Al-Qur'an jadi bacaan favorit bulan ini. Sholat tarawih, ceramah-ceramah dan kultum para ustadz, nyanyian, bacaan-bacaan dan tulisan semuanya hampir bersumber pada Al-Qur'an.
Yang paling ngetop surat Al-Baqarah ayat 183, tentang perintah wajib puasa ramadhan. lainnya surat alfatihah, trus surat-surat pendek juz 30 dari surat At-Takatsur sampai surat An-nnas, yang dibaca imam saat sholat tarawih.
Al-Quran enak dibaca, apa lagi ketika kondisi hati, bagusnya bacaan dan suasananya tepat. Suara imam yang merdu, ketika shalat berjamaah menjadi pembuat khusu shalat kita. masjid yang tenang, lingkungan yang mendukung ditambah dengan bacaan Al-qur'an atau kalimat Allah lainnya membuat kita betah berlama-lama didalamnnya. saking betahnya sampai ngantuk.. :)
Al-Quran, Lingkungan, alam, ramadhan, menjadi Ayat-ayat Allah yang semuanya harus semampu mungkin kita baca dengan benar. Jaminannya, subhanallah, ketenangan, petunjuk dan kemampuan menangarungi hidup.
allahummarhamna bil qur'aan...
Wallahu'alam...
Tuesday, September 9, 2008
Monday, September 8, 2008
Friday, September 5, 2008
Takut...
"takwa ialah seperti kita berjalan ditengah jalan yang penuh duri dan rintangan. kita akan berhati-hati dan waspada bagaimana agar kita selamat dan sampai ditengah tujuan"..
(Sahabat ra)
beruntung orang yang punya rasa takut. karena rasa takut membuat kita menjadi berhati-hati. lebih beruntung lagi orang yang punya rasa takut yang termanajemeni dengan baik. karena sungguh agak aneh ketika seseaorang tidak sama sekali punya rasa takut, apalagi ketika takutnya tidak termanajemeni.
Takut termanajemeni? orang ini akan bagus hasil pekerjaannya, telaten, tekun,tenang sertasabar.
Orang yang takut termanajemeni adalah orang yang selalu merasa yakin bahwa ada sesorang yang selalu mengawasinya. Ada orang yang selalu peduli kepadanya, adaorang yang ia yakinibahwa ia berbuat tidak lain jga atau memang karenanya.
Teman, masyarakat,orang tua, saudara adalah orang yang selal ada dan sering melihat kita. Takutlah ketika kita tidak bisa melakukan yang terbaik dan optimal dari dirikita. takutlah ketika kita hanya berbuat demimemkirkan diri kita.Orang-orang yang kekuranangan,orang kelemahan lebih patut kita fikirkan dibandingkan dengan kesenangann kita sendiri seenaknya.
teman yang banyak membantu kita, harus benar-benar kita perlakukan sebagaimana kita diri kita sendiri, atau saudara kandung kita sendiri. Mengecewakan,membuat terluka hatinya sejauh mungkn kita hidari. Takutlah ketika kita menjadi orang yang berbahaya dan merugikan bagi orang lain, saudara atau teman kita.
Maha suci Allah yang telah menciptakan rasa pada manusia, termasuk rasa takut. Allah lah juga yang patut kita takuti amat sangat. takut ketika semua nikmat yang ia berikan dan kesempatan kita sia-siakan da lengahkan untuk kita syukuri. Takutlah ketika hati kita tebal dan kaku ketika memenuhi panggilannya, takut ketika kit tidak bisa melakukan perintahnya. Allah adalah pelindung dan pencukup segala sesuatu. Hasbunallah, wanikmal wakill...
Wallahu'alam,
Alhamdulillah, astagfirullah....
(Sahabat ra)
beruntung orang yang punya rasa takut. karena rasa takut membuat kita menjadi berhati-hati. lebih beruntung lagi orang yang punya rasa takut yang termanajemeni dengan baik. karena sungguh agak aneh ketika seseaorang tidak sama sekali punya rasa takut, apalagi ketika takutnya tidak termanajemeni.
Takut termanajemeni? orang ini akan bagus hasil pekerjaannya, telaten, tekun,tenang sertasabar.
Orang yang takut termanajemeni adalah orang yang selalu merasa yakin bahwa ada sesorang yang selalu mengawasinya. Ada orang yang selalu peduli kepadanya, adaorang yang ia yakinibahwa ia berbuat tidak lain jga atau memang karenanya.
Teman, masyarakat,orang tua, saudara adalah orang yang selal ada dan sering melihat kita. Takutlah ketika kita tidak bisa melakukan yang terbaik dan optimal dari dirikita. takutlah ketika kita hanya berbuat demimemkirkan diri kita.Orang-orang yang kekuranangan,orang kelemahan lebih patut kita fikirkan dibandingkan dengan kesenangann kita sendiri seenaknya.
teman yang banyak membantu kita, harus benar-benar kita perlakukan sebagaimana kita diri kita sendiri, atau saudara kandung kita sendiri. Mengecewakan,membuat terluka hatinya sejauh mungkn kita hidari. Takutlah ketika kita menjadi orang yang berbahaya dan merugikan bagi orang lain, saudara atau teman kita.
Maha suci Allah yang telah menciptakan rasa pada manusia, termasuk rasa takut. Allah lah juga yang patut kita takuti amat sangat. takut ketika semua nikmat yang ia berikan dan kesempatan kita sia-siakan da lengahkan untuk kita syukuri. Takutlah ketika hati kita tebal dan kaku ketika memenuhi panggilannya, takut ketika kit tidak bisa melakukan perintahnya. Allah adalah pelindung dan pencukup segala sesuatu. Hasbunallah, wanikmal wakill...
Wallahu'alam,
Alhamdulillah, astagfirullah....
Thursday, September 4, 2008
Menulis Lagi....
Ngeblog lagi??? dahsyat sudah lama tidak menulis di blog ini. aktivitas yang banyak, fikiran yang mumet membuat tangan sepertinya susah untuk bergerak. tangan ini mati ketika fikiraan dan semangat untuk menulis melemah. entah karena lemah semangat, malas atau memang karena sedikitnya waktu. Atau memang juga karena malas bahwa blog ini ga ada yang baca.
Nulis jadi aktivitas yang menyenangkan sebenarnya. enak rasanya ketika bisa menumpahkan isi hati ini. menulis menjadi refresh otak sebenarnya ketika kita kembali mengingat dan menumpahkan kembali semua kejadian yang telah terjadi di depan kita. fikiran kita sebenarnya tidak harus mumet ketika kita bisa terus menulis, karena dengan menulis semua unek-unek akan tersamapaikan.
malas menulis sebenarnya tidak boleh terjadi. menulis adalah aktivitas dan pekerjaan. suengguh mulia orang yang bekerja maka sungguh mulia juga orang yang menulis. menulis yang berisi kebaikan sungguh terlebih mulia lagi. tidak ada alasan untuk malas menulis. kemalasan adalah salah satu sifat buruk yang dibisikan setan. Mungkin kita sedang jenuh untuk menulis, karena kita kurang ilmu, kurang isi atau memang ruhani kita sedang kurang. maka jenuh lawanlah dengan banyak bervariasi tulisan. Puisi, lagu, cerpen, berita, mengutip kata orang lain, menanggapi berita orang lain atau yang lain sebagainya. Perbanyak membaca buku untuk menambah isi fikiran dan pengetahuan. tulis isi singkat buku yang pernah kita baca barang sedikitpun. Dan isi ruhiyah yang paling penting. Ketika ruhiayah tinggi sedikitpun tulisan yang kita buat maka sedikit itu juga kita yakin bahwa kita benar-benar akan mendapatkan balasan yang baik dari Allah. Apalagi kalau yang kita tulis lebih banyak dan lebih baik.
