maha suci allah yang mentakdirkan segala sesuatu teratur. setiap bagian episode kejadian hidup seperti sudah di persiapkan dan di pastikan jam waktu serta detik-detiknya. ada kalanya manusia harus hidup dengan senang, tapi adakalanya juga manusia harus bersabar untuk menerima keyataan kesusahan hidup.
maha suci allah yang juga menciptakan antara pasangan kemudahan dan kesusahan. dua kejadian yang pasti allah hadirkan secara bergantian. diwaktu pertama kita mengalami kesusahan, tapi yakinlah waktu yang lain nantinya kesusahan tersebut berganti dengan kesenangan dan kemudahan. tentunyan bagi kita yang sabar dan bertawakal pada allah
"sesungguhnya setiap kesusahan akan dibarengi setelahnya dengan kemudahan..." (al-isyirah)
keduanya seperti sudah ditakdirkan untuk mengantri. seperti kejadian yang baru saja ku alami. ketika sore itu seperti biasa perjalanan pulang dari tempat kerja, distasiun tempat biasa aku menaiki kereta memaksaku untuk berdiri kurang lebih 1 setengah jam. ya, menunggu menanti datangnya kereta yang saat itu sedang terlambat.
setelah satu setengah jam tersebut kereta yang kutunggu tidak lama datang dan seperti sudah kubayangkan sebelumnya, kereta tersebut penuh sesak penumpang yang memang sudah sangat tidak sabar untuk pulang. alhasil aku pun anggap mangantri saja untuk tidak masuk ke kereta tersebut, subhanallah padahal sudah hampir 2 jam ku tunggu kereta tsb. kufikir akan ada kereta kedua yang sudah tentu lebih kosong.
allah berkehendak lain, jam di stasiun sudah menunjukan jam 18:00. sudah waktu shalat fikirku. langsung saja aku turun dari peron kemudian mencari mushola distasiun tersebut. dan ternyata apa yang terjadi, mushala stasiun tersebut juga penuh sesak. subhanallah. saya sempat tertegun dan terfikir sejenak. kenapa allah ciptakan kebaikan pun harus mengantri. padahal jika difikir jika mengantri berarti shalatku pun telat juga....
entah apa hikmahnya...
Tuesday, September 4, 2007
hikmah amanah
dikisahkan ada seorang saudagar kaya yang hidup disuatu masa. ia memiliki berhektar tanah dan kebun di tempat dekat ia tinggal. ia tinggal bersama keluarganya, istri dan seorang anak perempuan yang masih belum memiliki suami.
kisah ini bercerita tentang bingung dan susahnya si saudagar tersebut mencari jodoh bagi satu-satunya putri miliknya. ia benar-benar ingin mendapatkan menantu yang jujur, amanah dan bisa menjaga semua amanah kekayaan hartanya, juga putrinya.
tentu saja saat itu banyak para pemuda bahkan laki-laki yang sudah lebih dari baya pun ramai-ramai berkunjung kerumah saudagar kaya tersebut untuk melamar anak perempuannya. juga tidak sedikit teman saudagar tersebut yang secara sengaja mengantarkan anaknya agar bisa menjadi satu keluarga denganya melalui pernikahan anak mereka.
dan tentu saja tujuan mereka para pelamar, sahabat ini ingin mendapatkan harta kekayaan saudagar kaya tersebut. akan tetapi si saudagar kaya tersebut tahu apa yang harus ia perbuat, ia tidak ingin secara sembarangan menyerahkan begitu saja putrinya kepada pemuda atau orang yang tidak benar-benar ia ketahui dan nanti akhirnya akan menghancurkan seluruh kekayaannya yang melimpah.
hingga pada suatu saat ketika sang saudagar berkunjung kekebunnya, ia menyuruh seorang tukang kebunnya untuk mengambilkan buah yang manis yang ingin dinikmatinya. langsung saja situkang kebun yang memang saat itu masih lajang tersebut melaksanakan perintah sang saudagar.
ketika pertama kali sang saudagar memakan buah hasil petikan situkang kebun, saudagar tersbut muntah dan merasa kepahitan.
"bujang, kenapa kau ambilkan aku buah yang pahit, coba tolong ambilkan aku dari tangkai yang lain.!" sang saudagar berkata.
kali kedua ia makan buahnya, ia kembali merasa kepahitan. dan ternyata terus begitu terulang sampai kali ke4 dan kelima.
"bukankah kau telah bekerja menjaga kebun untukku bertahun2 bujang? kenapa kau tidak bisa mengambil dan memilihkan buah yang manis untukku?" sang saudagar marah
"mohon maaf tuan, selama ini saya hanya diamanatkan olehmu hanya untuk menjaga dan merawat kebun ini, tidak pernah sekalipun aku memetik apalagi memakan buah dari kebunku" si bujang menjawab perlahan.
terharu dan merenung sang saudagar mendengar perkataan si bujang tukang penjaga kebun. betapa amanahnya sang pemuda ini. ia tidak berani mengambil barang yang bukan miliknya, dan betapa apiknya ia menjaga kebunnya dengan baik selama bertahun-tahun.
dan sesaat itu juga ia terpikir untuk menjodohkan sang bujang tersebut dengan anaknya yang selama ini mencari jodoh pasangan hidup. subhanallah.
kisah ini bercerita tentang bingung dan susahnya si saudagar tersebut mencari jodoh bagi satu-satunya putri miliknya. ia benar-benar ingin mendapatkan menantu yang jujur, amanah dan bisa menjaga semua amanah kekayaan hartanya, juga putrinya.
