Monday, October 8, 2007
sehat lahir, sehat batin juga
Badan yang lemah mengindikasikan kelemahan seseorang. sering kita melihat orang yang sakit menunjukkan bahwa ia adalah orang yang paling lemah dilingkungan sekitarnya.
Tapi tidak, sesungguhnya Syaikh Ahmad yasin (allahumma yarham) adalah seorang lumpuh yang mampu mengguncangkan kursi-kursi pejabat israel. sesungguhnya Hawking yang tidak bisa bergerak hanya jarinya saja adalah seorang nobelis fisika yang karyanya banyak dimanfaatkan oleh orang.
sakit menggugurkan dosa. beruntung orang yang allah uji dengan penyakit dalam tubuhnya. penyakit itu hakikatnya menjadi penghapus semua dosa penderitanya. Dahsyat, fir'aun seumur hidupnya allah berikan kesehatan yang dengan sehatnya itu ia terus mengumpulkan dosa. tapi nabi ayyub, allah berikan rezeki berupa penyakit menahun, karena dengan sakit itu ia benar-benar tahu akan arti kesabaran.
tapi jangan minta sakit. prajurit dan pengawal rasulullah yaitu para sahabat sebagian besar dari mereka adalah para lelaki tangguh yang pandai memainkan pedang dan mahir berkuda. berhijrah dan berkelana di padang pasir yang panas dan dinginnya udara badai gurun malam. sempurnanya rukun islam kita yang kelima, yaitu naik haji harus dibekali dengan kekuatan tubuh yang prima. jumrah, sai, wukuf semuanya harus sehat tubuh kita.
allah berfirman,
...janganlah kamu menjerumuskan dan dirimu dalam kesusahan.
sesungguhnya allah menghendaki kemudahan bagimu...
a, sehat ya, syafakallah...
Saturday, October 6, 2007
MOVe Up Publishing
MOVe Up Publishing, mudah-mudahan menjadi penyemangat bagi para penulis untuk
membuat sebuah buku, mengumpulkan semua suhuf-suhuf karya nya menjadi sebuah buku. masih penerbit gelap sih, Indie publishing, tapi mudah-mudahan kumpulan suhuf tersebut jadi miniatur mini bukunya sebelum diterbitkan.ada yang mau bukunya di terbitin?
klo teman, rekan, sahabat semua punya tulisan banyak (minimal bisa jadi 50 lembar A4) dan tulisan tetang apa aja yang berkaitan dengan motivasi, pengajak ke jalan kebaikan, kumpulan hikmah, tulisan tentang keilmuan dan pendidikan, bisa hubungi kami, move up publishing.
tulisannya nanti akan di edit, di kumpulkan dan di design sedemikian rupa sehingga... :) pastikan nanti dapat bentuk miniatur buku yang pra percetakan.
dengan beberapa teknik promosi dan pemasaran, nanti buku yang sudah dibentuk akan coba dipasarkan,
produk Move Up Publishing :
Menggenggam matahari penulis : Pipin Andriyanto\tebal : 214 halaman\ukuran : 11,3 x 18.3 cm
tertarik?
hubungi
Move Up Publishing
08569838421 (degum)
denygumbira@yahoo.com
Friday, October 5, 2007
bekal lebaran
seru juga nyiapin posko lebaran, cari2 data di internet, cari cari link
semuanya buat mempersiapkan kelancaran hari lebaran...
segala sesuatu mang harus dipersiapkan, kata Allah berbekallah...
dan subhanallah, kebetulan allah memberikan momen lebaran buat kita, karena lebaran banyak nilai takwa didalamnya...
siap-siap piket juga euy...
