itu.

Ya, mudah-mudahan ada 60 orang juga yang saat itu bisa terkontrol kesehatannya. dan yang pasti ada 60 orang juga yang bisa mengenal sedikit banyak calon pasangan gubernur pemimpin provinsi kami nantinya, insya allah...

melayani masyarakat memang penuh suka dukanya. dengan peralatan seadanya, kami pagi minggu itu berangkat dan beraksi di lapangan kota kami. Sebuah tenda lipat, 5 buah kursi, 2 buah stetoskop dan tensi meternya, dan sebuah pengeras suara, pagi itu kami ikut meramaikan penuhnya lapangan sempur bogor.

pagi itu kami datang agak terlambat ketempat tujuan, subhanallah, lapangan sempur sudah penuh dan tumpah ruah dengan masyarakat yang berolah raga, berbelanja atau sekedar berjalan-jalan pagi. Kami jadi sedikit kesulitan mendapatkan tempat yang strategis untuk ikut mendirikan tenda dan menggelar tikar disana.

"ibu-ibu, bapa-bapa, akang, teteh, mamang, adek, mas mba... silahkan mampir di tenda kami. ada pemeriksaan dan konsultasi gratis...." seru salah seorang teman kami di samping tenda.
Meski agak becek tempat sekitar kami saat itu, alhamdulilah beberapa orang pengunjung lapangan sempur ikut singgah di tenda kami. dahsyat, cuma modal toa, ada juga yang sudi datang dan mampir.

saya ga tau pasti apa keluhan kebanyakan para pengunjung waktu itu, yang nampak terlihat, subhanallah pasien pengunjung benar-benar antusias bertanya dan mengeluhkan penyakitnya pada dokter kami saat itu. akrab, hangat seperti matahari pagi itu yang benar-benar lepas menyinarkan sinarnya.
Pa dokter, subhanallah, sampai berpanas ria dan berlelah mengobral kecap melayani para pasien sampe jam 9nan kurang lebih pagi itu... mudah2n allah balas dengan yang lebih baik.

"iya pa, mudah2n hade juga ahlak, kemampuan dan kepemimpinannya... " saya cuma bisa berkata seperti itu di minggu pagi yang ramai tersebut.

Aksi pelayanan kemarin memang bukan aksi biasa. beberapa minggu ini kami memang berniat juga menjual dan mengenalkan siapa nanti yang bisa terus memimpin dan tentunya melayani dengan rutin masyarakat di provinsi kami.
Klo teman yang lain ada yang berdirect selling. senang bisa menyentuh masyarakat lagi, bisa mendengar keluhan mereka, bisa merasakan kesulitan dan ikut melembutkan hati ini.

"masih banyak yang kekurangan... alhamdulillah badan dan jiwa ini masih allah sehatkan..."
gumam saya dalam hati.

***

Berdakwah memang berarti melayani juga. mengajak bukan hanya kepada kebaikan. kepada kesehatan, kebersihan hidup juga bagian dari dakwah. dan berdakwah harus dilakukan sepanjang masa. saat sempit, maupun saat lapang...

allah, jangan kau biarkan hati kami menyimpang setelah kau berikan petunjuk kepada kami...
mo lihat profil calon gubernur kami lebih lanjut :
mo lihat contoh berdakwah yang lain :

Tuesday, March 11, 2008

Best Enterpreuner... (2nd Year BengkelStatistik)

dua tahun berwirausaha,
dua tahun juga gagal.

24 bulan belajar mandiri,
24 bulan juga tertatih di pengharapan orang lain

4 semester berkarya,
4 semester juga mengkoreksi pekerjaan diri.

521 hari merenung mencari kreativitas,
521 hari juga menyesal selalu merasa gagal.

12288 jam bangga akan milik sendiri,
12288 jam juga selalu iri dengan milik orang lain.