tentu saja saat itu banyak para pemuda bahkan laki-laki yang sudah lebih dari baya pun ramai-ramai berkunjung kerumah saudagar kaya tersebut untuk melamar anak perempuannya. juga tidak sedikit teman saudagar tersebut yang secara sengaja mengantarkan anaknya agar bisa menjadi satu keluarga denganya melalui pernikahan anak mereka.
dan tentu saja tujuan mereka para pelamar, sahabat ini ingin mendapatkan harta kekayaan saudagar kaya tersebut. akan tetapi si saudagar kaya tersebut tahu apa yang harus ia perbuat, ia tidak ingin secara sembarangan menyerahkan begitu saja putrinya kepada pemuda atau orang yang tidak benar-benar ia ketahui dan nanti akhirnya akan menghancurkan seluruh kekayaannya yang melimpah.
hingga pada suatu saat ketika sang saudagar berkunjung kekebunnya, ia menyuruh seorang tukang kebunnya untuk mengambilkan buah yang manis yang ingin dinikmatinya. langsung saja situkang kebun yang memang saat itu masih lajang tersebut melaksanakan perintah sang saudagar.
ketika pertama kali sang saudagar memakan buah hasil petikan situkang kebun, saudagar tersbut muntah dan merasa kepahitan.
"bujang, kenapa kau ambilkan aku buah yang pahit, coba tolong ambilkan aku dari tangkai yang lain.!" sang saudagar berkata.
kali kedua ia makan buahnya, ia kembali merasa kepahitan. dan ternyata terus begitu terulang sampai kali ke4 dan kelima.
"bukankah kau telah bekerja menjaga kebun untukku bertahun2 bujang? kenapa kau tidak bisa mengambil dan memilihkan buah yang manis untukku?" sang saudagar marah
"mohon maaf tuan, selama ini saya hanya diamanatkan olehmu hanya untuk menjaga dan merawat kebun ini, tidak pernah sekalipun aku memetik apalagi memakan buah dari kebunku" si bujang menjawab perlahan.
terharu dan merenung sang saudagar mendengar perkataan si bujang tukang penjaga kebun. betapa amanahnya sang pemuda ini. ia tidak berani mengambil barang yang bukan miliknya, dan betapa apiknya ia menjaga kebunnya dengan baik selama bertahun-tahun.
dan sesaat itu juga ia terpikir untuk menjodohkan sang bujang tersebut dengan anaknya yang selama ini mencari jodoh pasangan hidup. subhanallah.
Monday, September 3, 2007
my ramadhan banner

pake banner itu harapannya sih :
1. tanda seru ( ! ) bener-bener ngingetin saya bahwa ini mang lagi bulan puasa, jangan pernah menyia-nyiakannya.
2. lingkaran merah ( O ) jadi pengingat saya bahwa semuanya harus terjaga. jaga mulut dari gunjingan atau kata-kata yang ga bener, jaga mata dari pandangan yang ga bener, jaga telinga dari suara-suara yang ga punya arti, jaga hati, jaga tanggan, jaga tubuh, jaga dah poko nya ...
3. kata puasa ya emang jadi frame, jadi tema bahwa kita begitu karena kita sedang puasa...
malaysiaku tetanggaku...
malaysia dan indonesia, ributtt. malaysia dan indonesia berantem, malaysia dan indonesia terlibat pertengkaran seru, malaysia dan indonesia perang???
akhir-akhir ini beberapa media masa membicarakan dengan ramai kasus pertikaian antara malaysia dan indonesia. gara-gara seorang duta olah raga tepatnya wasit olahraga pencak silat dari indonesia di keroyok oleh orang malaysia, kontan warga indonesia "ngamuk", bahkan sampai presidennya pun ikut2an berkomentar tanda seteru : "saya tidak memaksa malaysia minta maaf, tapi waktu asap yang masuk ke malaysia ketika terjadi kebakaran di kalimantan kemarin, saya langsung meminta maaf pada malaysia" (Koran Temp0, akhir agustus 07). tak kalah seru tokoh2 yang lain pun berkomentar dengan seru.
waduh..., hidup bertetangga emang susah yah. indonesia adalah tetangga dekatnya malaysia, letaknya bersebelahan.... indonesia katanya negara yang satu rumpun dengan malaysia, kulitnya sama, dialeknya hampir sama, sifatnya hampir sama... tapi kenapa sama-sama suka berantem juga...
waduh hidup bertetangga emang susah... jangankan berbeda letak pulau dan teritorial, dengan tetangga yang letaknya di sebelah kita rumahnya pun, kita jarang untuk merasa akur, betul...?
apalagi klo bentuk pagernya tinggi-tinggi kayak benteng... dan ternyata, pager tinggi, ditambah dengan tutup hati yang sangat tebal dari kedua tetangga tersebut.
padahal, tetangga tu orang yang paling tahu klo kita meninggal. tetangga tu orang yang paling bertanggung jawab klo rumah kita ada yang kemalingan. tetangga tu orang yang paling pertama kali nganterin kita klo kita (istri kita) melahirkan...
padahal kata allah dan rasulnya...