Ramadhan Is Dead...?
tambah terus tilawahnya, jangan nyerah untuk berniat bangun di malam hari, itikaf...
keluarin terus shadaqahnya...
terus lafalkan dzikir2nya
karena ramadhan not yet Dead
Thursday, September 27, 2007
cuci dulu mukenamu
kemarin ini yang seingat saya, masih di suasana bulan ramadhan. ya, kemarin tidak begitu lama dan ramadhan tahun ini baru berjalan beberapa hari kurang lebih seminggu saat saya melihat mukena itu,
mukena itu bersih, putih, bersinar sekali ditempa sinar matahari pagi itu. yang saya fikirkan, subhanallah tetanggaku benar-benar rajin. ia begitu memperhatikan kelangsungan ibadahnya, begitu sangat bersungguh-sungguh mengisi ramadhannya terbukti dengan baru hampir kurang seminggu ramadhan mukenanya sudah dicuci.
mukena itu memotivasi diriku. benda yang bersih tercuci itu seperti mengingatkan diriku untuk harus juga ikut membersihkan dulu diri ini. kayaknya enak klo setiap saat setiap jeda bulan ramadhan kita terus melakukan proses pencucian diri. seperti mukena yang dicuci tadi, si ibu tetangga kosan akan kembali sangat senang ketika shalat terawihnya, atao solat fardunya kembali dengan mukena yang baru, tambah khusu...
hati dan diri ini pun seperti mukena itu. kehusuanku akan terus berrtambah jika hati yang kupakai, jika badan yang ku gerakan selalu dicuci dan selalu bersih di bulan ramadhan ini.
mudah-mudahan istighfar, tilawah, infak, senyum, ikhlas, kerja keras ku selam bulan ramadhan ini jadi sabun pencuci dan perendam hati ini agar selalu bersih.
akh, ukh mudah2n antm/i juga ya. mukenanya cuci dulu ya. klo ane si ga pake mukena...
wallahu'alam
dah dua minggu romadhon 1428 H
Thursday, September 20, 2007
masih terus
Thursday, September 13, 2007
QS. Al-Ahzab 23 (hikmah di pagi itu...)
Diantara orang - orang mukmin itu ada orang - orang yang menepati apa yang telah mereka janjikan kepada allah ; maka diantara mereka ada yang gugur . Dan diantara mereka ada ( pula ) yang menunggu - nunggu dan mereka sedikitpun tidak merubah ( janjinya ) .
QS. Al Ahzab 23
seisi kosan, saya dan teman-teman yang lain paham betul bahwa hari itu dan pagi itu ada warga sekitar kosan yang berpulang kerahmatullah. betul saja
"assalamualaikum, innalillahi wainna ilaihi raajiuun, telah meninggal dunia .... "
pagi itu, baru saja saya niatkan untuk berusaha semaksimal mungkin menyambut dan beribadah menjelang ramadhan esok. lahir batin, meskipun banyak kekurangannya. berbahagia dan optimis menanti ramadhan, ... barangsiapa yang bergembira menyambut dan menanti bulan ramadhan, maka haram baginya api neraka...
pagi itu kemudian, ada si bibi yang rutin jual donat dan pisang goreng mampir ke kosan. "alhamdulillah de, masih bisa jualan besok agak sore mungkin datangnya..."
tiga kejadian di pagi hari itu, mengingatkan ku terhadap ayat yang tertera diatas. maaf jika penafsirannya salah, hanya sepertinya hikmah yang terkandung diayat tersbut sama dengan tiga kejadian tersebut.
orang pertama, tetanggaku yang meninggal pagi itu, jadi bagian orang yang menanti kemudian gugur. pagi itu semua orang, kita umat islam, menanti datangnya bulan agung yang memang sangat dinanti. rugi rasanya klo ga dapet bulan suci ramadhan. rugi karena tidak dapat kesempatan untuk menggandakan pahala kebajikan, rugi karena tidak mendapatkan kesempatan pemurahan dan pembebasan dari dosa-dosa karena kemurahan allah swt.
