Wednesday, October 17, 2007

Taqwa Terus Yuk...

Assalamualaikum


Wahai umat islam. Predikat kita yang allah berikan sebagai orang beriman sudahkah kau benar-benar perhatikan. Hari ini hari dimana kita dihentikan oleh allah dari kewajiban berpuasa adalah bukti predikat keimanan kita.


Bukankah allah telah beriman :

”wahai orang yang beriman telah diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu menjadi orang yang bertaqwa.”


Keimanan kita seharusnya menjadi berubah menaik predikatnya. Allah menjanjikan kita menempati posisi orang yang bertaqwa. Puasa yang kita lakukan menjadikan para pelakunya menjadi orang yang bertaqwa. Iman lalu taqwa.


Taqwa dalam arti yang sangat sederhana berarti kita merasa takut. Puasa memang melatih kita untuk merasa takut. Umat islam di bulan puasa seperti memasuki sebuah sekolah besar dimana hukum tidak terlihat berlaku saat itu. Orang dengan malu yang ia tampakan jika melanggar perintah puasa. Ia harus menutup jendela atau pintunya jika perutnya tidak merasa kuat untuk menahan lapar. Subhanallah, orang jadi takut merokok didepan umum jika saat itu hari puasa. Ramadhan memang membuat kita merasa takut atau paling tidak malu jika kita melanggar perintah allah.


Wahai umat islam, gimana kabar predikatmu?. Semoga allah membuat diri kita menjadi orang yang selalu takut disetiap kesempatan. Takut ketika allah menyuruh kita meninggalkan maksiat. Iman sebagai predikat awal kita memang mengharuskan untuk selalu di up grade menjadi taqwa. Ketika kita hanya beriman dan percaya saja pada allah maka, kesempurnaan kita sebagai umat islam tidak akan nampak. Ibadah yang kita lakukan apapun namanya pada dasarnya adalah melatih diri kita untuk meng up grade diri kita. Ibadah meningkatkan ketaqwaan kita pada allah. Shalat contohnya menjalankan perintah allah sehingga kita menjadi taqwa. Dan puasa lebih khusus allah berikan kepada kita untuk membuat diri kita benar-benar meng up grade diri kita menjadi orang yang takut dan taqwa dengan alasan yang telah disebutkan di atas tadi.


Saudaraku seiman, yo jadi taqwa. Taqwa yang berkelanjutan. Taqwa yang allah suruh untuk selalu menghiasi seluruh kehidupan kita. Puasa ramadhan telah usai tetapi ibadah yang lain selalu menolong kita menuju predikat taqwa. Kata Allah :


”wahai orang yang beriman, bertaqwalah kamu, dan hendaklah setiap diri kamu memperhatikan apa yang akan diperbuatnya untuk esok hari. Dan bertaqwalah kepada Allah, sesungguhnya allah mengetahui apa yang kamu perbuat...”


Ga ada kata lain, ingatan allah untuk selalu meng up grade predikat kita selalu harus kita lakukan. Rencanakan agenda taqwa lain setelah berpuasa ramadhan. Shalat sunnah, puasa sunnah, shadaqah, silaturahim, kerja ikhlas dan cerdas, shalat malam, membantu orang... semuanya ibadah yang akan membantu kita meningkatkan predikat kita.


Dirumah, 2 syawal 1428 H

Wednesday, October 10, 2007


my heart

Sungguh beruntung insan yang memiliki hati yang lembut dan benar-benar memiliki kesadaran untuk selalu berhati-hati dalam mengelola hati. Hati yang lembut membuat semua nilai-nilai kebaikan dan pahala akan selalu mengalir bagi dirinya. Dan hati yang terkelola akan selalu membuat sipemiliknya menjadi orang yang selalu bersyukur atas apapun yang terjadi pada dirinya.