Sedikitnya waktu, bisa diatasi dengan membuat jadwal rutin yang bisa kita isi untuk menulis. Pagi hari, sebelum tidur, saat istirahat bekerja, saat senggang bisa kita gunakan untuk menulis. sehari satu paragraf, seminggu satu karangan, sebulan satu bab, setahun satu buku, subhanallah...
Allah paling tahu isi hati kita.ketika kita ingin tulisan kita dibaca orang maka tulisan kita akan dibaca orang. dan ketika kita ingin agar tulisan kita tidak dibaca orang, maka allah pun maha tahu dan akan membuat tulisan kita tidak dibaca orang. boleh jadi suatu yang baik itu buruk buat kita dan boleh jadi suatu yang buruk itu baik buat kita. yang dilihat cuma prosesnya. terus menulis karena ada sesuatu yang mungkin kita tidak bisa tahu apa makna dibalik menulis itu. meskipun cuma sedikit.
dan menulis yang baik, mengisi waktu dengan yang baik, menjauhkan dari sifat malas, berbaik sangka selalu menjadi point plus kita.
Selamat menulis kembali.
Nulis jadi aktivitas yang menyenangkan sebenarnya. enak rasanya ketika bisa menumpahkan isi hati ini. menulis menjadi refresh otak sebenarnya ketika kita kembali mengingat dan menumpahkan kembali semua kejadian yang telah terjadi di depan kita. fikiran kita sebenarnya tidak harus mumet ketika kita bisa terus menulis, karena dengan menulis semua unek-unek akan tersamapaikan.
malas menulis sebenarnya tidak boleh terjadi. menulis adalah aktivitas dan pekerjaan. suengguh mulia orang yang bekerja maka sungguh mulia juga orang yang menulis. menulis yang berisi kebaikan sungguh terlebih mulia lagi. tidak ada alasan untuk malas menulis. kemalasan adalah salah satu sifat buruk yang dibisikan setan. Mungkin kita sedang jenuh untuk menulis, karena kita kurang ilmu, kurang isi atau memang ruhani kita sedang kurang. maka jenuh lawanlah dengan banyak bervariasi tulisan. Puisi, lagu, cerpen, berita, mengutip kata orang lain, menanggapi berita orang lain atau yang lain sebagainya. Perbanyak membaca buku untuk menambah isi fikiran dan pengetahuan. tulis isi singkat buku yang pernah kita baca barang sedikitpun. Dan isi ruhiyah yang paling penting. Ketika ruhiayah tinggi sedikitpun tulisan yang kita buat maka sedikit itu juga kita yakin bahwa kita benar-benar akan mendapatkan balasan yang baik dari Allah. Apalagi kalau yang kita tulis lebih banyak dan lebih baik.
Sedikitnya waktu, bisa diatasi dengan membuat jadwal rutin yang bisa kita isi untuk menulis. Pagi hari, sebelum tidur, saat istirahat bekerja, saat senggang bisa kita gunakan untuk menulis. sehari satu paragraf, seminggu satu karangan, sebulan satu bab, setahun satu buku, subhanallah...
Allah paling tahu isi hati kita.ketika kita ingin tulisan kita dibaca orang maka tulisan kita akan dibaca orang. dan ketika kita ingin agar tulisan kita tidak dibaca orang, maka allah pun maha tahu dan akan membuat tulisan kita tidak dibaca orang. boleh jadi suatu yang baik itu buruk buat kita dan boleh jadi suatu yang buruk itu baik buat kita. yang dilihat cuma prosesnya. terus menulis karena ada sesuatu yang mungkin kita tidak bisa tahu apa makna dibalik menulis itu. meskipun cuma sedikit.
dan menulis yang baik, mengisi waktu dengan yang baik, menjauhkan dari sifat malas, berbaik sangka selalu menjadi point plus kita.
Selamat menulis kembali.
Tuesday, August 5, 2008
Marhaban Yaa Ramadhan...
Menyapa Lebih Dahulu Sebelum di sapa
Menjelang Ramadhan, di bulan Sya'ban Rasulullah saw memperbanyak melakukan puasa sunnah. Aisyah ra meriwayatkan, "Aku tidak melihat beliau lebih banyak puasanya di luar Ramdhan selain pada Bulan Sya'ban." (HR. Bukhari)
Mengapa Rasulullah saw melakukan itu? Aisyah ra, istri beliau tidak menjelaskannya dalam hadist itu. Tetapi dalam riwayat yang lain Anas menuturkan, bahwa Rasulullah saw ditanya oleh seseorang, "Puasa Sya'ban untuk menghormati Ramadhan." (HR. Turmudzi). Mungkin karena itu maka beliau banyak melakukan puasa di bulan Sya'ban. Beliau ingin "menyapa" Ramadhan.
Dan disaat memasuki Ramadhan, beliau mengkhususkan diri dengan banyak membaca Al Qur'an. Yang beliau lakukan ini kemudian diikuti oleh para ulama. Mereka bahkan meninggalkan majelis fatwa dan halaqah-halaqah ilmu, begitu pula kegiatan belajar mengajar mereka. Itulah ala menyapa Ramadhan yang dilakukan Rasulullah saw dan para ulama untuk mendapatkan keberkahan dan keutamaannya. Mereka menyapa Ramadhan terlebih dahulu, sehingga wajar kalau Ramadhan pun menyapa mereka.
Rasulullah saw dan para sahabatnya serta orang-orang shalih yang mengikuti mereka, adalah orang-orang yang menyiapkan hati dan jiwa mereka menjelang Ramadhan. Karena itulah kita ikuti mereka. Kita lakukan itu dengan cara bertaubat kepada Allah swt, menyesali segala perbuatan yang melanggar perintah-Nya, bertekad untuk konsisten, taat kepada Nya, serta mulai memperbaiki diri untuk mendapatkan beragam anugerah di dalamnya adalah sapaan kita kepada Ramadhan. Karena Allah swt senantiasa memberi salam kepada setiap ruh yang baik, yang senantiasa berlama-lama dalam bersujud kepada-Nya, yang selalu berlama-lama ruku kepada Nya, dan menolak untuk ruku kepada selainNya. Maka tentu Ramadhan pun akan memberi salam kepada mereka yang senantiasa mempersiapkan diri untuk menyambut Ramadhan dengan taubat, membersihkan jiwa, puasa, bangun malam dan sebagainya.