***

dahsyat, subhanallah 11 maret hari ini sudah dua tahun membawa dan memiliki nama best (bengkelstatistik). Pin, tyo, roy, mas rendro mungkin masih ingat ketika awal dulu ikut bingung cari cara pasang iklan di koran kampus dan bagaimana berinteraksi dengan para mahasiswa dalam mengolah data. dulu inget lagi mempromosikan acara pelatihan, juga lagi diundang untuk jadi pembicara di acara training yang diadakan oleh himpro anak-nak manajemen ipb, bingung juga mikirin berapa fee yang layak untuk diberikan kepada kami.

masih kebayang betapa susahnya jadi orang yang dikira pinter oleh orang lain ketika dulu, jadi orang yang dianggap ahli statistik, padahal bayangan sebenarnya klo dari IPK mungkin kami cuma setengah ato kurang bahkan mungkin dari klien kami. klo pipin bilang "mal praktek dikit lah..", klo tyo ma yang lain "gile mpe kringetan jadi asisten lab pelatihan lisrel.."

But, subhanallah, pd aza waktu itu. pelajaran mempraktekan hasil belajar, pelajaran bertemu dengan orang lain dan berkomunikasi dengan dia, pelajaran tambahan untuk ilmu dan analisis yang belum di dapat jadi penyemangat kami saat itu.

Terbayang juga betapa nekatnya kami mengeluarkan sejumlah modal, yang cukup besar demi memiliki base camp, yang bisa jadi tempat berkarya dan juga sambil berteduh karena sudah tidak adalagi kosan saat itu, roy sampe pinjam mamang dan temannya, mas rendro sampe motong tabungannya, tyo juga hasil begadang lemburannya yang terus teriris, pipin yang jadi susah nabung buat nikah, saya yang juga terpaksa mengirit jajanan dan tabungan dari orang tua, ... yang kesemuanya belum bahkan hampir ga ada kembaliannya kelebihannya sampai saat ini klo dalam bentuk uang. jadi sedikit lilitan hutang yang sampai saat ini pun kami belum yakin bagai mana cara membayar dan menggantikannya.

cuma spirit, kebanggaan dan ilmu tambahan yang sampai saat ini kami dapatkan. ya hanya kekayaan spritual yang kami dapatkan. pengalaman, kenalan dan ilmu yang lain yang bisa kami dapatkan. Pipin bisa tambah kemampuan komunikasi dan penyampaian publiknya lewat trainner, tyo jadi bisa banyak belajar ngatur, marahin, sebel dan ngiri sama keuangan, roy yang semakin mengasah kemampuan teknis komputernya, saya yang alhamdulillah dapat sedikit pelajar tentang membuat dan mendisain sebuah publikasi, adalah bagian lain yang kami dapatkan dari kebersamaan dan menjalankan lembaga ini. Dan kemampuan untuk saling faham dan mengerti yang kami dapatkan dari kebersamaan tim ini.

dahsyat, senang juga rasanya bisa ikut mengajak adik kelas serta teman yang lain, bahkan adik kandung sendiri (wawan alias pipin setengah) untuk ikut bergabung dan merasakan bagai mana pahit getirnya berwirausaha.

ihsan, ceria, wawan, inal, novera, dodi, kusnadi, anton, melisa, wiwit mbambang, jadi kebagian susah, berat dan senangnya menjalankan lembaga ini. blom bisa banyak bantuan materi yang didapatkan oleh mereka, bahkan terkadang cuma omelan, suruhan, celaan, omongan kekecewaan dan janji-janji yang belum bisa terlaksanakan.

Tapi, ini wirausaha yang sesungguhnya. hasilnya memang belum bisa dirasakan banyak, cuma hilangan waktu dan penghabisan tenaga yang dilakukan yang juga hanya dibalas dengan sedikit pengalaman dan hasil materi. wira usaha yang hanya menjanjikan kemandirian dan kekuatan serta kemampuan kehidupan mandiri yang tenyata tidak bisa didapatkan dari aktivitas yang lain, setidaknya kebebasan kemandirian yang bisa dirasakan.

Mimpi untuk mandiri sendiri, dan bisa berbuat lebih banyak bagi kreativitas diri itu yang sampai ini saya rasakan dari beraktivitas berwira usaha, setidaknya mudah-mudahan untuk teman-teman semua dan adik-adik semua. yang berjiwa lemah dan malas bisa tertempa dalam aktivitas ini. malas kan merugikan diri sendiri dan lemah jiwa akan berimbas pada lemahnya juga imbalan yang kita dapatkan.