"jika kamu beriman pada allah dan rasulnya, maka hendaklah kau muliakan tetangga mu... (akrim jaaraka...)"
nah loh, bayangin, ga disebut beriman kita klo kita bener2 ga muliain tetangga ma orang-orang yang tinggal disebelah rumah kita.
jadi, ga usahlah salin ghujat, saling ganyang, saling berantem ma tetangga. ma malaysia apa lagi. teknologi mereka dan kehidupan mereka layak kita contoh, dan malaysia pun selayaknya sayang kepada tetangganya indonesia yang juga negara serumpun dan sangat peduli terhadap malaysia.
tetangga oh tetangga...
akhir-akhir ini beberapa media masa membicarakan dengan ramai kasus pertikaian antara malaysia dan indonesia. gara-gara seorang duta olah raga tepatnya wasit olahraga pencak silat dari indonesia di keroyok oleh orang malaysia, kontan warga indonesia "ngamuk", bahkan sampai presidennya pun ikut2an berkomentar tanda seteru : "saya tidak memaksa malaysia minta maaf, tapi waktu asap yang masuk ke malaysia ketika terjadi kebakaran di kalimantan kemarin, saya langsung meminta maaf pada malaysia" (Koran Temp0, akhir agustus 07). tak kalah seru tokoh2 yang lain pun berkomentar dengan seru.
waduh..., hidup bertetangga emang susah yah. indonesia adalah tetangga dekatnya malaysia, letaknya bersebelahan.... indonesia katanya negara yang satu rumpun dengan malaysia, kulitnya sama, dialeknya hampir sama, sifatnya hampir sama... tapi kenapa sama-sama suka berantem juga...
waduh hidup bertetangga emang susah... jangankan berbeda letak pulau dan teritorial, dengan tetangga yang letaknya di sebelah kita rumahnya pun, kita jarang untuk merasa akur, betul...?
apalagi klo bentuk pagernya tinggi-tinggi kayak benteng... dan ternyata, pager tinggi, ditambah dengan tutup hati yang sangat tebal dari kedua tetangga tersebut.
padahal, tetangga tu orang yang paling tahu klo kita meninggal. tetangga tu orang yang paling bertanggung jawab klo rumah kita ada yang kemalingan. tetangga tu orang yang paling pertama kali nganterin kita klo kita (istri kita) melahirkan...
padahal kata allah dan rasulnya...
"jika kamu beriman pada allah dan rasulnya, maka hendaklah kau muliakan tetangga mu... (akrim jaaraka...)"
nah loh, bayangin, ga disebut beriman kita klo kita bener2 ga muliain tetangga ma orang-orang yang tinggal disebelah rumah kita.
jadi, ga usahlah salin ghujat, saling ganyang, saling berantem ma tetangga. ma malaysia apa lagi. teknologi mereka dan kehidupan mereka layak kita contoh, dan malaysia pun selayaknya sayang kepada tetangganya indonesia yang juga negara serumpun dan sangat peduli terhadap malaysia.
tetangga oh tetangga...
sampein saya ma dia ya Allah ...(part5)
satu lagi hadist yang bercerita tentang keutamaan dan keunggulan Ramadhan :
Hadist rasul saw :
“Pada Bulan Ramadhan, umatku diberi lima perkara yang tidak diberikan kepada seorang nabipun sebelumnya.
Pertama, bila datang awal ramadhan, allah azza wa jalla melihat mereka. Dan barang siapa dilihat oleh allah, dia tidak akan mendapatkan azab selamanya.
Kedua , bau mulut mereka disore hari (saat puasa) lebih harum disisi allah daripada aroma minyak kesturi.
Ketiga, para malaikat memohonkan ampunan untuk mereka siang dan malam.
Keempat, allah azza wa jalla telah menyuruh syurga dan Dia berfirman kepada surga-Nya itu, ‘Bersiap-siap dan berhiaslah untuk hamba-hamba Ku. Sudah dekat waktunya mereka (hamba-hamba Ku) itu untuk beristirahat dari kesusahan dunia menuju rumah dan rahmat Ku.
Kelima, bila telah tiba akhir malam (ramadhan), Allah mengampuni dosa mereka semua. ‘Seorang sahabat bertanya ‘Apakah yang dimaksud dengan Lailatul Qodar (Malam Keagungan)? Jawab Beliau, ‘Lain! Tidakkah kamu melihat para pegawai (buruh). Bukankah jika telah rampung pekerjaannya, mereka disempurnakan gajinya (mendapatkan bonus, pesangon?”
(HR. Baihaqi)
Hadist rasul saw :
“Pada Bulan Ramadhan, umatku diberi lima perkara yang tidak diberikan kepada seorang nabipun sebelumnya.
Pertama, bila datang awal ramadhan, allah azza wa jalla melihat mereka. Dan barang siapa dilihat oleh allah, dia tidak akan mendapatkan azab selamanya.
Kedua , bau mulut mereka disore hari (saat puasa) lebih harum disisi allah daripada aroma minyak kesturi.
Ketiga, para malaikat memohonkan ampunan untuk mereka siang dan malam.
Keempat, allah azza wa jalla telah menyuruh syurga dan Dia berfirman kepada surga-Nya itu, ‘Bersiap-siap dan berhiaslah untuk hamba-hamba Ku. Sudah dekat waktunya mereka (hamba-hamba Ku) itu untuk beristirahat dari kesusahan dunia menuju rumah dan rahmat Ku.
Kelima, bila telah tiba akhir malam (ramadhan), Allah mengampuni dosa mereka semua. ‘Seorang sahabat bertanya ‘Apakah yang dimaksud dengan Lailatul Qodar (Malam Keagungan)? Jawab Beliau, ‘Lain! Tidakkah kamu melihat para pegawai (buruh). Bukankah jika telah rampung pekerjaannya, mereka disempurnakan gajinya (mendapatkan bonus, pesangon?”
(HR. Baihaqi)
Friday, August 31, 2007
sampein saya ma dia ya Allah ...(part4)
Ramadhan
Kata Ramadhan berasal dari bahasa Arab = Ramadhan, jamaknya Ramadaanaat atau armidaa’, merupakan bulan ke-9 dari tahun Hijriah. Dari pengertian bahasanya, arti Ramadhan = panas, yg diberikan oleh orang2 Arab karena pada bulan 9, padang pasir terasa sangat panas oleh terik matahari. Hal ini sesuai dengan kebiasaan orang Arab yg memindahkan suatu istilah dari bahasa asing ke bahasa mereka yg sesuai dengan keadaan yg terjadi pada masa tersebut.