Dalam sebauh hadist Rasulullah bersabda, "Sesungguhnya manusia yang paling utama di sisi Allah adalah yan memulai salam diantara mereka." (HR. Abu Daud). Maka agar kita menjadi manusia-manusia mulia, kita ucapkan salan dan kita sapa Ramadhan dengan kegembiraan, kesiapan fisik dan jiwa, dan dengan kekuatan iman agar Ramadhan juga menyapa kita.
Majalah Tarbawi, Edisi 141 Ramadhan 1427H
arsip :
10 Langkah persiapan menuju Ramadhan
Persiapan menjelang Ramadhan
Ihya' Ramadhan (Langkah menghidupkan Ramadhan)
Hadist Keutamaan Ramadhan
Menjelang Ramadhan, di bulan Sya'ban Rasulullah saw memperbanyak melakukan puasa sunnah. Aisyah ra meriwayatkan, "Aku tidak melihat beliau lebih banyak puasanya di luar Ramdhan selain pada Bulan Sya'ban." (HR. Bukhari)
Mengapa Rasulullah saw melakukan itu? Aisyah ra, istri beliau tidak menjelaskannya dalam hadist itu. Tetapi dalam riwayat yang lain Anas menuturkan, bahwa Rasulullah saw ditanya oleh seseorang, "Puasa Sya'ban untuk menghormati Ramadhan." (HR. Turmudzi). Mungkin karena itu maka beliau banyak melakukan puasa di bulan Sya'ban. Beliau ingin "menyapa" Ramadhan.
Dan disaat memasuki Ramadhan, beliau mengkhususkan diri dengan banyak membaca Al Qur'an. Yang beliau lakukan ini kemudian diikuti oleh para ulama. Mereka bahkan meninggalkan majelis fatwa dan halaqah-halaqah ilmu, begitu pula kegiatan belajar mengajar mereka. Itulah ala menyapa Ramadhan yang dilakukan Rasulullah saw dan para ulama untuk mendapatkan keberkahan dan keutamaannya. Mereka menyapa Ramadhan terlebih dahulu, sehingga wajar kalau Ramadhan pun menyapa mereka.
Rasulullah saw dan para sahabatnya serta orang-orang shalih yang mengikuti mereka, adalah orang-orang yang menyiapkan hati dan jiwa mereka menjelang Ramadhan. Karena itulah kita ikuti mereka. Kita lakukan itu dengan cara bertaubat kepada Allah swt, menyesali segala perbuatan yang melanggar perintah-Nya, bertekad untuk konsisten, taat kepada Nya, serta mulai memperbaiki diri untuk mendapatkan beragam anugerah di dalamnya adalah sapaan kita kepada Ramadhan. Karena Allah swt senantiasa memberi salam kepada setiap ruh yang baik, yang senantiasa berlama-lama dalam bersujud kepada-Nya, yang selalu berlama-lama ruku kepada Nya, dan menolak untuk ruku kepada selainNya. Maka tentu Ramadhan pun akan memberi salam kepada mereka yang senantiasa mempersiapkan diri untuk menyambut Ramadhan dengan taubat, membersihkan jiwa, puasa, bangun malam dan sebagainya.
Dalam sebauh hadist Rasulullah bersabda, "Sesungguhnya manusia yang paling utama di sisi Allah adalah yan memulai salam diantara mereka." (HR. Abu Daud). Maka agar kita menjadi manusia-manusia mulia, kita ucapkan salan dan kita sapa Ramadhan dengan kegembiraan, kesiapan fisik dan jiwa, dan dengan kekuatan iman agar Ramadhan juga menyapa kita.
Majalah Tarbawi, Edisi 141 Ramadhan 1427H
arsip :
10 Langkah persiapan menuju Ramadhan
Persiapan menjelang Ramadhan
Ihya' Ramadhan (Langkah menghidupkan Ramadhan)
Hadist Keutamaan Ramadhan
Friday, August 1, 2008
Kretaku tak berhenti lama.... (5th Edition)
Sabarnya Pa Muji
Subhanallah, Maha suci Allah yang sudah mempertemukan saya dengan pa Muji. Malam itu ketika seperti biasa saya pulang kembali ke tempat tinggal di bogor menggunakan kereta, Saya beruntung bisa bertemu dengan beliau.
Kereta yang penuh dengan sesak kembali saya temukan didalamnya pelajaran berharga . Kali ini ilmu itu datang dari seorang Bapak yang tidak terlalu tua namun cukup menjelang tua. Iya, perawakannnya cukup besar, tinggi, ideal. Namun wajahnya seperti wajah orang yang matang dengan pengalaman. Tenang air mukanya dan nampak diwajahnya tanda kesolehan.
Malam itu juga saya saksikan beliau turut berjamaah di mushola stasiun yang sepi jamaahnya. Beliau iman shalat isya malam itu dengan saya seorang makmumnya. Subhanallah, shalat di perjalanan pulang Bogor-Jakarta, jadi hal yang paling berat bagi saya yang selalu pulang sore hari. Kadang dengan terpaksa melewatkan shalat magrib tepat waktu bahkan harus ke isya, terkadang terpaksa harus isya tengah malam karena memang sedang dalam perjalanan.
Alhamdulillah, malam itu Allah kuatkan untuk melangkah ke mushola dan Allah takdirkan untuk ikut shalat berjamaah, mudah-mudahan Allah kuatkan kesabaran saya untuk selalu shalat berjamaah...
Kembali ke Pak Muji, Beliau awal berbicara ucapkan salam dan nama, Subhanallah jarang ada yang mau berbuat seperti ini kepada orang yang baru saja dikenalnya. Ketika berbicara dengan beliau penuh dengan ketawadhuan.
...”Alhamdulillah Pa Deni, Saya termasuk terlambat, sudah enam bulan ini istri saya mengandung setelah 8 tahun kami menikah... Salah satu jawaban beliau.
Dahsyat, 8 Tahun menikah baru dikaruniai anak?. Saya berfikir kurang shaleh apa ya Pa Muji sehingga Allah berkenan memberi putra sampai baru tahun ke pernikahannya.
... ”Alhamdulillah Pa Deni, saya tidak terlalu ngoyo seperti keluarga yang lain yang harus berobat, terapi kesana-sini". Beliau beralasan.
...”Saya tawakkal saja pada Allah, dan Alhamdulillah Allah masih memberikan kepaecayaan kepada saya... ” Bukti ketawadhuan dan kesalihan beliau berikutnya.
Dahsyat, subhanallah, sepanjang perjalanan dan selama kami mengobrol yang terucap di bibir pa Muji ini penuh dengan pujian pada Allah dan tampak sekali kerapihan dan keindahannya dalam menyusun kata. Tidak terlalu berlebihan, singkat, namun tetap jelas dan mudah dimengerti.
...”Kebetulan saja Pa Deni, saya ikut di pengajian Liqa itu, Saya senang mencari Ilmu, berkumpul dan berorganisasi ". Jawab beliau ketika saya tanya apa saja aktivitasnya.