..."sesungguh cuma pribadinya sendiri sesorang ato sebuah kaum yang bisa merubah kadaan dirinya sendiri..." (Al-Quran Ar-Ra'd 13)

mimpi dan jalan itu masih panjang. selagi kesempatan masih allah berikan untuk hidup dan berkarya, tekad ini masih kuat. kemalasan cuma jadi syetan yang lemah yang coba membisikkan di hati kami. dan tentunya kesyukuran dan bimbingan allah yang selalu juga kami harapkan langgeng yang bisa terus membuat aktivitas kami tetep berkah dan jadi nilai ibadah.

Best crew... tetep semangat ya... cari dan sebarkan ilmu sebanyak dan seluas-luasnya.... be the best enterpreuner...

wallahu'allam, alhamdulillah, astagfirullah....

degum alias deny gumbira
(Bengkel statistik-Quality and Resource Development Manager)

*** maret 2008

Kretaku tak berhenti lama....

naek kereta api tut... tut.. tuut
siapa hendak turut....

dulu ketika kecil sampai usia kuliah, saya selalu bermimpi ingin naik kereta. Ya, sejak dulu seingat saya baru pertama kali naik kereta ketika menginjak bangku kuliah. Bayangan bepergian jauh dengan menyusuri rel diatas kereta saat itu selalu terngiang... bagaimana rasanya ya naik kereta.

subhanallah, masa kuliah membuat saya diberikan allah kesempatan untuk mencoba banyak hal. termasuk impian yang satu ini. kerea api listrik jakarta bogor. beberapa kali saya menaikinya untuk tujuan jakarta dari bogor. Masih terbayang jelas dahulu diajak oleh seorang kaka kelas naik kereta listrik (Krl) ini ke jakarta dan turun di stasiun cawang, transit sebelum ke senayan untuk lihat islamic bookfair ke 2 waktu itu.

Berdiri.

kesan pertama naik kereta waktu itu "penuh...". sejak awal naik krl dari stasiun bogor kami berdiri dan tidak kebagian tempat duduk. sempat dapat tempat duduk ketika sampai di stasiun depok, namun seorang ibu dan anaknya waktu itu naik dan mendekat ketempat kami sehingga memaksa dengan ikhlas kami untuk berdiri kembali.

allah, saya selalu bilang memaksa berdiri, karena sampai saat ini saya yakin sang ibu dan anak yang lemah itu jadi ladang pahala buat saya yang Kau siapkan, jika mereka duduk dengan dan sangat sayang jika kesempatan ini dilewatkan begitu saja...
duduk?... di tempat lain masih bisa untuk duduk....

kesan yang lain semenjak dari saat itu sampai sekarang jadi roker (rombongan kereta) banyak sekali yang susah untuk dituliskan. selain berdiri, terlambat datang, mogok, ketinggalan karcis, kenalan dengan kelompok-kelompok arisan kreta, ngiri naek krl ekspress pakuan, masih banyak lagi pengalaman yang lain.

termasuk tadi pagi. kesan yang kembali terngiang di benak saya ketika kereta listrik pagi mogok. subhanallah aktivitas rutinan saya berangkat pagi ke jakarta pagi itu jadi penuh dengan kesan, yang pastinya juga penuh keringat.

Allah berkuasa memang menjadikan sesuatu bakal mogok, termasuk kereta. yang harus jadi banyak pemikiran dan hikmah oleh siapapun yang terlibat di perkerta apian tersebut. PT kereta, para penumpang, tukang asongan, petugas loket harus banyak-banyak istighfar.