Dalam Islam, bulan Ramadhan mempunyai makna yg istimewa dan kedudukan yg mulia karena banyak terjadi peristiwa penting dalam bulan ramadhan tersebut:
1. Diturunkannya al Qur’an (Nuzulul Qur’an)
2. Satu-satunya nama bulan yg terdapat di Qur’an (al Baqarah(2):185)
3. Kemenangan besar yg diperoleh Rasululloh SAW bersama kaum muslimin dalam perang Badr
4. Fath Makkah, yakni penaklukan Mekkah
5. Terdapat 1 malam yg lebih baik dari 1000 bulan (+/- 83tahun), (al Qard(97):3)
6. Diwajibkannya berpuasa (Al Baqarah(2):183)
7. Diangkatnya Muhammad menjadi Rasululloh SAW
8. Dilimpahkannya pahala yg sangat tinggi oleh ALLOH SWT terhadap orang yg beramal saleh + beribadah pada bulan ini
9. Dibukanya pintu surga dan ditutupnya pintu neraka (meskipun dalam arti kiasan)
10. Menjadi kafarat terhadap dosa-dosa hingga Ramadhan berikutnya, sepanjang sholat fardhu dari satu Jum’at ke Jum’at berikutnya
11. Orang yg berpuasa dengan ikhlas + penghayatan yg mendalam di bulan Ramadhan akan diberikan ampunan atas segala dosanya
Bulan Ramadhan mempunyai nama lain
1. Syahr ALLOH (bulan ALLOH),
karena ALLOH SWT akan memberikan pahala yg besar bagi orang yg melakukan kebaikan di dalamnya. Ibadah puasa langsung diberi pahala oleh ALLOH SWT sendiri.
2. Syahr Ala-i (bulan penuh nikamt dan limpahan rahmat)
karena pada bulan Ramadhan ALLOH SWT memberikan nikmat dan karunia yg berlipat ganda
3. Syahr Qur’an (bulan diturunkannya Qur’an)
4. Syahr an-Najaah (bulan pelepasan diri dari neraka)
5. Syahr a-Juud (bulan kedermawanan)
karena pada bulan Ramadhan dianjurkan lebih banyak memberi bantuan terutama kepada fakir miskin
6. Syahr al-Muwaasah (bulan memberikan pertolongan kepada orang yg berhajat/punya hajat)
7. Syahr at-Tilaawah (bulan membaca al Qur’an)
8. Syahr as-Sabri (bulan latihan bersabar atas penderitaan dengan rela hati)
9. Syahr ar-Rahmah (bulan tempat ALLOH SWT melimpahkan rahmat-Nya kepada hamba2-Nya)
10. Syahr as-Shiyaam (bulan puasa, karena setiap muslim WAJIB melaksanakannya KECUALI yg berhalangan sesuai dengan syar’i)
11. Syahr al-’Ied (bulan yg akhirnya disambut dg hari Raya ‘Ied)
dari : http://tausyiah275.blogsome.com/2005/09/24/ramadhan/
Kata Ramadhan berasal dari bahasa Arab = Ramadhan, jamaknya Ramadaanaat atau armidaa’, merupakan bulan ke-9 dari tahun Hijriah. Dari pengertian bahasanya, arti Ramadhan = panas, yg diberikan oleh orang2 Arab karena pada bulan 9, padang pasir terasa sangat panas oleh terik matahari. Hal ini sesuai dengan kebiasaan orang Arab yg memindahkan suatu istilah dari bahasa asing ke bahasa mereka yg sesuai dengan keadaan yg terjadi pada masa tersebut.
Dalam Islam, bulan Ramadhan mempunyai makna yg istimewa dan kedudukan yg mulia karena banyak terjadi peristiwa penting dalam bulan ramadhan tersebut:
1. Diturunkannya al Qur’an (Nuzulul Qur’an)
2. Satu-satunya nama bulan yg terdapat di Qur’an (al Baqarah(2):185)
3. Kemenangan besar yg diperoleh Rasululloh SAW bersama kaum muslimin dalam perang Badr
4. Fath Makkah, yakni penaklukan Mekkah
5. Terdapat 1 malam yg lebih baik dari 1000 bulan (+/- 83tahun), (al Qard(97):3)
6. Diwajibkannya berpuasa (Al Baqarah(2):183)
7. Diangkatnya Muhammad menjadi Rasululloh SAW
8. Dilimpahkannya pahala yg sangat tinggi oleh ALLOH SWT terhadap orang yg beramal saleh + beribadah pada bulan ini
9. Dibukanya pintu surga dan ditutupnya pintu neraka (meskipun dalam arti kiasan)
10. Menjadi kafarat terhadap dosa-dosa hingga Ramadhan berikutnya, sepanjang sholat fardhu dari satu Jum’at ke Jum’at berikutnya
11. Orang yg berpuasa dengan ikhlas + penghayatan yg mendalam di bulan Ramadhan akan diberikan ampunan atas segala dosanya
Bulan Ramadhan mempunyai nama lain
1. Syahr ALLOH (bulan ALLOH),
karena ALLOH SWT akan memberikan pahala yg besar bagi orang yg melakukan kebaikan di dalamnya. Ibadah puasa langsung diberi pahala oleh ALLOH SWT sendiri.