astagfirullah.... ya rabb penguasa hati, teguhkan hati ini pada agama Mu
tunjukan pada kami yang benar itu benar dan bantu kami dalam melaksanakan kebenaran itu
tunjukan pada kami yang salah itu salah dan tolong kami untuk menghidari kesalahan itu

Monday, October 8, 2007

sehat lahir, sehat batin juga

sesungguhnya kekuatan yang sebenarnya adalah kekuatan ruh... (hadist)

Badan yang lemah mengindikasikan kelemahan seseorang. sering kita melihat orang yang sakit menunjukkan bahwa ia adalah orang yang paling lemah dilingkungan sekitarnya.
Tapi tidak, sesungguhnya Syaikh Ahmad yasin (allahumma yarham) adalah seorang lumpuh yang mampu mengguncangkan kursi-kursi pejabat israel. sesungguhnya Hawking yang tidak bisa bergerak hanya jarinya saja adalah seorang nobelis fisika yang karyanya banyak dimanfaatkan oleh orang.

sakit menggugurkan dosa. beruntung orang yang allah uji dengan penyakit dalam tubuhnya. penyakit itu hakikatnya menjadi penghapus semua dosa penderitanya. Dahsyat, fir'aun seumur hidupnya allah berikan kesehatan yang dengan sehatnya itu ia terus mengumpulkan dosa. tapi nabi ayyub, allah berikan rezeki berupa penyakit menahun, karena dengan sakit itu ia benar-benar tahu akan arti kesabaran.

tapi jangan minta sakit. prajurit dan pengawal rasulullah yaitu para sahabat sebagian besar dari mereka adalah para lelaki tangguh yang pandai memainkan pedang dan mahir berkuda. berhijrah dan berkelana di padang pasir yang panas dan dinginnya udara badai gurun malam. sempurnanya rukun islam kita yang kelima, yaitu naik haji harus dibekali dengan kekuatan tubuh yang prima. jumrah, sai, wukuf semuanya harus sehat tubuh kita.
allah berfirman,
...janganlah kamu menjerumuskan dan dirimu dalam kesusahan.
sesungguhnya allah menghendaki kemudahan bagimu...

a, sehat ya, syafakallah...

Saturday, October 6, 2007

MOVe Up Publishing

menerbitkan buku, sebuah keinginan dan cita-cita yang sangat besar. alhamdulillah untuk saat ini hanya sampai sebatas membuat dan menerbitkan tulisan orang lain. tulisan sendiri belum bisa untuk diterbitkan.

MOVe Up Publishing, mudah-mudahan menjadi penyemangat bagi para penulis untuk membuat sebuah buku, mengumpulkan semua suhuf-suhuf karya nya menjadi sebuah buku. masih penerbit gelap sih, Indie publishing, tapi mudah-mudahan kumpulan suhuf tersebut jadi miniatur mini bukunya sebelum diterbitkan.

ada yang mau bukunya di terbitin?

klo teman, rekan, sahabat semua punya tulisan banyak (minimal bisa jadi 50 lembar A4) dan tulisan tetang apa aja yang berkaitan dengan motivasi, pengajak ke jalan kebaikan, kumpulan hikmah, tulisan tentang keilmuan dan pendidikan, bisa hubungi kami, move up publishing.

tulisannya nanti akan di edit, di kumpulkan dan di design sedemikian rupa sehingga... :) pastikan nanti dapat bentuk miniatur buku yang pra percetakan.

dengan beberapa teknik promosi dan pemasaran, nanti buku yang sudah dibentuk akan coba dipasarkan,

produk Move Up Publishing :

Menggenggam matahari

penulis : Pipin Andriyanto\tebal : 214 halaman\ukuran : 11,3 x 18.3 cm

tertarik?
hubungi

Move Up Publishing
08569838421 (degum)
denygumbira@yahoo.com

Friday, October 5, 2007

bekal lebaran

berbekal lah, dan sebaiknya bekal adalah takwa...

seru juga nyiapin posko lebaran, cari2 data di internet, cari cari link
semuanya buat mempersiapkan kelancaran hari lebaran...

segala sesuatu mang harus dipersiapkan, kata Allah berbekallah...
dan subhanallah, kebetulan allah memberikan momen lebaran buat kita, karena lebaran banyak nilai takwa didalamnya...

siap-siap piket juga euy...