''ga tanggung-tanggung mas, dahsyat kereta yang terhambat ampe 5 ato 6 kereta... harus masuk muri nih..." kata seorang bapak disebelah ku digerbong yang sama.

yang terbayang memang cuma, harus ada perbaikan. beberapa usaha yang dilakukan PT kereta api memang sudah nampak. penertiban tiket, penjagaan yang ketat, penambahan inovasi kereta ekonomi ac, tapi jalannya masih panjang, yang harus terus di lakukan. msih banyak kekurangan disana sini. macet, mogok, sering terlambat, mati,...

saya sebagai pengguna cuma melihat dan bersabah terhadap terus dilakukannya perubahan. terkadang ikut juga naek ekonomi ac, terus bayar tiket, tertib dan antri di gerbong, ga pernah nek atas gerbong (padahal kayaknya seru...). dan masih banyak penumpang yang lain yang lebih sabar dan selalu melihat kinerja krl, meskipun sering juga sedikit cerewt mengumpat.

"saya dari tahun 77 mas dah naek krl, dari tiketnya cuma sratus rupiah... " kata seorang bapak waktu saya tanya disebuah stasiun. subhanallah.

ya, tinggal waktu, kesabaran, kekompakan, kesaling mengertian saja yang insya allah membuat kereta listrik ini akan terus berjalan, setidaknya itu menurut saya. karena waktu, kehidupan, amal shaleh, pekerjaan, manusia, alam, selalu bergerak. tidak pernah ada yang berhenti. dan senang rasanya ketika bisa melihat pergerakan kehidupan, amal serta manusia-manusia tersebut berjalan secara lancar dan penuh dengan manfaat. temasuk kereta yang harus terus jalan di relnya.

"siapa hendak turut..."
"kreta ku tak berhenti lama...."

***

Monday, March 10, 2008

Pertemuan dengannya

bertemu dengan kekasih hati atau orang yang spesial di hati memang sungguh luar biasa. momen dan kesempatan yang selalu ditunggu. pertemuannya akan selalu diingat dan serasa ingin kembali diulang lagi.

kekasih dan orang yang paling dekat dengan hati itu tentunya orang yang luar biasa. istimewa, sempurna, dan mempesonakan kita. setiap tingkah serta sikapnya selalu kita amini dan yakini sebagai sesuatu yang indah, baik dan layak kita tiru.

seperti kemarin lusa, sabtu tgl 8 maret, ketika itu saya pergi ke islamic book fair ke 7 di istora senayan jakarta. allah pertemukan saya dengan aa hadi. (bukan narsis baru pertama kali ketemu artis aza girangnya minta ampun... tapi mang iya sih ... :)) )
Sore itu saya memang meniatkan diri untuk membeli sebuah kerudung, jilbab bandung, tepatnya untuk dijadikan hadiah buat ibu di rumah.

"mas kembaliannya jangan lupa..." setengah kaget ternyata yang menyerahkan uang nya adalah aa hadi sendiri.
"iya, itu untuk ongkos pulang... " jawab saya
"oo, klo gitu sini aa tambahin... " si aa sambil tersenyum, dan ternyata seorang wanita berjilbab disebelahnya juga ikut tersenyum sambil memberikan jilbab pada saya... adalah teh ceuceu kirani. subhanallah....

si aa dan si teteh ceceu kirani ini sering saya lihat beberapa kali dalam sebuah acara siraman rohani di sebuah stasiun televisi. subhanallah acaranya bagus dengan kemasan yang menarik. membahas topik-topik sederhana, simple namun penting. tentang kehidupan keluarga sehari-hari, tentang ibadah shalat dhuha, memanggil panggilan adzan,... subhanallah banyak lagi yang lain yang setiap saya lihat episodenya benera-benar menarik.

si aa mengingatkan saya kepada orang yang lebih dan maha sholeh, orang yang super terkenal dan selalu menjadi tempat dihati seorang muslim, setidaknya selalu disebut oleh orang-orang muslim di seluruh dunia. rasulullah salallahu 'alaihi wasallam, manusia maha sholeh dan paling mulia kehidupannya... aa hadi jadi tokoh idola yang sedang menuju perilaku rasul, setidaknya itu fikiran sempit saya.

bayangkan klo seandainya ketemu dengan orang mulia ini, di akhirat nanti...
"den, ini amalan sunnah mu...
"ya rasul cukup buat masuk surga?...

jadi inget betapa amalan sunnah yang dikerjakan sedikit sekali. susah, berat bahkan malu untuk melakukannya. lebih senang mendengarkan lantunan lagu cinta. susah sekali rasanya untuk selalu melantunkan al-quran di setiap kesempatan, jauh sekali rasanya hati ini dari keikhlasan.
cuma semangat untuk selalu berharap kebaikan dari allah yang biasa kulalukan. berusaha untuk bersyukur dan berprasangka baik terhadap kenyataan dan kehidupan yang diberikan.

subhanallah, mudah2n rasul berkenan bertemu juga dengan saya dengan wajah penuh senyum dan sudi memberikan syafaatnya buat saya...