2. Syahr Ala-i (bulan penuh nikamt dan limpahan rahmat)
karena pada bulan Ramadhan ALLOH SWT memberikan nikmat dan karunia yg berlipat ganda
3. Syahr Qur’an (bulan diturunkannya Qur’an)
4. Syahr an-Najaah (bulan pelepasan diri dari neraka)
5. Syahr a-Juud (bulan kedermawanan)
karena pada bulan Ramadhan dianjurkan lebih banyak memberi bantuan terutama kepada fakir miskin
6. Syahr al-Muwaasah (bulan memberikan pertolongan kepada orang yg berhajat/punya hajat)
7. Syahr at-Tilaawah (bulan membaca al Qur’an)
8. Syahr as-Sabri (bulan latihan bersabar atas penderitaan dengan rela hati)
9. Syahr ar-Rahmah (bulan tempat ALLOH SWT melimpahkan rahmat-Nya kepada hamba2-Nya)
10. Syahr as-Shiyaam (bulan puasa, karena setiap muslim WAJIB melaksanakannya KECUALI yg berhalangan sesuai dengan syar’i)
11. Syahr al-’Ied (bulan yg akhirnya disambut dg hari Raya ‘Ied)
dari : http://tausyiah275.blogsome.com/2005/09/24/ramadhan/
sampein saya ma dia ya Allah ...(part3)
Ihya Ramadhan atau menghidupkan Ramadhan dengan berbagai aktivitas yang dapat mendekatkan diri kepada Allah. Bulan yang penuh berkah, rahmat dan ampunan ini hendaknya diisi dengan memperbanyak ibadah kepada Allah swt, memperpanjang ruku', sujud, shalat tarawih, bermunajat kepada Allah, memperbanyak sholat nawafil, senantiasa berzikir, tilawah dan tadabbur al-Quran, I'tikaf pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan, mengurangi waktu tidur pada siang hari (sementara Rasulullah dan Ummahatul Mu'minin selama Ramadhan begitu aktifnya beramal). Disamping itu aktivitas Ramadhan juga harus dapat memperkokoh hubungan dengan sesama, seperti memberikan zakat, infaq dan shodaqoh, ifthor (buka puasa bersama) dll.
Menjauhkan diri dari perbuatan laghwu (sia-sia) Bulan Ramadhan adalah fursoh untuk memperbanyak ibadah sehingga kita dapat menjauhi hal-hal yang mempersempit waktu ibadah, seperti menghabiskan waktu hampir seharian di dapur untuk menyiapkan makanan berbuka, karena saat yang terbaik untuk pengisian ruh dan pensucian jiwa akan hilang begitu saja dengan pengisian perut dan pengotoran jiwa, menghabiskan waktu di depan televisi dan perbuatan lainnya yang cenderung tidak ada gunanya.
Menahan anggota tubuh dan hati dari perbuatan yang diharamkan menjadi suatu keniscayaan dalam bulan Ramadhan ini. Seperti misalnya menahan pandangan mata dari pandangan yang dimakruhkan, Menahan pendengaran dari namimah, ghibah dan kemungkaran, menjaga Lisan dan hati dari perbuatan yang dapat mengotorinya.
Rasulullah saw Bersabda : bukanlah shaum itu sekedar meninggalkan makan dan minum, Melainkan meninggalkan pekerjaan sia-sia (tak bernilai) dan kata-kata Sombong (HR.Ibnu Hibban dan Ibnu Khuzaimah).
Rasulullah saw juga Bersabda : Barangsiapa yang selama berpuasa tidak juga meninggalkan kata-kata bohong, bahkan mempraktekkannya, maka tidak ada nilainya bagi Allah apa yang ia sangkakan sebagai puasa, yaitu sekedar meninggalkan makan dan minum (HR.Bukhari-Muslim).
Dalam Ramadhan ini kita bertekad akan menyelami rahasia kehidupan, dari mana, di mana dan hendak kemana kita ? Sehingga kita akan menghayati bahwa dunia ini adalah tempat berusaha untuk mematuhi perintah Allah dan akhirat adalah untuk menerima balasan dariNya. Pada bulan Ramadhan ini, kita akan berusaha untuk mendapatkan rahmat dan ampunan Allah, karena sesungguhnya kecelakaanlah bagi orang-orang yang tidakmendapatkan rahmat Allah pada bulan yang penuh denganrahmat ini.
Selamat datang Wahai Ramadhan, bulan yang agung, bulan yang penuh berkah, bulan yang menghapuskan dosa dan mengabulkan doa bagi orang-orang yang bersungguh-sungguh beribadah di dalamnya.
Ya Ilahi, Engkaulah tujuan kami dan KeridhoanMu lah dambaan kami.
Ustadzah Dra Herlini Amran. MA
2005-08-11
Menjauhkan diri dari perbuatan laghwu (sia-sia) Bulan Ramadhan adalah fursoh untuk memperbanyak ibadah sehingga kita dapat menjauhi hal-hal yang mempersempit waktu ibadah, seperti menghabiskan waktu hampir seharian di dapur untuk menyiapkan makanan berbuka, karena saat yang terbaik untuk pengisian ruh dan pensucian jiwa akan hilang begitu saja dengan pengisian perut dan pengotoran jiwa, menghabiskan waktu di depan televisi dan perbuatan lainnya yang cenderung tidak ada gunanya.
Menahan anggota tubuh dan hati dari perbuatan yang diharamkan menjadi suatu keniscayaan dalam bulan Ramadhan ini. Seperti misalnya menahan pandangan mata dari pandangan yang dimakruhkan, Menahan pendengaran dari namimah, ghibah dan kemungkaran, menjaga Lisan dan hati dari perbuatan yang dapat mengotorinya.
Rasulullah saw Bersabda : bukanlah shaum itu sekedar meninggalkan makan dan minum, Melainkan meninggalkan pekerjaan sia-sia (tak bernilai) dan kata-kata Sombong (HR.Ibnu Hibban dan Ibnu Khuzaimah).
