Friday, December 28, 2007

bisnis jaringan? why not

Semalam ada teman yang datang ke tempat saya, menawarkan sebuah bisnis yang cukup dikenal oleh masyarakat, oleh saya setidaknya. ya, saya sudah kurang lebih tiga kali mengikuti atau diajak oleh beberapa teman untuk mendengarkan presentasi bisnis tersebut, tiga kali juga saya diajak untuk bergabung dan tiga kali pula saya selalu menolaknya.

bisnis jaringan memang subhanallah, dari presesntasi bagian terakhir yang disampaikan, tentang rancana bisnis, wah bisa banyak lipatan keuntungan yang kita dapatkan dari lipatan dan tingkatan jaringan yang kita miliki.

"klo mas bisa punya jenjang yang ini, wah sebulan bisa dapet gaji sekian juta mas..."

wuih, menggiurkan...
Iya, dengan banyak jaringan dan rekan yang mendukung bisnis ini, memang keuntungan dan pasar yang ada akan semakin besar juga luas.

beberapa hal yang menjadi catatan saya setelah tiga kali mengikuti dan mendengarkan penawaran teman2 saya akan bisnis ini :

- silaturahim. jadi ingat ketika dulu mahasiswa dan punya banyak rekan yang berjuang bersama, ketika perasaan harus saling mengunjungi sangat besar. cari buku, cari makanan, cari teman, cari-cari yang lain juga. Atau bersilaturahim pada adik-adik kelas atau teman dan kakak kelas yang lain, hanya untuk menanyai kabar dan mengajak selalu untuk tetap ingat bahwa hidup harus selalu mulia.

bisnis jaringan memang mengharuskan seperti itu. cari-cari 0rang, cari-cari kesempatan berkumpul. cari-cari rekan yang bisa membuat bisnis ini besar.

"terimakasih sebelumnya mas. kami datang pada dasarnya silaturahim, tapi dibalik itu mas ,ada hal yang ingin disampaikan..." kata teman yang lain tadi malam.

Memang silaturahim memperbanyak rezeki dan memperpanjang umur. jangan ketinggalan ah.

- Barang, jasa dan ide bisnis yang ditawarkan. Kesehatan, ga pernah habis dibahas oleh umat manusia yang hidup memang. keren idenya. siapa orang yang ngga mau sehat. ga ada orang yang ga pernah sakit di dunia ini. dan sakit atau pertahanan kesehatan, harus ada caranya.
Para dokter dan ahli pengobatan kesehatan, selalu menjadi orang yang paling mulia memang.

"niscaya akan Kami tinggikan beberapa derajat orany yang beriman dan berpengetahuan diantara kamu..." Sabda Allah dalam Al-Quran

Weih, cari bisnis yang lain yang barangnya banyak dibutuhin dan selalu dibutuhin. laku dah. dan yang pasti yang bisa merancang barang atau jasa yang laku untuk dijual itu, adalah orang yang paling banyak keuntungannnya, pahala setidaknya.

memang ga pernah rugi klo orang punya banyak ilmu... banyak harta susah jaganya, banyak ilmu, weih, ilmu yang akan jaga kita. banyak belajar dan membaca yuk...

- Sistem dan jaringan itu sendiri. Berjamaah memang selalu lebih baik. Susah dan keruh memang hidup berjamaah, harus banyak sabarnya. tapi katanya ga jauh lebih baik dari pada sendiri meskipun ia hebat dalam kesendiriannya.
Perluas jaringan dengan silaturahim. cape dan lelah pasti klo banyak jalan dan silaturahim, tapi dibalik itu banyak hal yang akan didapat.

So, ayo cari bisnis yang seperti itu. Berjaringan, berproduk yang baik dengan menularkan banyak ide dan ilmu, dengan banyak2 silaturahim.

***

Doncry, da Wahyu, Suheri, Shauqi, pa Lalu jazakallah atas bagi pengalamannya. blom bergabung nih. masih coba rintis bisnis produk yang lain.

1 comment:

Anonymous said...

MLM boleh saja berasal dari barat. Namun, dalam praktek dan implementasinya, bisnis ini penuh nuansa Islam, baik silaturahmi, tolong menolong dan tawakal dalam merubah nasib.
Kata K.H Abdullah Gymnastiar, dalam tulisannya di Republika, rubrik Taushiyah, alat ukur keuntungan dalam berbisnis atau bekerja itu ada lima.

Pertama, keuntungan amal shaleh.

Kedua, keuntungan membangun nama baik.

Ketiga, keuntungan menambah ilmu, pengalaman dan wawasan.

Keempat, keuntungan membangun tali silahturahmi atau relasi yang baik.

Kelima, keuntungan yang tidak sekadar mendapatkan manfaat bagi diri sendiri, melainkan bagi banyak orang dan memuaskan orang lain.

Ternyata, dari lima alat ukur itu, semua terakomodir dalam bisnis MLM. Misalnya, keuntungan membangun relasi dan silaturahmi, merupakan hal pokok dalam bisnis MLM. Sebab, dalam bisnis MLM, dibangun atas dasar dua prinsip: menjual dan mensponsori orang lain ke dalam bisnis ini.

Kedua hal tersebut, hanya dapat dilakukan dengan melakukan silaturahmi (dalam MLM disebut home sharing, home meeting). Dalam silaturahmi itu, pelaku bisnis ini mempresentasikan tentang keunggulan produk maupun peluang bisnisnya untuk menjadi jutawan.
Silaturahmi, dalam bisnis MLM, dianjurkan dari orang-orang terdekat dahulu, seperti anggota keluarga dan sahabat. Kepada merekalah, kunjungan dilakukan untuk memperkenalkan bisnis ini. Lalu, dilanjutkan dalam aspek yang lebih luas, tetangga, relasi, maupun kenalan-kenalan baru.

Lagi-lagi dalam perspektif Islam, silaturahmi dan menjual, juga dianjurkan. Silaturahmi dalam hadis nabi yang diriwayatkan oleh Bukahri, “Siapa yang ingin murah rezekinya dan panjang umurnya maka hendaklah ia mempererat hubungan silaturahmi”. Begitupun saat ditanya oleh sahabatnya tentang usaha yang terbaik, Rasullah menjawab: kerja dengan seseorang dan semua jual beli yang mabrur.
salam
Ingin lebih tahu tentang bisnis jaringan ? kunjungi webku ya : )

deni
www.sagainbiz.web.id