"ya udah, ini saya kasih safaat untuk mu den...."

ya allah, mudah2n kata itu yang kan ku dengar dari rasul mulia

aamiin...

Sunday, March 9, 2008

Ra Genah Again (Saras wedding)

Sebenarnya malas melakukan aktivitas bersama pasukan ra genah klo seandainya tidak ada berkah didalam aktivitas yang kami lakukan. sungguh, sebenarnya sangat mulia jika aktivitas yang kita lakukan penuh dengan berkah. Ga penuh dengan berkah, bahkan setidaknya didalamnya mengandung butiran hikmah yang terus menyadarkan kami akan keagungan dan kebenaran kekuasaan allah kepada kehidupan kami khususnya.

dahsyat, aktivitas yang kami sadar penuh dengan kehikmahan dan keberkahan, kembali kami lalui. menghadiri walimahan seorang teman. Teman yang sudah cukup lama kami kenal, kurang lebih kami kenal memang sejak kami disatukan untuk belajar ilmu yang sama, yaitu statistika. Ya, Saraswati, statistika 38, penganten wanitanya, dan Rangga mukti, statistika 36 penganten prianya.

"nyo kite nonton ondel-ondel, nyo....!!!"

wuih, adat betawi!!! memang kedua pasangan berbahagia kemarin keduanya orang jakarta asli, alias orang betawi asli. lagu ondel-ondel dari suara bang ben (benyamin) hari itu terdengar terus sepanjang kami hadir di tempat pernikahan itu. baju penganten, juga betawi banget. yang paling kentara adalah rumbai-rumbai cadarnya sarah dari besi ato kawat ato apa gitu, yang selalu teringat ketika ada penganten betawi nikah. rangga dengan bersahaja berbaju kurung ato gaims panjang berpeci sedang yang keseluruhan bernuansa biru. dahsyat , subhanallah anggun, adem, tenang, ceria, meriah namun tetap bersahaja.

"ka, barakallah ya, mudahan pernikahannya berkah...
"saras selamat ya...."

memang dari awal berangkat saya cuma pengen ngucapin doa itu. plus, pengen juga dapet berkahnya nikah. berkah yang saya impikan juga bisa ikut serta jejak mereka melanjutjan kehidupan kejenjang selanjutnya... iya... pengen nikah juga....

"ka, doain biar cepet nyusul juga ya,... saya ucapkan setelah makan, foto dan pamit untuk pulang.

yang juga ikut jadi berkah perjalanan kami ke pernikahan kemarin, yaitu berkah silaturahmi. subhanallah... hampir mayoritas ketika kami datang ada setidaknya dua angkatan belajar statistik yang hadir ketika acara kemarin, ya STK 38 dan STK 36. mas ari, mas jihad, mas citra, mas endang, mas yoyo.. mbanya ada mba yesi, mba ani, mba... (maaf adalagi cuma agak lupa euy...)
Beu, semuanya alhamdulillah dah punya pasangan masing-masing, bahkan mas citra ama mba ani dah dikarunia momongan. allah mudah2n pada sholeh-sholeh anak-anaknya...

berkah terakhir... ya, tulisan ini... semoga menjadi penyemangat, pengingat, pemenuhan syukur atas kenikmatan allah buat kehidupan saya.

buat para ra genah yang lain, oyo pada nyusul yu... (mas gatik mo yang kedua? beu....)
kita cari dan buat momen keberkahan yang lain...