Rasulullah saw juga Bersabda : Barangsiapa yang selama berpuasa tidak juga meninggalkan kata-kata bohong, bahkan mempraktekkannya, maka tidak ada nilainya bagi Allah apa yang ia sangkakan sebagai puasa, yaitu sekedar meninggalkan makan dan minum (HR.Bukhari-Muslim).
Dalam Ramadhan ini kita bertekad akan menyelami rahasia kehidupan, dari mana, di mana dan hendak kemana kita ? Sehingga kita akan menghayati bahwa dunia ini adalah tempat berusaha untuk mematuhi perintah Allah dan akhirat adalah untuk menerima balasan dariNya. Pada bulan Ramadhan ini, kita akan berusaha untuk mendapatkan rahmat dan ampunan Allah, karena sesungguhnya kecelakaanlah bagi orang-orang yang tidakmendapatkan rahmat Allah pada bulan yang penuh denganrahmat ini.
Selamat datang Wahai Ramadhan, bulan yang agung, bulan yang penuh berkah, bulan yang menghapuskan dosa dan mengabulkan doa bagi orang-orang yang bersungguh-sungguh beribadah di dalamnya.
Ya Ilahi, Engkaulah tujuan kami dan KeridhoanMu lah dambaan kami.
Ustadzah Dra Herlini Amran. MA
2005-08-11
sampein saya ma dia ya Allah ...(part2)
Diambil dari arsip http://www.mail-archive.com/pirus@googlegroups.com/msg00376.html
PERSIAPAN MENJELANG RAMADHAN
Tips Persiapan Bulan Ramadhan
"Pertama, 'I'dad Ruhi Imani, yakni persiapan ruh keimanan. Orang-orang yang saleh biasa melakukan persiapan ini seawal mungkin sebelum datang Ramadhan. Bahkan mereka sudah merindukan kedatangannya sejak bulan Rajab dan Sya'ban.
Biasanya mereka berdoa : "Ya Allah, berikanlah kepada kami keberkatan pada bulan Rajab dan Sya'ban, serta sampaikanlah kami kepada Ramadhan."
Dalam rangka persiapan ruh keimanan itu, dalam surah At-Taubah Allah melarang kita melakukan berbagai maksiat dan kedzhaliman sejak bulan Rajab. Tapi bukan berarti di bulan lain dibolehkan. Hal ini dimaksudkan agar sejak bulan Rajab kadar keimanan kita sudah meningkat.
Boleh dikiaskan, bulan Rajab dan Sya'ban adalah masa pemanasan (warming up), sehingga ketika memasuki Ramadhan kita sudah bisa bisa menjalani ibadah shaum dan sebagainya itu baks udah terbiasa.
'Kedua, adalah 'I'dad Jasadi, yakni persiapan fisik. Untuk memasuki Ramadhan kita memerlukan fisik yang lebih prima darin biasanya. Sebab, jika fisik lemah, bisa-bisa kemuliaan yang dilimpahkan Allah pada bulan Ramadhan tidak dapat kita raih secara optimal. Maka, sejak bulan Rajab Rasulullah dan para sahabat membiasakan diri melatih fisik dan mental dengan melakukan puasa sunnah, banyak berinteraksi dengan al-Qur'an, biasa bangun malam ('qiyamul-lail'), dan meningkatkan aktivitas saat berkecimpung dalam gerak dinamika masyarakat.
'Ketiga', adalah 'I'dad Maliya'h, yakni persiapan harta. Jangan salah faham, persiapan harta bukan untuk membeli keperluan buka puasa atau hidangan lebaran sebagaimana tradisi kita selama ini. Memersiapkan harta adalah untuk melipatgandakan sedekah, karena Ramadhanpun merupakan bulan memperbanyak sedekah. Pahala bersedekah pada bulan ini berlipat gandad ibandingkan bulan-bulan biasa.
'Keempat', adalah 'I'dad Fikri wa Ilmi, 'yakni persiapan intelektual dan keilmuan'. Agar ibadah Ramadhan bisa optimal, diperlukan bekal wawasan dan 'tashawur' (persepsi) yang benar tentang Ramadhan. Caranya dengan membaca berbagai bahan rujukan dan menghadiri majelis ilmu tentang Ramadhan. Kegiatan ini berguna untuk mengarahkan kita agar beribadah sesuai tuntunan Rasulullah SAW, selamaRamadhan.
Menghafal ayat-ayat dan doa-doa yang berkait dengan perlbagai jenis ibadah, atau menguasai berbagai masalah dalam fiqh puasa, juga penting untuk dipersiapkan.
Semoga persiapan kita mengantarkan ibadah shaum dan berbagai ibadah lainnya, sebagai yang terbaik dalam sejarah Ramadhan yang pernah kita lalui. Aamiin..
PERSIAPAN MENJELANG RAMADHAN
Tips Persiapan Bulan Ramadhan
"Pertama, 'I'dad Ruhi Imani, yakni persiapan ruh keimanan. Orang-orang yang saleh biasa melakukan persiapan ini seawal mungkin sebelum datang Ramadhan. Bahkan mereka sudah merindukan kedatangannya sejak bulan Rajab dan Sya'ban.
Biasanya mereka berdoa : "Ya Allah, berikanlah kepada kami keberkatan pada bulan Rajab dan Sya'ban, serta sampaikanlah kami kepada Ramadhan."
Dalam rangka persiapan ruh keimanan itu, dalam surah At-Taubah Allah melarang kita melakukan berbagai maksiat dan kedzhaliman sejak bulan Rajab. Tapi bukan berarti di bulan lain dibolehkan. Hal ini dimaksudkan agar sejak bulan Rajab kadar keimanan kita sudah meningkat.
Boleh dikiaskan, bulan Rajab dan Sya'ban adalah masa pemanasan (warming up), sehingga ketika memasuki Ramadhan kita sudah bisa bisa menjalani ibadah shaum dan sebagainya itu baks udah terbiasa.