Weih, benak saya memang selalu terus berputar menuju kelompok pengajian atau pergerakan atau partai islam jika melihat orang yang sholeh dan baik tindakannya. Dia ikutan Apa ya? Tarbiyah, orang Salaf, orang Ha Te, .. Jadi bahan renungan bagi saya, apa yang bisa saya lakukan buat umat, agama dan diri ini.
...”Saya lakukan semuanya karena ibadah Pa, cape bahkan tekor kalau seandainya tidak diniatkan kerena Allah....
***
Pa Muji orang yang shaleh juga sabar. Bahkan cerita cerita tentang kesabaran pamuji adalah salah satu keistimewaannya. Pernah terbayang di benak kita betapa kesabaran benar-benar membuahkan hasil?. Malam itu saya mendapatkan jawabannya dari Beliau.
Ternyata pa Muji yang malam itu menemani saya dalam perjalanan sampai stasiun sebelum bogor adalah seorang petugas satpam istimewa disebuah bank di Jakarta, dan tidak jauh dari tempat saya bekerja juga. Beliau Satpam Istimewa karena sudah 10 Tahun beliau bekerja sebagai dan Alhamdulillah akhirnya ia ditempatkan untuk menjadi seorang staf pegawai dibank itu.
”..Doakan Pa Deni saya insya Allah akan sekolah S1.. Jawab Beliau ketika saya tanya kenapa masih lulusan SMA.
Subhanallah, sabar dan keberhasilan pa muji orang Bojonggede, malam itu jadi pelajaran yang berharga bagi saya. Betapa Janji Allah akan selalu tepat bagi orang yang pasrah, selalu menghamba dan ikhlas pada Nya serta selalu Yakin akan PertolonganNya
Alhamdulillah, Terimakasih pa Muji
Pas Stasiun Bojong Gede jam 20:30
Subhanallah, Maha suci Allah yang sudah mempertemukan saya dengan pa Muji. Malam itu ketika seperti biasa saya pulang kembali ke tempat tinggal di bogor menggunakan kereta, Saya beruntung bisa bertemu dengan beliau.
Kereta yang penuh dengan sesak kembali saya temukan didalamnya pelajaran berharga . Kali ini ilmu itu datang dari seorang Bapak yang tidak terlalu tua namun cukup menjelang tua. Iya, perawakannnya cukup besar, tinggi, ideal. Namun wajahnya seperti wajah orang yang matang dengan pengalaman. Tenang air mukanya dan nampak diwajahnya tanda kesolehan.
Malam itu juga saya saksikan beliau turut berjamaah di mushola stasiun yang sepi jamaahnya. Beliau iman shalat isya malam itu dengan saya seorang makmumnya. Subhanallah, shalat di perjalanan pulang Bogor-Jakarta, jadi hal yang paling berat bagi saya yang selalu pulang sore hari. Kadang dengan terpaksa melewatkan shalat magrib tepat waktu bahkan harus ke isya, terkadang terpaksa harus isya tengah malam karena memang sedang dalam perjalanan.
Alhamdulillah, malam itu Allah kuatkan untuk melangkah ke mushola dan Allah takdirkan untuk ikut shalat berjamaah, mudah-mudahan Allah kuatkan kesabaran saya untuk selalu shalat berjamaah...
Kembali ke Pak Muji, Beliau awal berbicara ucapkan salam dan nama, Subhanallah jarang ada yang mau berbuat seperti ini kepada orang yang baru saja dikenalnya. Ketika berbicara dengan beliau penuh dengan ketawadhuan.
...”Alhamdulillah Pa Deni, Saya termasuk terlambat, sudah enam bulan ini istri saya mengandung setelah 8 tahun kami menikah... Salah satu jawaban beliau.
Dahsyat, 8 Tahun menikah baru dikaruniai anak?. Saya berfikir kurang shaleh apa ya Pa Muji sehingga Allah berkenan memberi putra sampai baru tahun ke pernikahannya.
... ”Alhamdulillah Pa Deni, saya tidak terlalu ngoyo seperti keluarga yang lain yang harus berobat, terapi kesana-sini". Beliau beralasan.
...”Saya tawakkal saja pada Allah, dan Alhamdulillah Allah masih memberikan kepaecayaan kepada saya... ” Bukti ketawadhuan dan kesalihan beliau berikutnya.
Dahsyat, subhanallah, sepanjang perjalanan dan selama kami mengobrol yang terucap di bibir pa Muji ini penuh dengan pujian pada Allah dan tampak sekali kerapihan dan keindahannya dalam menyusun kata. Tidak terlalu berlebihan, singkat, namun tetap jelas dan mudah dimengerti.
...”Kebetulan saja Pa Deni, saya ikut di pengajian Liqa itu, Saya senang mencari Ilmu, berkumpul dan berorganisasi ". Jawab beliau ketika saya tanya apa saja aktivitasnya.
Weih, benak saya memang selalu terus berputar menuju kelompok pengajian atau pergerakan atau partai islam jika melihat orang yang sholeh dan baik tindakannya. Dia ikutan Apa ya? Tarbiyah, orang Salaf, orang Ha Te, .. Jadi bahan renungan bagi saya, apa yang bisa saya lakukan buat umat, agama dan diri ini.
...”Saya lakukan semuanya karena ibadah Pa, cape bahkan tekor kalau seandainya tidak diniatkan kerena Allah....
***
Pa Muji orang yang shaleh juga sabar. Bahkan cerita cerita tentang kesabaran pamuji adalah salah satu keistimewaannya. Pernah terbayang di benak kita betapa kesabaran benar-benar membuahkan hasil?. Malam itu saya mendapatkan jawabannya dari Beliau.
Ternyata pa Muji yang malam itu menemani saya dalam perjalanan sampai stasiun sebelum bogor adalah seorang petugas satpam istimewa disebuah bank di Jakarta, dan tidak jauh dari tempat saya bekerja juga. Beliau Satpam Istimewa karena sudah 10 Tahun beliau bekerja sebagai dan Alhamdulillah akhirnya ia ditempatkan untuk menjadi seorang staf pegawai dibank itu.
”..Doakan Pa Deni saya insya Allah akan sekolah S1.. Jawab Beliau ketika saya tanya kenapa masih lulusan SMA.
Subhanallah, sabar dan keberhasilan pa muji orang Bojonggede, malam itu jadi pelajaran yang berharga bagi saya. Betapa Janji Allah akan selalu tepat bagi orang yang pasrah, selalu menghamba dan ikhlas pada Nya serta selalu Yakin akan PertolonganNya
Alhamdulillah, Terimakasih pa Muji
Pas Stasiun Bojong Gede jam 20:30
Thursday, July 31, 2008
Optimalkan Kebaikan
Alkisah suatu saat di sebuah kerajaan di negeri antah barantah. Sang raja seperti biasa selalu mengadakan sayembara untuk para rakyatnya. kali ini ia mengetes ke setiaan dan kepatuhan rakyatnya melalui sayembara itu.
..."Rakyatku, kumpulkan semua madu yang kalian miliki, beberapa hari ini stok madu di negara kita berkurang,... Seru sang raja dalam maklumat sayembaranya.