Ramadhan Is Dead...?

bulan ramadhan, tinggal seminggu lagi. tapi semangat ramadhan harus terus menyala sepanjang tahun

tambah terus tilawahnya, jangan nyerah untuk berniat bangun di malam hari, itikaf...
keluarin terus shadaqahnya...
terus lafalkan dzikir2nya

karena ramadhan not yet Dead

Thursday, September 27, 2007

cuci dulu mukenamu

kemarin-kemarin, ntah kapan harinya karena saya agak lupa, saya berfikir keras melihat sebuah mukena yang dijemur di tempat penjemuran didepan kosan. bukan di depan kosan banget, tapi depan rumah samping kosan saya.

kemarin ini yang seingat saya, masih di suasana bulan ramadhan. ya, kemarin tidak begitu lama dan ramadhan tahun ini baru berjalan beberapa hari kurang lebih seminggu saat saya melihat mukena itu,

mukena itu bersih, putih, bersinar sekali ditempa sinar matahari pagi itu. yang saya fikirkan, subhanallah tetanggaku benar-benar rajin. ia begitu memperhatikan kelangsungan ibadahnya, begitu sangat bersungguh-sungguh mengisi ramadhannya terbukti dengan baru hampir kurang seminggu ramadhan mukenanya sudah dicuci.

mukena itu memotivasi diriku. benda yang bersih tercuci itu seperti mengingatkan diriku untuk harus juga ikut membersihkan dulu diri ini. kayaknya enak klo setiap saat setiap jeda bulan ramadhan kita terus melakukan proses pencucian diri. seperti mukena yang dicuci tadi, si ibu tetangga kosan akan kembali sangat senang ketika shalat terawihnya, atao solat fardunya kembali dengan mukena yang baru, tambah khusu...

hati dan diri ini pun seperti mukena itu. kehusuanku akan terus berrtambah jika hati yang kupakai, jika badan yang ku gerakan selalu dicuci dan selalu bersih di bulan ramadhan ini.
mudah-mudahan istighfar, tilawah, infak, senyum, ikhlas, kerja keras ku selam bulan ramadhan ini jadi sabun pencuci dan perendam hati ini agar selalu bersih.

akh, ukh mudah2n antm/i juga ya. mukenanya cuci dulu ya. klo ane si ga pake mukena...

wallahu'alam
dah dua minggu romadhon 1428 H

Thursday, September 20, 2007

masih terus

...karena kita tidak tahu amal mana yang menurut Allah layak untuk di jadikan amal terbaik kita...


Thursday, September 13, 2007

QS. Al-Ahzab 23 (hikmah di pagi itu...)

Diantara orang - orang mukmin itu ada orang - orang yang menepati apa yang telah mereka janjikan kepada allah ; maka diantara mereka ada yang gugur . Dan diantara mereka ada ( pula ) yang menunggu - nunggu dan mereka sedikitpun tidak merubah ( janjinya ) .

QS. Al Ahzab 23


pagi itu, baru saja selesai merapihkan baju didepan cermin di kamar, suara tabuhan bedug di mushola samping kosan bertalu dan bertabuh hampir satu menit lamanya.

seisi kosan, saya dan teman-teman yang lain paham betul bahwa hari itu dan pagi itu ada warga sekitar kosan yang berpulang kerahmatullah. betul saja

"assalamualaikum, innalillahi wainna ilaihi raajiuun, telah meninggal dunia .... "


pagi itu, baru saja saya niatkan untuk berusaha semaksimal mungkin menyambut dan beribadah menjelang ramadhan esok. lahir batin, meskipun banyak kekurangannya. berbahagia dan optimis menanti ramadhan, ... barangsiapa yang bergembira menyambut dan menanti bulan ramadhan, maka haram baginya api neraka...

