Mudik ke kampung halaman selalu menjadi kegiatan yang dinanti setiap orang.
Mudik membawa bekal untuk orang tercinta di kampung halaman
Kampung halaman kita sebenarnya adalah syurga
Ayo rindukan syurga
Mari berbekal untuk mudik ke syurga
Insya Allah
Mudik ke kampung halaman selalu menjadi kegiatan yang dinanti setiap orang.
Mudik membawa bekal untuk orang tercinta di kampung halaman
Kampung halaman kita sebenarnya adalah syurga
Ayo rindukan syurga
Mari berbekal untuk mudik ke syurga
Insya Allah
وَمَنْ يَعْمَلْ مِنَ الصَّالِحَاتِ وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَا يَخَافُ ظُلْمًا وَلَا هَضْمًا
Dan barangsiapa mengerjakan amal-amal yang saleh dan ia dalam keadaan beriman, maka ia tidak khawatir akan perlakuan yang tidak adil (terhadapnya) dan tidak (pula) akan pengurangan haknya. (Qs. Tahaa :112)
Pernah mengalami perlakuan tidak enak dari orang lain yang sebenarnya telah kita bantu?
Pernah luput ucapan terima kasih dari orang yang telah kita beri?
Pernah merasa imbalan yang kita dapatkan karena pemberian kita lebih kecil dari seharusnya?
Pernah dikatain sok alim ketika kita mengingatkan orang lain untuk melakukan amal solih?
Pernah mengalami perlakuan yang tidak enak kepada orang yang kita berharap baik kepadanya?
Jangan khawatir sahabat, ingetin aja Firman Allah di atas. Asal kita sudah penuh keyakinan bahwa amal yang kita lakukan adalah baik dan berasal dari hati yang tulus, maka Allah tidak akan pernah pernah lalai dari membalas amal hamba-Nya. Dan satu syaratnya, kita harus dalam keadaan beriman. Karena Insya Allah orang yang beriman kepada Allah yang Maha Adil, tidak akan pernah khawatir dalam kesehariaannya.
Insya Allah
...karena justru saat kita sendiri itulah saat kita dekat dengan Allah, hanya berduaan dengan Allah. Maka perbanyaklah dzikir mengungat-Nya dan perbanyaklah doa permohonan agar kiya selalu dalam keberkahan-Nya.
Kalimat diatas bisa jadi pengingat jika kita ingin menanamkan sikap bahwa kita selalu dilihat oleh Allah. Karena terkadang kita ketika kesendirian maka kita rasa kita bebas melakukan kemaksiatan. Kita dengan tanpa merasa bersalah melakukan dosa karena berfikir tidak ada yang melihat kita.
Padahal Allah Assami' (Allah Yang Maha Melihat) selalu awas melihat segala gerak-gerik mahluk-Nya. Padahal Allah menerangkan dalam Al-Qur'an bahwa Ia amat sangat dekat dengan mahluk-Nya
وَلَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنْسَانَ وَنَعْلَمُ مَا تُوَسْوِسُ بِهِ نَفْسُهُ ۖ وَنَحْنُ أَقْرَبُ إِلَيْهِ مِنْ حَبْلِ الْوَرِيدِ
Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya, (Qs. Qaaf 16)
Semoga bisa menjadi pengingat..
Klo pengen lihat sifat manusia sesungguhnya bisa dilihat bagaimana ketika ia berkendara. Sabar, egois dan sebagainya bisa muncul dijalan raya...
Jangan lupa disela aktivitas kita ada sajadah yang menunggu untuk menerima sujud kita yang panjang. Ia sebagai obor penyemangat aktivitas kita
Sahabat, jika ingin merasakan manisnya iman, coba praktekkan amalan ghadul bashar. Yaitu menundukkan pandangan kita dari hal-hal yang dilarang oleh Allah.
Ghadul bashar menjadi bukti bahwa kita bisa tergolong orang yang akan mendapatkan surga diakhirat kelak. Karena ghadul bashar bagian dari perilaku orang yang menahan nafsunya. Begitu sebaliknya...