Saat itu memang produksi madu didaerah kerajaan sang raja sedang menurun, harus ada pengumpulan dan kerjasama yang lebih baik untuk menanggulangi kekurangan stok madu saat itu. Madu menjadi bagian yang potensial untuk kebutuhan gizi hidup di kerajaan itu.
..."tak usah banyak yang kuminta, cukup satu gelas saja kalian kirim dan isikan kedalam tangki besar yang nanti ku simpan ditengah alun-alun kerajaan.. .. " sambung sang raja.
Dahsyat, bisa dibayangkan sekitar ratusan keluarga rakyat di kerajaan tersebut, jika masing-masing cukup mengirim satu gelas saja, maka sudah sebuah tong besar yang terisi di kerajaan tersebut.
Mulailah para penduduk rakyat di kerajaan tersebut melaksanakan perintah sang raja. Dari mulai keluarga yang paling ujung tinggalnya di daerah tersebut, warga tengah kota hingga ke pesisir kerajaan semua mendengar dan mencoba melaksanakan perintah sang raja tersebut.
Namun sayang disayang berjuta milyar beratus ribu sayang.. ada fikiran yang buruk dari benak para rakyat. Sebetulnya tidak buruk jika difikir singkat. Didapat kabar dari sebuah keluarga..
..."nak, usah kau isi gelas kita dengan penuh madu, cukup isi sebagian sedikitnya dengan madu, dan sebagian banyaknya isi saja dengan air putih.. ucap seorang ibu disebuah keluarga
..."tapi bu, bukankah raja memerintah kita untuk mengisi gelas dengan madu? tidak dengan air? Timpal sang anak
Sang Ibu menjawab ... "Nak jangan khawatir, sedikit saja air yang kita berikan, toh masih ada madu nya, dan lagi tidak ada petugas yang tahu jika kita penuh mengisi tong di alun-alun nanti dengan air saja. Isi saja tong itu di malam hari.
***
Dan terlebih parah lagi apa yang terjadi ternyata tidak satu keluarga yang berfikiran seperti sang ibu tersebut. Hampir bahkan seluruh keluarga berfikir dan melakukan hal yang sama. Akhirnya yang terjadi Tong di alun-alun tersebut bukan berisi madu, namun penuh dengan air putih didalamnya.
Jika coba belajar mengambil hikmah dari kisah di atas, sungguh bakal bersemangat kita-kita ini untuk selalu mengambil kesempatan dan tugas yang optimal. Semua orang akan berinisiatif sendiri berbuat yang terbaik.
fikiran buruk meskipun kecil jika dibiarkan dan terus membanyak akan membuat kekacauan yang besar. Harus ada kelompok atau golongan yang sadar dan terus berbuat yang terbaik. Saling mengisi dan melengkapi. Jika satu golongan lemah maka golongan yang lain harus dalam keadaan baik. Dan memang sungguh parah jika sebuah kejahatan di organisir dengan baik. Kebaikan yang harus diorganisir.
wallahua'lam
..."Rakyatku, kumpulkan semua madu yang kalian miliki, beberapa hari ini stok madu di negara kita berkurang,... Seru sang raja dalam maklumat sayembaranya.
Saat itu memang produksi madu didaerah kerajaan sang raja sedang menurun, harus ada pengumpulan dan kerjasama yang lebih baik untuk menanggulangi kekurangan stok madu saat itu. Madu menjadi bagian yang potensial untuk kebutuhan gizi hidup di kerajaan itu.
..."tak usah banyak yang kuminta, cukup satu gelas saja kalian kirim dan isikan kedalam tangki besar yang nanti ku simpan ditengah alun-alun kerajaan.. .. " sambung sang raja.
Dahsyat, bisa dibayangkan sekitar ratusan keluarga rakyat di kerajaan tersebut, jika masing-masing cukup mengirim satu gelas saja, maka sudah sebuah tong besar yang terisi di kerajaan tersebut.
Mulailah para penduduk rakyat di kerajaan tersebut melaksanakan perintah sang raja. Dari mulai keluarga yang paling ujung tinggalnya di daerah tersebut, warga tengah kota hingga ke pesisir kerajaan semua mendengar dan mencoba melaksanakan perintah sang raja tersebut.
Namun sayang disayang berjuta milyar beratus ribu sayang.. ada fikiran yang buruk dari benak para rakyat. Sebetulnya tidak buruk jika difikir singkat. Didapat kabar dari sebuah keluarga..
..."nak, usah kau isi gelas kita dengan penuh madu, cukup isi sebagian sedikitnya dengan madu, dan sebagian banyaknya isi saja dengan air putih.. ucap seorang ibu disebuah keluarga
..."tapi bu, bukankah raja memerintah kita untuk mengisi gelas dengan madu? tidak dengan air? Timpal sang anak
Sang Ibu menjawab ... "Nak jangan khawatir, sedikit saja air yang kita berikan, toh masih ada madu nya, dan lagi tidak ada petugas yang tahu jika kita penuh mengisi tong di alun-alun nanti dengan air saja. Isi saja tong itu di malam hari.
***
Dan terlebih parah lagi apa yang terjadi ternyata tidak satu keluarga yang berfikiran seperti sang ibu tersebut. Hampir bahkan seluruh keluarga berfikir dan melakukan hal yang sama. Akhirnya yang terjadi Tong di alun-alun tersebut bukan berisi madu, namun penuh dengan air putih didalamnya.
Jika coba belajar mengambil hikmah dari kisah di atas, sungguh bakal bersemangat kita-kita ini untuk selalu mengambil kesempatan dan tugas yang optimal. Semua orang akan berinisiatif sendiri berbuat yang terbaik.
fikiran buruk meskipun kecil jika dibiarkan dan terus membanyak akan membuat kekacauan yang besar. Harus ada kelompok atau golongan yang sadar dan terus berbuat yang terbaik. Saling mengisi dan melengkapi. Jika satu golongan lemah maka golongan yang lain harus dalam keadaan baik. Dan memang sungguh parah jika sebuah kejahatan di organisir dengan baik. Kebaikan yang harus diorganisir.
wallahua'lam
Tuesday, July 29, 2008
Gunung Gede Pangrango Via Selabintana (Sukabumi) Part 5 (Habis)
Mendaki Puncak, Shalat dan Zikir
Shalat memang jadi amunisi bagi diri. Shalat, berdzikir, menjadi sarana untuk menentramkan diri ini. Selemah apapun badan, sesibuk apapun pekerjaan, sejauh apapun perjalanan shalat harus menjadi hal yang utama.
"Yo wis kita shalat dulu aza, dah hampir setengah enam nih..."mbah kangkung alias mas ihyak mengingatkan. Saat itu kami baru saja sampai didekat mata air dan Pos pemberhentian Cileutik. Kami hamparkan beberapa buah materas, bertayamum dan berjamaah menjadi dua rombongan.