pagi itu kemudian, ada si bibi yang rutin jual donat dan pisang goreng mampir ke kosan. "alhamdulillah de, masih bisa jualan besok agak sore mungkin datangnya..."


tiga kejadian di pagi hari itu, mengingatkan ku terhadap ayat yang tertera diatas. maaf jika penafsirannya salah, hanya sepertinya hikmah yang terkandung diayat tersbut sama dengan tiga kejadian tersebut.


orang pertama, tetanggaku yang meninggal pagi itu, jadi bagian orang yang menanti kemudian gugur. pagi itu semua orang, kita umat islam, menanti datangnya bulan agung yang memang sangat dinanti. rugi rasanya klo ga dapet bulan suci ramadhan. rugi karena tidak dapat kesempatan untuk menggandakan pahala kebajikan, rugi karena tidak mendapatkan kesempatan pemurahan dan pembebasan dari dosa-dosa karena kemurahan allah swt.


orang kedua, meskipun saya ragu memposisikan saya pada posisi ini, adalah orang yang Allah tepati janjinya. dahsyat, suasana lingkungan dan hati sepertinya berubah menjadi syahdu ketika azan magrib sore hari pertama bulan ramadhan terdengar ditelinga. Allah, aku akan penuhi sebaik-baiknya semua panggilan dan suruhan Mu.
Terimakasih atas kesempatan yang Kau berikan, Ampuni aku, dan berkahi aku ya Allah...


dan orang ketiga, orang yang digolongkan kepada orang yang ragu-ragu. Kalau saja memang niatan pedagang dan si bibi-bibi yang lain memang benar-benar niat karena ibadah kepada allah, dan tidak sedikitpun dilalaikan dari menyembah kepadanya, golongan ini akan keluar dari golongan yang ragu-ragu tersebut. alangkah lebih baik puasa dan ramadhan benar-benar jadi koridor semua aktivitas yang kita lakukan. mencari nafkah untuk beribadah, berzakat, beraktivitas untuk kegiatan ummat, bekerja untuk kemaslahatan dan kabaikan masyarakat disekitar kita.


wallahualam
rabbanaa latuzigh quluubana...

Tuesday, September 11, 2007

masih sendiri

"mumpung masih sendirian..."

hebat, akhir akhir ini dan cukup lumayan sering saya dan teman berpergian dan pulang kembali ke kosan larut tengah malam, bahkan terkadang menginap diluar dan tidak pulang. kami sih sepakat kalimat tadi diatas, mumpung masih sendiri, ntar klo dah punya keluarga ga bisa sebebas ini

takut juga si menyakini faham tersebut, karena kata sahabat teman yang lain,
"mang iya klo dah keluarga ntar ga seperti ini, trus klo cari nafkah harus sampe pulang malem gimana?"

tapi kami yakin bahwa hidup ga boleh dibawa diam saja, jangan pernah mau diam dan tidak melakukan aktivitas apapun. mudah2an pulang malam-malam dan pergi sepanjang hari diluar ini dalam rangka beraktivitas, beribadah dan tidak diam.

iya, bergerak dan bekerja tersebut juga untuk kami persembahkan sebagai rasaya syukur pada allah, dan tentunya rasa syukur itu juga yang harus memaksa kami adil terhadap badan yang juga milki allah ini. tetap makan sehat, olahraga, berfikir positif dan terus mengolah otak dan insting ini untuk perubahan dan kemajuan

trus masalah dah nikah nanti? ... allah dah tahu apa yang terbaik buat kami.
ya, .."allah pasti akan menolong hambanya yang bertawakal kepadanya..."
kami yakin itu.

masalahnya, tinggal nikahnya kapan?....
wallahualam, subhanallah, alhamdulillah, astagfirullah,..allahuakbar