Terimakasih atas kesempatan yang Kau berikan, Ampuni aku, dan berkahi aku ya Allah...
dan orang ketiga, orang yang digolongkan kepada orang yang ragu-ragu. Kalau saja memang niatan pedagang dan si bibi-bibi yang lain memang benar-benar niat karena ibadah kepada allah, dan tidak sedikitpun dilalaikan dari menyembah kepadanya, golongan ini akan keluar dari golongan yang ragu-ragu tersebut. alangkah lebih baik puasa dan ramadhan benar-benar jadi koridor semua aktivitas yang kita lakukan. mencari nafkah untuk beribadah, berzakat, beraktivitas untuk kegiatan ummat, bekerja untuk kemaslahatan dan kabaikan masyarakat disekitar kita.
wallahualam
rabbanaa latuzigh quluubana...
Tuesday, September 11, 2007
masih sendiri
hebat, akhir akhir ini dan cukup lumayan sering saya dan teman berpergian dan pulang kembali ke kosan larut tengah malam, bahkan terkadang menginap diluar dan tidak pulang. kami sih sepakat kalimat tadi diatas, mumpung masih sendiri, ntar klo dah punya keluarga ga bisa sebebas ini
takut juga si menyakini faham tersebut, karena kata sahabat teman yang lain,
"mang iya klo dah keluarga ntar ga seperti ini, trus klo cari nafkah harus sampe pulang malem gimana?"
tapi kami yakin bahwa hidup ga boleh dibawa diam saja, jangan pernah mau diam dan tidak melakukan aktivitas apapun. mudah2an pulang malam-malam dan pergi sepanjang hari diluar ini dalam rangka beraktivitas, beribadah dan tidak diam.
iya, bergerak dan bekerja tersebut juga untuk kami persembahkan sebagai rasaya syukur pada allah, dan tentunya rasa syukur itu juga yang harus memaksa kami adil terhadap badan yang juga milki allah ini. tetap makan sehat, olahraga, berfikir positif dan terus mengolah otak dan insting ini untuk perubahan dan kemajuan
trus masalah dah nikah nanti? ... allah dah tahu apa yang terbaik buat kami.
ya, .."allah pasti akan menolong hambanya yang bertawakal kepadanya..."
kami yakin itu.
masalahnya, tinggal nikahnya kapan?....
wallahualam, subhanallah, alhamdulillah, astagfirullah,..allahuakbar
Monday, September 10, 2007
marhaban ya ramadhan....
waktu itu acara dimulai pukul 10:30 hari senin, h min 3 masuk puasa. acara pertama diisi oelh penampilan lagu-lagu islami dan rohani, seru malahan pa kepala saya ikut nyanyi dan subhanallah bagus juga suaranya. jadi pengen nyumbangin nasyid juga...!
acara berikutnya sambutan dari bapak kepala juga selaku ketua panitia acara tersebut. beliau menyampaikan tujuan dari acara tesebut pada sambutannya. menjalin silaturami, meningkatkan etos kerja dan... cucurak!!!! (alias menyambut bulan suci ramadhan...)
dan acara berikutnya menarik juga, ada pa KH. Said amin yang memberikan tausyiah, pembekalan mejelang masuknya bulan suci ramadhan. kata beliau 2 hal yang harus kita dapat nanti di bulan ramadhan.
pertama, meningkatkan kekuatan modal spritual kita. modal spritual itu kata beliau seperti Spritual Question gitu.
kedua, keuletan kinerja kita juga harus tetap dan malah meningkat. jangan karena puasa justru malah melemah.
acara terakhir..... cucurak. makan-makan. subhanallahm tapi sayang hari ini hari terakhir saya puasa sunnah senin kemis menjelang ramadhan. ikut enak aja dah....
duh, anak-anak (sampein saya ama dia ya allah...)
waktu itu ada kisah ketika umat islam mengungsi di masjid kota ambon, mereka menemukan keterangan dari orang-orang nasrani bahwa sungguh pertahanan mereka umat islam sangat kuat.