Subhanallah, perjalanan mendaki gunung kami hampir selalu sampai puncaknya. meski pernah sekali ra genah dulu naik ciremai namun tidak sampai ke puncaknya. Ra genah dulu belum berformasi lengkap, saya tidak ikut juga saat itu. Ada Asep, Paijo, Dadang, Nana yang dulu ikut ke Ciremai. Malam pendakian ke Gunung Gede lewat Salabintana kali itu juga jadi bayangan besar yang menakutkan kami bagaimana seandainya jika kami tidak sampai ke puncak dan terpaksa harus berdiam di tengah perjalanan. Tapi Alhamdulillah, berbekal senter, sedikit kekuatan, beberapa gumpal Gula jawa dan permen akhirnya kami sampai juga.
..."Woiii, jalan mendatar....!!! Icus sampai duluan.
Puncak, Shalat dan perjalanan mendaki jadi tiga hal yang tidak lepas dari agenda kami menaklukan Gunung Gede. Alhamdulillah, ketika sampai di Alun-alun Salabintana kami langsung mencari tempat, mendirikan tenda memasak makanan dan minuman penghangat dan kemudian lagi-lagi menjalankan agenda kami yaitu untuk shalat Jamak Magrib dan Isya.
Sama ketika kami turun dari puncak Gunung Gede, kami teristirahatkan dengan shalat. Di tengah perjalanan, setelah sekitar 10 menit berjalan dari Pos pemberhentian Kandang Badak, kami teristirahatkan dengan shalat Dzuhur yang kami jamak dengan shalat Asar. Ya, shalat kami selalu dijamak, jadi enak kalo naik gunung, shalat disingkat-singkat terus... :)
Subhanallah, Shalat jamak kami saat itu ditemani oleh bunyi air terjun tepat di depan kami.
Berdzikir, bersyukur dan menghadap Allah sang penguasa Alam menjadi lebih khusu klo lagi ditempat seperti ini.
Cukup lama kami turun ke kaki gunung gede lewat cibodas ini. Sekitar Jam 10 kami mulai turun dari Kawah puncak gunung Gede, dan kurang lebih hampir jam 5 sore kami baru sampai di pos terakhir gerbang penanjakan gunung gede pangrango. Tapi perjalanan panjang seru kami di suguhi pemandangan dan pengalaman yang seru dari Gunung Gede pangrango.
Ada air terjun dari mata air panas. Weih, kami berfoto ria disana. subhanallah air panas yang sejak 3 atau 4 tahun yang lalu saya dan kami naik gunung gede sampai sekarang masih panas.
Maha dahsyat, canggih dan hebatnya termos Air panasnya Allah... !!!. Pemandangan jurang dan bukit yang selalu menemani kami terus sampai ke bawah kaki gunung.
Alhamdulillah....
"... Maka tidakkah mereka memperhatikan unta, bagai mana diciptakan?...
...Dan langit bagaimana ditinggikan?...
...Dan gunung-gunung bagaimana ditegakkan?...
...Dan bumi bagaimana dihamparkan?....
Qs. Alghasiyah ayat 17-19
Shalat memang jadi amunisi bagi diri. Shalat, berdzikir, menjadi sarana untuk menentramkan diri ini. Selemah apapun badan, sesibuk apapun pekerjaan, sejauh apapun perjalanan shalat harus menjadi hal yang utama.
"Yo wis kita shalat dulu aza, dah hampir setengah enam nih..."mbah kangkung alias mas ihyak mengingatkan. Saat itu kami baru saja sampai didekat mata air dan Pos pemberhentian Cileutik. Kami hamparkan beberapa buah materas, bertayamum dan berjamaah menjadi dua rombongan.
Subhanallah, perjalanan mendaki gunung kami hampir selalu sampai puncaknya. meski pernah sekali ra genah dulu naik ciremai namun tidak sampai ke puncaknya. Ra genah dulu belum berformasi lengkap, saya tidak ikut juga saat itu. Ada Asep, Paijo, Dadang, Nana yang dulu ikut ke Ciremai. Malam pendakian ke Gunung Gede lewat Salabintana kali itu juga jadi bayangan besar yang menakutkan kami bagaimana seandainya jika kami tidak sampai ke puncak dan terpaksa harus berdiam di tengah perjalanan. Tapi Alhamdulillah, berbekal senter, sedikit kekuatan, beberapa gumpal Gula jawa dan permen akhirnya kami sampai juga.
..."Woiii, jalan mendatar....!!! Icus sampai duluan.
Puncak, Shalat dan perjalanan mendaki jadi tiga hal yang tidak lepas dari agenda kami menaklukan Gunung Gede. Alhamdulillah, ketika sampai di Alun-alun Salabintana kami langsung mencari tempat, mendirikan tenda memasak makanan dan minuman penghangat dan kemudian lagi-lagi menjalankan agenda kami yaitu untuk shalat Jamak Magrib dan Isya.
Sama ketika kami turun dari puncak Gunung Gede, kami teristirahatkan dengan shalat. Di tengah perjalanan, setelah sekitar 10 menit berjalan dari Pos pemberhentian Kandang Badak, kami teristirahatkan dengan shalat Dzuhur yang kami jamak dengan shalat Asar. Ya, shalat kami selalu dijamak, jadi enak kalo naik gunung, shalat disingkat-singkat terus... :)
Subhanallah, Shalat jamak kami saat itu ditemani oleh bunyi air terjun tepat di depan kami.
Berdzikir, bersyukur dan menghadap Allah sang penguasa Alam menjadi lebih khusu klo lagi ditempat seperti ini.
Cukup lama kami turun ke kaki gunung gede lewat cibodas ini. Sekitar Jam 10 kami mulai turun dari Kawah puncak gunung Gede, dan kurang lebih hampir jam 5 sore kami baru sampai di pos terakhir gerbang penanjakan gunung gede pangrango. Tapi perjalanan panjang seru kami di suguhi pemandangan dan pengalaman yang seru dari Gunung Gede pangrango.
Ada air terjun dari mata air panas. Weih, kami berfoto ria disana. subhanallah air panas yang sejak 3 atau 4 tahun yang lalu saya dan kami naik gunung gede sampai sekarang masih panas.
Maha dahsyat, canggih dan hebatnya termos Air panasnya Allah... !!!. Pemandangan jurang dan bukit yang selalu menemani kami terus sampai ke bawah kaki gunung.
Alhamdulillah....
"... Maka tidakkah mereka memperhatikan unta, bagai mana diciptakan?...
...Dan langit bagaimana ditinggikan?...
...Dan gunung-gunung bagaimana ditegakkan?...
...Dan bumi bagaimana dihamparkan?....
Qs. Alghasiyah ayat 17-19
Monday, July 21, 2008
Bogor, Kota Hujan
Haulnya Almarhum Pak Totong
Pak Totong yang saya kenal ialah seorang pekerja keras. Servis payung, kuli panggul, tukang bangunan ketiganya ia kerjakan. Sering beberapa kali saya lihat beliau duduk didepat teras rumahnya dengan berserakan banyak payung rusak bahkan hampir jadi rongsokan yang hampir pasti ditangannya akan menjadi baru kembali, setidaknya bisa dibuka dan digunakan kembali meski tidak berbentuk seperti semula.
Beberapa kali juga sering saya lihat beliau turun dari bemo dengan memanggul karung, dan plastik belanjaan dari pasar bogor. Bukan barang belanjaannya, tetapi beberapa orang ibu memintanya membantu membawakan kerumah. Jalanan menurun bahkan menanjak kembali ia tapaki dengan menggotong belanjaan yang terkadang kelihatan sangat berat.