'Kedua, adalah 'I'dad Jasadi, yakni persiapan fisik. Untuk memasuki Ramadhan kita memerlukan fisik yang lebih prima darin biasanya. Sebab, jika fisik lemah, bisa-bisa kemuliaan yang dilimpahkan Allah pada bulan Ramadhan tidak dapat kita raih secara optimal. Maka, sejak bulan Rajab Rasulullah dan para sahabat membiasakan diri melatih fisik dan mental dengan melakukan puasa sunnah, banyak berinteraksi dengan al-Qur'an, biasa bangun malam ('qiyamul-lail'), dan meningkatkan aktivitas saat berkecimpung dalam gerak dinamika masyarakat.
'Ketiga', adalah 'I'dad Maliya'h, yakni persiapan harta. Jangan salah faham, persiapan harta bukan untuk membeli keperluan buka puasa atau hidangan lebaran sebagaimana tradisi kita selama ini. Memersiapkan harta adalah untuk melipatgandakan sedekah, karena Ramadhanpun merupakan bulan memperbanyak sedekah. Pahala bersedekah pada bulan ini berlipat gandad ibandingkan bulan-bulan biasa.
'Keempat', adalah 'I'dad Fikri wa Ilmi, 'yakni persiapan intelektual dan keilmuan'. Agar ibadah Ramadhan bisa optimal, diperlukan bekal wawasan dan 'tashawur' (persepsi) yang benar tentang Ramadhan. Caranya dengan membaca berbagai bahan rujukan dan menghadiri majelis ilmu tentang Ramadhan. Kegiatan ini berguna untuk mengarahkan kita agar beribadah sesuai tuntunan Rasulullah SAW, selamaRamadhan.
Menghafal ayat-ayat dan doa-doa yang berkait dengan perlbagai jenis ibadah, atau menguasai berbagai masalah dalam fiqh puasa, juga penting untuk dipersiapkan.
Semoga persiapan kita mengantarkan ibadah shaum dan berbagai ibadah lainnya, sebagai yang terbaik dalam sejarah Ramadhan yang pernah kita lalui. Aamiin..
Thursday, August 30, 2007
astagfirullah... ternyata istighfarku.
rasanya klo di hitung dalam sehari, istighfar yang ku ucapkan mencapai target yang rasul perintahkan. sabda rasul : "aku beristighfar dalam satu hari satu malam tidak kurang dari seratus kali.."
tapi mungkin jika difikir ulang benar bahwa rasul itu pribadi yang mulia. saya bayangkan betapa tingkat konsentrasi, tingkat kesadaran dan keilmu khusuan dari rasul itu amat sangat tinggi. bayangkan khasiat dari istighfar itu benar-benar membekas pada diri rasul. tidak seperti kita (atau saya) yang mengucap istighfar memang seratus kali tapi, entah berapa kali saja yang merupakan hasil kesadaran hati dan tingkat kehusuan yang tinggi.
ya, istighfar yang kita sampaikan terkadang hanya di bibir saja, bahkan di bibir pun sering kali menyalahi aturan. pernah atau bahkan sering kita mendengar orang mengucap "astaga...", yang sebenarnya ia berasal dari kalimat mulia "astaghfirullah...''
atau tidak jarang tanpa sadar hati keciil kita ingin dipuji ketika kita banyak mengucap istighfar.
rasul saw. memang mencontohkan 'syayidul istighfar (istighfar yang paling mulia) , seperti ini;
"allahumma anta rabbi..., laailaaha illa anta. Khalaqtanii, wa ana abduka, wa ana 'alaa ahdika, wawa'dika mastatha'tu. abu u laka bin'mati 'alayya,
waabuuu bizambiii.....
faghfirlii, fainnahu yaghfirudzunuuba illa anta..
"Ya allah sungguh Engkau rabbku... tidak ada tuhan selain Engkau. Kau ciptakan diri ku, sehingga aku adalah hamba Mu, dan sudah selayaknya Kaulah yang menunjukan jalan hikupku dan memberiku kekuatan. Sungguh aku menyadari bahwa nikmatMu telah Kau curahkan kepadaku dan akupun amat menyadari bahwa dosaku terhadapMu sungguh amat sangat...
maka ampunilah aku ya rabb, sungguh tidak ada yang mampu menampuni dosa ini selain Engkau..."
istigfar dijalan dan dikeseharian ku yang seratus memang tidak ada apa-apanya. hati yang lalai , kurang penyesalan dan ketidaksunguhan untuk mengharap adalah bukti bahwa istigfar kita gagal.
dan sungguh beruntung kita umat nabi muhammad, yang sudah banyak mengajarkan dan mencontohkan bagaimana seharusnya kita menyembah pada tuhan pencipta kita. termasuk cara kita bersitghfar. ayo berudasa mencontoh beliau.
astaghfirullahal adziim, wallahu a'lam...
tapi mungkin jika difikir ulang benar bahwa rasul itu pribadi yang mulia. saya bayangkan betapa tingkat konsentrasi, tingkat kesadaran dan keilmu khusuan dari rasul itu amat sangat tinggi. bayangkan khasiat dari istighfar itu benar-benar membekas pada diri rasul. tidak seperti kita (atau saya) yang mengucap istighfar memang seratus kali tapi, entah berapa kali saja yang merupakan hasil kesadaran hati dan tingkat kehusuan yang tinggi.
ya, istighfar yang kita sampaikan terkadang hanya di bibir saja, bahkan di bibir pun sering kali menyalahi aturan. pernah atau bahkan sering kita mendengar orang mengucap "astaga...", yang sebenarnya ia berasal dari kalimat mulia "astaghfirullah...''
atau tidak jarang tanpa sadar hati keciil kita ingin dipuji ketika kita banyak mengucap istighfar.
rasul saw. memang mencontohkan 'syayidul istighfar (istighfar yang paling mulia) , seperti ini;
"allahumma anta rabbi..., laailaaha illa anta. Khalaqtanii, wa ana abduka, wa ana 'alaa ahdika, wawa'dika mastatha'tu. abu u laka bin'mati 'alayya,
waabuuu bizambiii.....
faghfirlii, fainnahu yaghfirudzunuuba illa anta..