padahal waktu itu masjid tidak terlalu dijaga sebagai mana layaknya penjagaan yang ketat di benteng-benteng pertahanan. mereka umat nasrani berkisah, :
..." ketika kami hendak menyerang mesjid dikota ambon itu, mata kami disilaukan dengan cahaya putih di sekeliling gerbang masjid tersebut. dan kami ciut nyali saat itu juga, dan yang membuat kami heran dan malu saat itu juga, penjaga keliling masjid itu adalah anak-anak kecil yang berbaris rapih berlapis-lapis dan seperti siap menjaga masjid mereka dari serangan kami...."
kisah tadi berulang menurutku ketika kemarin aku mengikuti pawai ramadhan di kotaku di bogor. tapi memang bukan kisah diserangnya masjid oleh umat nasrani, tapi kisah di mana anak-anak yang jadi tokoh kisah ceritanya.
pagi itu blom atau tidak terlalu ramai, mungkin sepertinya pasukan iring-iringan kami akan tidak dipenuhi oleh orang lain. dan alah sebabnya ternyata saat itu kehushuan persiapan menjelang bulan suci ramadahan dikotaku di saingi oleh adanya iming-iming pembagian hadaih dadri salah satu kelompok dikota bogor juga.
maha berkehendak allah yang berkuasa menjadikan wakut kejadian acara tersebut bersamaan, tapi ketika itu memang hampir sebagian masyarakat juga tergoda untuk ikut acara jalan sehat dan bagi-bagi hadiah itu. dan maha suci allah juga hadiah yang dibagikan saat itu hadiah umrah juga,... ibu2 mana yang ga mau klo dapat umrah...
jadi paslah ketika pawai yang dipersiapkan menyambut ramadahan kemarin agak sepi dari ibu-ibu dan bapak-bapak yang biasanya antusias.
tapi, di kecamatan yang kutinggali, barisan kelompok kecamatan yang kuikuti kemarin, subhanallah ramai ternyata. aku di henyakkan oleh barisan anak-anak kecil yang bersemangat mengikuti pawai tersebut. allahuakbar, mereka bergembira ria mengikuti iring-iringan menyambut ramadan tersebut.
"de, ini roti buat makan...", sempat kusapa dan kuhampiri salah seoerang anak, dan menawarkan roti yang memang disiapkan oleh panitia saat itu.
"wah, terimakasih ka, itu buat kaka saja... " rombongan kami sudah membawanya itu bapak saya membawa banyak bekal..." anak itu menolak halus penawaran saya. Subhanallah
sejak itu juga saya yakin bahwa anak-anak adalah tempat untuk kita belajar. ceria, berkumpul bersama, bergembira menyambut ramadhan, suci murni, ga ikut iming-imingan hadiah, sabar, dan berani.
marhaban ya ramadhan....
Friday, September 7, 2007
sampein saya ama dia ya allah (....)
Khutbah Rasulullah SAW menyambut Bulan Ramadhan
“Wahai manusia, sungguh telah datang pada kalian bulan Allah dengan membawa berkah rahmat dan maghfirah. Bulan yang paling mulia di sisi Allah. Hari-harinya adalah hari-hari yang paling utama. Malam-malamnya adalah malam-malam yang paling utama. Jam demi jamnya adalah jam-jam yg paling utama.
Inilah bulan ketika kamu diundang menjadi tetamu Allah dan dimuliakan oleh-Nya. Di bulan ini nafas-nafasmu menjadi tasbih, tidurmu ibadah, amal-amalmu diterima dan doa-doamu diijabah. Bermohonlah kepada Allah Rabbmu dengan niat yang tulus dan hati yang suci agar Allah membimbingmu untuk melakukan shiyam dan membaca Kitab-Nya.
Celakalah orang yang tidak mendapat ampunan Allah di bulan yang agung ini. Kenanglah dengan rasa lapar dan hausmu, kelaparan dan kehausan di hari kiamat. Bersedekahlah kepada kaum fuqara dan masakin. Muliakanlah orang tuamu, sayangilah yang muda, sambungkanlah tali persaudaraanmu, jaga lidahmu, tahan pandanganmu dari apa yang tidak halal kamu memandangnya dan pendengaranmu dari apa yang tidak halal kamu mendengarnya. Kasihilah anak-anak yatim, niscaya dikasihi manusia anak-anak yatimmu.