***

Tuesday, February 26, 2008

WAW...

ada saja pengalaman yang seru ketika kami bersama. selalu saja setiap hari sabtu dan minggu kebersamaan kami diisi dengan hal-hal yang menarik dan penuh dengan petualangan seru. semoga kebersamaa kami memang telah allah gariskan untuk kebaikan kehidupan kami.

berpetualang touring dengan kendaraan bermotor, dahsyat pengalaman perjalanan seru ke tempat yang lumayan jauh pelabuhan ratu. menghadiri talim dan kajian rutin di masid kampus, subhanallah dakwah memang harus terus berjalan dimanapun dan kapanpun, terakhir belajar menjadi keluarga dan anggota keluarga yang baik yang bisa mengatur isi rumah dan perabotannya dengan baik. subhanallah, naik atap rumah, ngebor anak pintu dengan berpeluh keringat kami lakukan dengan senang hati.

entah petualangan apa lagi yang akan kami lalui minggu ini dan minggu-minggu nanti. semoga allah tetap kuatkan keyakinan dan keimanan kami akan segala rahmatNya.

de semangat terus ya...

huhhhhhh

beberapa hari tanpa tulisan. Banyak sebenarnya yang ingin disampaikan. tapi entah mengapa tangan selalu terhalang untuk menari di tuts keyboard ini. terkadang fikiran memang kacau balau. tidak bisa membedakan mana yang utama, mana yang bisa di kesampingkan. mana yang duluan mana yang belakangan.

sehingga tulisan ini yang tampil...

Monday, February 18, 2008

Berdakwah... (edisi3)


Dakwah itu bisa diibaratkan seperti air yang mengalir.
Pertama Air tak terhentikan. Jika ia dihalangi oleh rintangan didepannya, ia akan berkumpul kemudian meninggi dan menuju atas dan keluar tumpah dari bibir atas rintangan tersebut. Dakwah pun sama, terkadang stagnan karena dihambat oleh kekuatan yang merintanginya, tetapi ketika itu pula sunnatullahnya ia akan berhenti sejenak untuk mengumpulkan tenaga dan sumberdaya, sehingga nantinya akan keluar dan bisa melampaui rintangan tersebut.

Kedua, air bisa besar seperti ombak tinggi atau tsunami. dahsyat kerusakan dan efeknya sangat besar, sama dengan dakwah. terkadang dakwah bisa bergelombang dengan besar dan menghasilkan dampak yang luas, ketika ia bisa menguasai simpul penting di medan dakwahnya.
berpolitik, bernegara, berpemimpin dengan rfektif dan efisien menjadi dakwah laksana air yang besar bergelombang dan banyak mengajak banyak pihak untuk bergabung.

Ketiga, air bisa dengan sempurna merembes dan mengalir lancari diantara sela-sela lubang dan jeruji yang menghalanginya. seperti dakwah yang disampaikan dengan bijaksana, ia dengan elegan masuk kesemua sektor, celah serta lini masyarakat, sehingga sedikit demi sedikit ia rangkul dan kuasai.

subhanallah...
Ust. Hepi A Bastoni

baca juga :
- dakwah edisi 1
- dakwah edisi 2

Wednesday, February 13, 2008

Sendirian

Terakhir kali kemarin baca postingan bagus dari sebuah situs eramuslim.com. subhanallah benar-benar menyentuh. entah karena memang kondisi saya sedang dalam keadaan sendirian, atou entah karena pesan yang disampaikan dari postingan tersebut.

Sendiri berarti mandiri.

Mungkin kesimpulan itu yang paling tepat menurut saya. betapa kesendirian adalah sesuatu hal yang pasti. sendiri lahir hidup datang dunia, dan sendirian pula kita akan di kembalikan kedunia asal. Sendiri kita diberikan berbagai macam kenikmatan yang lengkap, dan sendiri pula kita akan mempertanggung jawabkan semua amalan atas kenikmatan tersebut.

Sendiri yang bertanggungjawab adalah perilaku ciri mandiri. Sadar bahwa apa yang diperbuatnya adalah juga bagi manfaat dirinya. Bisa memanfaatkan dan mendaya gunakana kesempatan disekelilingnya untuk kemajuan diri. Ya, lingkungan dan orang lain hanyalah jalan bagi kita untuk kemajuan diri kita.