Pak Totong yang saya kenal juga orang yang sangat ramah. Senyum jika disapa, raut mukanya cerah dan menampakkan kegembiraan. Wajahnya seperti kebanyakan orang yang berwajah sholeh. Teduh dan sederhana. Tidak pernah absen kulihat ia berdiri dishaf yang paling pertama di mushola dekat tempat tinggal saya.
Subhanallah, Pak Totong dikenang kembali tadi malam. oleh saya, warga sekitar, ibu-ibu dan para jamaah mushola tempat kami tinggal. Ya, Pak Totong memang sudah meninggal. Almarhum jadi salah seorang tetangga yang saya kenal. Almarhum sudah lama tidak saya temui setelah 1000 hari yang lalu. Tadi malam, kami semua melaksanakan haul di rumah keluarganya.
Dan haul semalam menjadi lebih istimewa karena dirangkaikan dengan acara akikah cucu beliau pertama yang belum sempat pernah beliau lihat.
Keramahan pak Totong dan kebaikan keluarganya seperti menjadi magnet yang menarik semua warga tetangga dekat tinggal beliau dulu untuk datang pada acara haul dan akikah tadi malam. Saya alhamdulillah beruntung bisa mengenal dan dekat dengan rumah keluarga beliau. Sudah beberapa kali kami diundang acara syukuran dan acara keluarga yang lain di sana. teringat rombongan kami dulu datang ke nikahan putrinya yang pertama ketika pesta hampir habis.
Sekitar 50 orang bahkan lebih menghadiri acara haul semalam. Bapak-bapak, pemuda, anak-anak-anak hadir disana. Yang menarik malam tadi adalah pengalaman pertama saya mengikuti haulan. Lama, ramai dan penuh dengan doa-doa. Malam tadi tepat disamping saya, seorang santri, jamaah pesantren dekat mushola dengan lantang, nyaring dan keras membacakan pujian atau doa yang lumayan panjang. Kitab Barzanji yang ternyata semalam dibacakan.
Saya cuma hafal kalimat-kalimat sholawat kepada rasul dan beberapa ayat alquran, selebihnya ra mudeng.... Wajah almarhum pa Totong saja yang kemudian saya ingat. Dan malam tadi juga saya terus berusaha untuk mempertebal kecintaan dan berazam terus untuk melaksanakan sunnah rasul. ...alllahumma sholli alla muhammad.
Pak Totong, keluarga beliau, santri dan jamaah mushola, teman pemuda semua, jadi hal yang istimewa buat saya. subhanallah bertetangga dengan orang-orang sholeh dan ramah seperti mereka membuat hidup menjadi lebih kaya. Kaya dengan ketenangan, kebaikan dan nilai-nilai yang baik meskipun banyak kekurangan baik harta maupun kelemahan fisik lainnya. Babakan fakultas dan warga sekitarnya jadi teman yang setia selama saya tinggal di bogor untuk sudah hampir 8 tahun.
..."allahummaghfir lana, wa khususan ilaa pa totong, ilaa warga babakan fakultas jamiian...
(ya allah ampunilah dosa kami, maafkan khususnya kesalahan dan kehilafan almarhum pa totong dan seluruh warga babakan fakultas ini...)
diakhir doa pa ustad tadi malam.
***
Pak Totong yang saya kenal ialah seorang pekerja keras. Servis payung, kuli panggul, tukang bangunan ketiganya ia kerjakan. Sering beberapa kali saya lihat beliau duduk didepat teras rumahnya dengan berserakan banyak payung rusak bahkan hampir jadi rongsokan yang hampir pasti ditangannya akan menjadi baru kembali, setidaknya bisa dibuka dan digunakan kembali meski tidak berbentuk seperti semula.
Beberapa kali juga sering saya lihat beliau turun dari bemo dengan memanggul karung, dan plastik belanjaan dari pasar bogor. Bukan barang belanjaannya, tetapi beberapa orang ibu memintanya membantu membawakan kerumah. Jalanan menurun bahkan menanjak kembali ia tapaki dengan menggotong belanjaan yang terkadang kelihatan sangat berat.
Pak Totong yang saya kenal juga orang yang sangat ramah. Senyum jika disapa, raut mukanya cerah dan menampakkan kegembiraan. Wajahnya seperti kebanyakan orang yang berwajah sholeh. Teduh dan sederhana. Tidak pernah absen kulihat ia berdiri dishaf yang paling pertama di mushola dekat tempat tinggal saya.
Subhanallah, Pak Totong dikenang kembali tadi malam. oleh saya, warga sekitar, ibu-ibu dan para jamaah mushola tempat kami tinggal. Ya, Pak Totong memang sudah meninggal. Almarhum jadi salah seorang tetangga yang saya kenal. Almarhum sudah lama tidak saya temui setelah 1000 hari yang lalu. Tadi malam, kami semua melaksanakan haul di rumah keluarganya.
Dan haul semalam menjadi lebih istimewa karena dirangkaikan dengan acara akikah cucu beliau pertama yang belum sempat pernah beliau lihat.
Keramahan pak Totong dan kebaikan keluarganya seperti menjadi magnet yang menarik semua warga tetangga dekat tinggal beliau dulu untuk datang pada acara haul dan akikah tadi malam. Saya alhamdulillah beruntung bisa mengenal dan dekat dengan rumah keluarga beliau. Sudah beberapa kali kami diundang acara syukuran dan acara keluarga yang lain di sana. teringat rombongan kami dulu datang ke nikahan putrinya yang pertama ketika pesta hampir habis.
Sekitar 50 orang bahkan lebih menghadiri acara haul semalam. Bapak-bapak, pemuda, anak-anak-anak hadir disana. Yang menarik malam tadi adalah pengalaman pertama saya mengikuti haulan. Lama, ramai dan penuh dengan doa-doa. Malam tadi tepat disamping saya, seorang santri, jamaah pesantren dekat mushola dengan lantang, nyaring dan keras membacakan pujian atau doa yang lumayan panjang. Kitab Barzanji yang ternyata semalam dibacakan.
Saya cuma hafal kalimat-kalimat sholawat kepada rasul dan beberapa ayat alquran, selebihnya ra mudeng.... Wajah almarhum pa Totong saja yang kemudian saya ingat. Dan malam tadi juga saya terus berusaha untuk mempertebal kecintaan dan berazam terus untuk melaksanakan sunnah rasul. ...alllahumma sholli alla muhammad.
Pak Totong, keluarga beliau, santri dan jamaah mushola, teman pemuda semua, jadi hal yang istimewa buat saya. subhanallah bertetangga dengan orang-orang sholeh dan ramah seperti mereka membuat hidup menjadi lebih kaya. Kaya dengan ketenangan, kebaikan dan nilai-nilai yang baik meskipun banyak kekurangan baik harta maupun kelemahan fisik lainnya. Babakan fakultas dan warga sekitarnya jadi teman yang setia selama saya tinggal di bogor untuk sudah hampir 8 tahun.