Bertaubatlah kepada Allah dari dosa-dosamu. Angkatlah tangan-tanganmu untuk berdoa pada waktu shalatmu karena itulah saat-saat yang paling utama ketika Allah Azza wa Jalla memandang hamba-hamba-Nya dengan penuh kasih; Dia menjawab mereka ketika mereka menyeru-Nya, menyambut mereka ketika mereka memanggil-Nya dan mengabulkan doa mereka ketika mereka berdoa kepada-Nya.
Wahai manusia! Sesungguhnya diri-dirimu tergadai karena amal-amalmu, maka bebaskanlah dengan istighfar. Punggung-punggungmu berat karena beban (dosa)-mu, maka ringankanlah dengan memperpanjang sujudmu.
Ketahuilah, Allah Ta’ala bersumpah dengan segala kebesaran-Nya bahwa Dia tidak akan mengadzab orang-orang yang shalat dan sujud, dan tidak akan mengancam mereka dengan neraka pada hari manusia berdiri di hadapan Rabbal-alamin.
Wahai manusia, barangsiapa di antaramu memberi buka kepada orang-orang mukmin yang berpuasa di bulan ini, maka di sisi Allah nilainya sama dengan membebaskan seorang budak dan dia diberi ampunan atas dosa-dosa yang lalu.
(Seorang sahabat bertanya, “Ya Rasulullah, tidaklah kami semua mampu berbuat demikian.” Rasulullah meneruskan khotbahnya, “Jagalah dirimu dari api neraka walau pun hanya dengan sebiji kurma. Jagalah dirimu dari api neraka walau pun hanya dengan seteguk air.”)
Wahai manusia, siapa yang membaguskan akhlaknya di bulan ini, ia akan berhasil melewati Sirathal Mustaqim pada hari ketika kaki-kaki tergelincir. Siapa yang meringankan pekerjaan orang-orang yang dimiliki tangan kanannya (pegawai atau pembantu) di bulan ini, Allah akan meringankan pemeriksaan-Nya di hari kiamat. Barangsiapa menahan kejelekannya di bulan ini, Allah akan menahan murka-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya.
Barangsiapa memuliakan anak yatim di bulan ini, Allah akan memuliakanya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barangsiapa menyambungkan tali persaudaraan (silaturahmi) di bulan ini, Allah akan menghubungkan dia dengan rahmat-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barangsiapa memutuskan kekeluargaan di bulan ini, Allah akan memutuskan rahmat-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya.
Barangsiapa melakukan shalat sunat di bulan ini, Allah akan menuliskan baginya kebebasan dari api neraka. Barangsiapa melakukan shalat fardu baginya ganjaran seperti melakukan 70 shalat fardu di bulan lain.
Barangsiapa memperbanyak shalawat kepadaku di bulan ini, Allah akan memberatkan timbangannya pada hari ketika timbangan meringan. Barangsiapa di bulan ini membaca satu ayat Al-Quran, ganjarannya sama seperti mengkhatam Al-Quran pada bulan-bulan yang lain.
Wahai manusia! Sesungguhnya pintu-pintu surga dibukakan bagimu, maka mintalah kepada Tuhanmu agar tidak pernah menutupkannya bagimu. Pintu-pintu neraka tertutup, maka mohonlah kepada Rabbmu untuk tidak akan pernah dibukakan bagimu. Setan-setan terbelenggu, maka mintalah agar ia tak lagi pernah menguasaimu.”
(Aku –Ali bin Abi Thalib yang meriwayatkan hadits ini– berdiri dan berkata, “Ya Rasulullah, apa amal yang paling utama di bulan ini?” Jawab Nabi, “Ya Abal Hasan, amal yang paling utama di bulan ini adalah menjaga diri dari apa yang diharamkan Allah”.)