Terasa sekali betapa ketika kita sendiri maka godaan dan keinginan untuk berbuat yang negatif atau menjerumuskan diri kita pada kejelekan sangat besar. Rasa malas, tidak ada lingkungan yang mendukung dan baik untuk beraktivitas, juga dampak lain ketika kita sendirian.
Peran diri yang mandiri berpengaruh sekali disini.

Bagi yang kreatif, bersih dan selalu sadar akan nampak keteguhan seorang pada kebaikan. Tapi sungguh sulit bagi diri yang lemah bercipta, berfikir dan berkarya, serta selalu lalai hatinya dari nilai kebaikan.


Bertanya pada diri sendiri

.."mintalah fatwa pada hatimu... " demikian sebuah perkataan muhammad, rasul mulia.
Betapa kemulian dan kebaikan itu bersumber pada hati nurani yang bersih dan tenang. dan semua orang memiliki hal itu, karena semua orang pasti memiliki hati. Sering berfikir, bertanya pada hati, tenang dan tawakkal adalah salah satu kunci dari kesuksesan kehidupan.

Insya allah hati itu akan menunjukan pada hal yang baik, karena sesungguhnya badan, alam, lingkungan dan dunia ini seluruhnya adalah milik allah yang maha baik.

** wallahualam...

Tuesday, February 12, 2008

Saat Panggilan itu Datang

Bayangkan suatu saat kita dipanggil oleh atasan kita sementara kita saat itu tidak atau belum siap untuk menjawab panggilan tersebut. Bayangkan ketika saat itu atasan kita meminta pertanggung jawaban dari apa yang telah kita lakukan selama ini.

pasti kalang kabut, pasti saat itu kita kehabisan akal sehat dan tegang, tidak menentu tindakan dan tidak tahu apa yang harus diperbuat. Kita akan bingung harus berkata apa dan bingung harus memberikan jawaban apa pada atasan kita.

beruntung pegawai, pekerja, bawahan yang selalu sadar bahwa dia memang sedang bekerja. berbahagialah pegawai yang setiap saatnya selalu ingat akan semua tugasnya. beruntung pegawai yang setiap waktu yang dilaluinya ia isi terus dengan peningkatan prestasi dan keilmuan pekerjaannya. kapanpun dan dimanapun ia dipanggil oleh atasannya, ia siap dan mampu memenuhi panggilan atasannya tersebut.

Bayangkan klo atasan yang memanggil kita adalah allah, yang maha atasan, yang kantornya ya bumi ini, yang tempat kekuasaannya semua alam semesta ini. Panggilannya juga yang maha panggilan, bukan menyetor kerjaan, tapi panggilan untuk menghadap dan mempertanggung jawabkan semua amalan kita.

Beruntung orang yang kapanpun ia dipanggil saat itu sedang dalam kebaikan, tenang dan tentram hatinya saat menghadap sang Pemilik.

Sebaliknya merugi orang yang saat dipanggil sang khalik ia sedang dalam melaksanakan kemaksiatan, dalam keadaan yang sangat jauh dari allah... naudzu billah...

''allahumma hawwin alaina fii sakaratil mauut...
ya allah bantu kami saat maut kami menjemput....

***

Monday, February 11, 2008

"Beruntung orang yang paling panjang usianya dan panjang juga amalannya, merugi orang yang panjang usianya, panjang juga keburukannya..."

Rasul saw, pernah bersabda seperti hadist di atas. betapa memanfaatkan waktu memang sungguh suatu hal yang sulit. menghabiskan waktu paling mudah, tapi mengisi waktu yang habis itu dengan hal yang berguna sungguh paling tidak mudah

rasul ingatkan juga bahwa
.."selalu ingat yang lima sebelum yang lima, ... waktu senggangmu sebelum waktu sibukmu..."

entah berapa detik yang terlalui dengan tanpa menghasilkan sesuatu yang berguna. entah berapa jam yang dihabiskan dengan menambah banyak kerugian, menumpuk maksiat atau menambah jarak kita dengan allah.

entah berapa hari yang kita lalui tanpa sedikitpun penambahan ilmu dan pengetahuan, entah berapa bulan rasa syukur kita selalu menipis dan semakin menipis.

***