..."allahummaghfir lana, wa khususan ilaa pa totong, ilaa warga babakan fakultas jamiian...
(ya allah ampunilah dosa kami, maafkan khususnya kesalahan dan kehilafan almarhum pa totong dan seluruh warga babakan fakultas ini...)
diakhir doa pa ustad tadi malam.
***
Friday, July 18, 2008
Lelaki itu berjanji Untuk Mau
Lelaki itu menemui Rasulullah. Meski bukan datang sebagai orang baik-baik, tapi tekadnya sudah bulat : Mengucapkan syahadat. Padahal, mencuri, mabuk, hanyalah sebagian dari banyak kebiasaan bruknya selama ini.
"Aku punya kebiasaan buruk yang sulit sekali aku tinggalkan," keluhnya kepada Rasulullah usai masuk Islam.
Rasulullah menjawab, "Maukah kamu berjanji kepadaku untuk tidak berbohong?"
Rasulullah memberi solusi. Hanya itu permintaannya. Mau berjanji untuk tidak berbohong.
"Ya, mau. Aku berjanji untuk tidak berbohong." jawab lelaki itu. Setelah itu ia beranjak pergi. Ia berkata, "Alangkah mudahnya permintaan Rasul mulia ini. Hanya berjanji untuk tidak berbohong."
Beberapa waktu kemudian, keinginan mencurinya kambuh. Namun, ketika hendak mencuri, ia teringat janjinya, "Kalau aku mencuri, lalu aku ditanya Rasul, bagaimana aku akan menjawab? Kalau aku jawab "ya", bahwa aku telah mencuri, berarti aku mendapat hukuman. Kalau aku jawab "tidak", maka berarti aku telah berbohong, padahal aku telah berjanji untuk tidak berbohong. Maka lebih baik bagiku meninggalkan mencuri." Begitu juga ketika keinginan untuk mabuk datang, pertanyaan itu muncul lagi. Sampai akhirnya, ia benar-benar menjadi seorang muslim yang taat.
....
dari majalah Tarbawi, rajab 1429 H
"Aku punya kebiasaan buruk yang sulit sekali aku tinggalkan," keluhnya kepada Rasulullah usai masuk Islam.
Rasulullah menjawab, "Maukah kamu berjanji kepadaku untuk tidak berbohong?"
Rasulullah memberi solusi. Hanya itu permintaannya. Mau berjanji untuk tidak berbohong.
"Ya, mau. Aku berjanji untuk tidak berbohong." jawab lelaki itu. Setelah itu ia beranjak pergi. Ia berkata, "Alangkah mudahnya permintaan Rasul mulia ini. Hanya berjanji untuk tidak berbohong."
Beberapa waktu kemudian, keinginan mencurinya kambuh. Namun, ketika hendak mencuri, ia teringat janjinya, "Kalau aku mencuri, lalu aku ditanya Rasul, bagaimana aku akan menjawab? Kalau aku jawab "ya", bahwa aku telah mencuri, berarti aku mendapat hukuman. Kalau aku jawab "tidak", maka berarti aku telah berbohong, padahal aku telah berjanji untuk tidak berbohong. Maka lebih baik bagiku meninggalkan mencuri." Begitu juga ketika keinginan untuk mabuk datang, pertanyaan itu muncul lagi. Sampai akhirnya, ia benar-benar menjadi seorang muslim yang taat.
....
dari majalah Tarbawi, rajab 1429 H
Kretaku tak berhenti lama.... (4th Edition)
Kereta ekonomi kereta rakyat. Kereta semua orang. Semua golongan masyarakat sepertinya ikut menikmati jasa kereta ini. Dari mulai yang berdasi hingga yang memakai kaos oblong. Pejabat dan aparat pemerintah sampai pesuruh di gedung-gedung besar di kota.
Kereta ekonomi jadi gambaran kecil kehidupan. Saya mengistilahkannya Dunia kecil. Seperti dunia yang memiliki berbagai macam pernik kehidupan, kereta pun memuat beragam pernik orang dan masalah. Kehidupan selalu dinamis dan berganti seperti kelangsungan kereta yang selalu beragam dan berganti persoalannya dari waktu ke waktu.
Seperti kehidupan yang memuat si baik dan si buruk, kereta pun berisi dengan orang yang berhati baik dan orang yang berniat buruk. Weih, hampir 3 kali tas saya disilet oleh orang entah siapa. Hampir tiga kali itu juga saya tidak pernah menyadari bahwa orang yang berniat dengan tas saya akan mengambil isinya secara diam-diam. Kereta yang penuh sesak, berdesakan menjadi sarang yang nyaman bagi pencopet dan penjambret. Waspada dan hati-hati jadi kunci jika memang kondisi kereta penuh dan berdesakan. Tidak lupa banyak berinfak dan bersedekah jadi penolong pengalih harta kita kita yang akan di rampas oleh orang lain. Sedekah penolak bala... !!
Kereta seperti kehidupan yang berisi dengan berbagai macam sifat dan watak manusia serta orang penghuni atau penggunanya. Ada yang ramah, murah senyum, baik hati, tidak sombong rajin... Ada yang cuek, ga peduli, kasar, sinis, banyak buruk sangka dan sebagainya yang buruk-buruk.
Kereta selain kehidupan, banyak juga mengajarkan arti hidup. Tidak sedikit ilmu, hikmah dan nasihat yang bisa diambil ketika menggunakan kereta api.
"i love kereta..."
Kereta ekonomi jadi gambaran kecil kehidupan. Saya mengistilahkannya Dunia kecil. Seperti dunia yang memiliki berbagai macam pernik kehidupan, kereta pun memuat beragam pernik orang dan masalah. Kehidupan selalu dinamis dan berganti seperti kelangsungan kereta yang selalu beragam dan berganti persoalannya dari waktu ke waktu.
Seperti kehidupan yang memuat si baik dan si buruk, kereta pun berisi dengan orang yang berhati baik dan orang yang berniat buruk. Weih, hampir 3 kali tas saya disilet oleh orang entah siapa. Hampir tiga kali itu juga saya tidak pernah menyadari bahwa orang yang berniat dengan tas saya akan mengambil isinya secara diam-diam. Kereta yang penuh sesak, berdesakan menjadi sarang yang nyaman bagi pencopet dan penjambret. Waspada dan hati-hati jadi kunci jika memang kondisi kereta penuh dan berdesakan. Tidak lupa banyak berinfak dan bersedekah jadi penolong pengalih harta kita kita yang akan di rampas oleh orang lain. Sedekah penolak bala... !!
Kereta seperti kehidupan yang berisi dengan berbagai macam sifat dan watak manusia serta orang penghuni atau penggunanya. Ada yang ramah, murah senyum, baik hati, tidak sombong rajin... Ada yang cuek, ga peduli, kasar, sinis, banyak buruk sangka dan sebagainya yang buruk-buruk.
Kereta selain kehidupan, banyak juga mengajarkan arti hidup. Tidak sedikit ilmu, hikmah dan nasihat yang bisa diambil ketika menggunakan kereta api.
"i love kereta..."
Subscribe to:
Posts (Atom)