"Ya allah sungguh Engkau rabbku... tidak ada tuhan selain Engkau. Kau ciptakan diri ku, sehingga aku adalah hamba Mu, dan sudah selayaknya Kaulah yang menunjukan jalan hikupku dan memberiku kekuatan. Sungguh aku menyadari bahwa nikmatMu telah Kau curahkan kepadaku dan akupun amat menyadari bahwa dosaku terhadapMu sungguh amat sangat...
maka ampunilah aku ya rabb, sungguh tidak ada yang mampu menampuni dosa ini selain Engkau..."
istigfar dijalan dan dikeseharian ku yang seratus memang tidak ada apa-apanya. hati yang lalai , kurang penyesalan dan ketidaksunguhan untuk mengharap adalah bukti bahwa istigfar kita gagal.
dan sungguh beruntung kita umat nabi muhammad, yang sudah banyak mengajarkan dan mencontohkan bagaimana seharusnya kita menyembah pada tuhan pencipta kita. termasuk cara kita bersitghfar. ayo berudasa mencontoh beliau.
astaghfirullahal adziim, wallahu a'lam...
berbeda-beda tetapi tetap satu jua
divisi kita berbeda-beda tapi kita punya satu departemen yang sama...
asal suku bangsa kita berbeda tapi kita tetap manusia juga...
tata cara berdakwah kita, cara dan cabangnya beda tetapi tujuan menuju tegaknya al islam di dunia kita sama...
pekerjaan kita berbeda, tapi semua saling mendukung...
ayo kita saling memahami
ayo saling menghargai
ayo saling mengenal,
ayo bersinergi
ayo pada sabar...
karena Allah dan rasulnya pun sepakat bahwa, kita tidak pernah akan pernah benar-benar menyatu, kecuali dan akan tetapi ketentuan dan janji Allah lah yang pasti. tujuan hidup dan segala pertanyaan tentang apa didunia ini nanti akan Allah ungkapkan kepada kita.
asal suku bangsa kita berbeda tapi kita tetap manusia juga...
tata cara berdakwah kita, cara dan cabangnya beda tetapi tujuan menuju tegaknya al islam di dunia kita sama...
pekerjaan kita berbeda, tapi semua saling mendukung...
ayo kita saling memahami
ayo saling menghargai
ayo saling mengenal,
ayo bersinergi
ayo pada sabar...
karena Allah dan rasulnya pun sepakat bahwa, kita tidak pernah akan pernah benar-benar menyatu, kecuali dan akan tetapi ketentuan dan janji Allah lah yang pasti. tujuan hidup dan segala pertanyaan tentang apa didunia ini nanti akan Allah ungkapkan kepada kita.
don't leave me alone...
domba yang lemah jangan sekali-kali lepas dari kawanannya. ungkapan ini tepat benar menggambarkan bagaimana butuhnya kita berjamaah. jika kita memang merasa memiliki kekurangan yang tidak bisa kita tutupi dan kita merasa sangat membutuhkan kekuatan itu maka solusinya adalah berjamaah.
jamaah menjadi pelindung dan juga kontrol bagi setiap anggota jamaahnya. seperti domba yang lemah tersebut, jika ia berada didalam kawanan sesama domba yang lainnya, maka musuh akan kecil kemungkinan memangsa dirinya. begitu pun kontrol dari kawanan domba tersebut, sang domba akan selalu bersama beraktivitas dan tumbuh sesuai dengan kodratnya sebagai domba. mereka akan selalu tangguh, kuat, sehat dan besar.
dan bersyukurlah memiliki jika kita memiliki sebuah jamaah. sebuah team, kawanan kerja, keluarga atau apapun namanya dimana kita bekumpul bersama dengan orang-orang lain sesama kita. syukur yang selalu diringi dengan sabar, karena interaksi, saling membantu untuk tumbuh, saling mengontrol sungguh sebuah proses yang amat panjang.
siapa yang sabar dan syukurnya kuat, ia akan selamat, dan semua yang sabr dan syukur dalam jamaah tersebut otomatis pada akhirnya akan membuat jamaah itu kuat.
jamaah menjadi pelindung dan juga kontrol bagi setiap anggota jamaahnya. seperti domba yang lemah tersebut, jika ia berada didalam kawanan sesama domba yang lainnya, maka musuh akan kecil kemungkinan memangsa dirinya. begitu pun kontrol dari kawanan domba tersebut, sang domba akan selalu bersama beraktivitas dan tumbuh sesuai dengan kodratnya sebagai domba. mereka akan selalu tangguh, kuat, sehat dan besar.
dan bersyukurlah memiliki jika kita memiliki sebuah jamaah. sebuah team, kawanan kerja, keluarga atau apapun namanya dimana kita bekumpul bersama dengan orang-orang lain sesama kita. syukur yang selalu diringi dengan sabar, karena interaksi, saling membantu untuk tumbuh, saling mengontrol sungguh sebuah proses yang amat panjang.
siapa yang sabar dan syukurnya kuat, ia akan selamat, dan semua yang sabr dan syukur dalam jamaah tersebut otomatis pada akhirnya akan membuat jamaah itu kuat.
Subscribe to:
Posts (Atom)