Friday, August 24, 2007

strategi pengalihan

strategi pengalihan pernah ditulis dan disampaikan oleh ust Anis Mata dalam rubriknya di majalah tarbawi. beliau bilang bahwa seorang pahlawan ketika ia mundur, bukan berarti ia kalah tetapi ia mundur untuk berputar kemudian mencari lahan dan siasat lain, kemudian ia kembali ke kancah peperangan dan akhirnya ia menang.

bosan bekerja? cari kreatifitas lain, sholat dhuha dulu, sambil ngemil, diskusi, nonton sebentar, baca koran, nulis....

bosan dengan anak nakal? jangan di tinggalin, ikutin aza pa maunya sambil kita tetap yakin bahwa allah berkenan membukakan hatinya kelak

bosan diperjalanan? baca buku, jajan sekali-kali, kenalan, dengerin musik pake earpone, baca alquran lebih utama

bosen makanan? ga usah makan...:) saya ga pernah bosan makan alhamdulillah. bosan dengan menunya? bersyukur lebih baik... makan aza sambil bayangin yang enak-enak. masih banyak orang yang ga bisa ato susah dapet makan

bosen yang lain,...

karena kata Allah dan rasulya :
"allah ga akan pernah bosan sebelum kita bosan...."
"sesungguhnya setiap masa semangat, ada masa futur (lemahnya), tapi beruntung orang yang dalam masa lemahnya tetap dalam sunnah rasul..."

wallahua'alam...

Wednesday, August 22, 2007

sampein saya ma dia ya Allah ...

Sepuluh Langkah menyambut Ramadhan
http://www.dakwatuna.com/

1. Berdoalah agar Allah swt. memberikan kesempatan kepada kita untuk bertemu dengan bulan Ramadan dalam keadaan sehat wal afiat. Dengan keadaan sehat, kita bisa melaksanakan ibadah secara maksimal di bulan itu, baik puasa, shalat, tilawah, dan dzikir.
Dari Anas bin Malik r.a. berkata, bahwa Rasulullah saw. apabila masuk bulan Rajab selalu berdoa, "Allahuma bariklana fii rajab wa sya'ban, wa balighna ramadan." Artinya, ya Allah, berkahilah kami pada bulan Rajab dan Sya'ban; dan sampaikan kami ke bulan Ramadan. (HR. Ahmad dan Tabrani)
Para salafush-shalih selalu memohon kepada Allah agar diberikan karunia bulan Ramadan; dan berdoa agar Allah menerima amal mereka. Bila telah masuk awal Ramadhan, mereka berdoa kepada Allah, "Allahu akbar, allahuma ahillahu alaina bil amni wal iman was salamah wal islam wat taufik lima tuhibbuhu wa tardha." Artinya, ya Allah, karuniakan kepada kami pada bulan ini keamanan, keimanan, keselamatan, dan keislaman; dan berikan kepada kami taufik agar mampu melakukan amalan yang engkau cintai dan ridhai.

2. Bersyukurlah dan puji Allah atas karunia Ramadan yang kembali diberikan kepada kita. Al-Imam Nawawi dalam kitab Adzkar-nya berkata, "Dianjurkan bagi setiap orang yang mendapatkan kebaikan dan diangkat dari dirinya keburukan untuk bersujud kepada Allah sebagai tanda syukur; dan memuji Allah dengan pujian yang sesuai dengan keagungannya. " Dan di antara nikmat terbesar yang diberikan Allah kepada seorang hamba adalah ketika dia diberikan kemampuan untuk melakukan ibadah dan ketaatan. Maka, ketika Ramadan telah tiba dan kita dalam kondisi sehat wal afiat, kita harus bersyukur dengan memuji Allah sebagai bentuk syukur.

3. Bergembiralah dengan kedatangan bulan Ramadan. Rasulullah saw. selalu memberikan kabar gembira kepada para shahabat setiap kali datang bulan Ramadan, "Telah datang kepada kalian bulan Ramadan, bulan yang penuh berkah. Allah telah mewajibkan kepada kalian untuk berpuasa. Pada bulan itu Allah membuka pintu-pintu surga dan menutup pintu-pintu neraka." (HR. Ahmad).
Salafush-shalih sangat memperhatikan bulan Ramadan. Mereka sangat gembira dengan kedatangannya. Tidak ada kegembiraan yang paling besar selain kedatangan bulan Ramadan karena bulan itu bulan penuh kebaikan dan turunnya rahmat.

4. Rancanglah agenda kegiatan untuk mendapatkan manfaat sebesar mungkin dari bulan Ramadan. Ramadhan sangat singkat. Karena itu, isi setiap detiknya dengan amalan yang berharga, yang bisa membersihkan diri, dan mendekatkan diri kepada Allah.

5. Bertekadlah mengisi waktu-waktu Ramadan dengan ketaatan. Barangsiapa jujur kepada Allah, maka Allah akan membantunya dalam melaksanakan agenda-agendanya dan memudahnya melaksanakan aktifitas-aktifitas kebaikan. "Tetapi jikalau mereka benar terhadap Allah, niscaya yang demikian itu lebih baik bagi mereka." [Q.S. Muhamad (47): 21]

6. Pelajarilah hukum-hukum semua amalan ibadah di bulan Ramadan. Wajib bagi setiap mukmin beribadah dengan dilandasi ilmu. Kita wajib mengetahui ilmu dan hukum berpuasa sebelum Ramadan datang agar puasa kita benar dan diterima oleh Allah. "Tanyakanlah kepada orang-orang yang berilmu, jika kamu tiada mengetahui," begitu kata Allah di Al-Qur'an surah Al-Anbiyaa' ayat 7.

7. Sambut Ramadan dengan tekad meninggalkan dosa dan kebiasaan buruk. Bertaubatlah secara benar dari segala dosa dan kesalahan. Ramadan adalah bulan taubat. "Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman, supaya kamu beruntung." [Q.S. An-Nur (24): 31]

8. Siapkan jiwa dan ruhiyah kita dengan bacaan yang mendukung proses tadzkiyatun- nafs. Hadiri majelis ilmu yang membahas tentang keutamaan, hukum, dan hikmah puasa. Sehingga secara mental kita siap untuk melaksanakan ketaatan pada bulan Ramadan.

9. Siapkan diri untuk berdakwah di bulan Ramadhan dengan:
- buat catatan kecil untuk kultum tarawih serta ba'da sholat subuh dan zhuhur.
- membagikan buku saku atau selebaran yang berisi nasihat dan keutamaan puasa.

10. Sambutlah Ramadan dengan membuka lembaran baru yang bersih. Kepada Allah, dengan taubatan nashuha. Kepada Rasulullah saw., dengan melanjutkan risalah dakwahnya dan menjalankan sunnah-sunnahnya. Kepada orang tua, istri-anak, dan karib kerabat, dengan mempererat hubungan silaturrahmi. Kepada masyarakat, dengan menjadi orang yang paling bermanfaat bagi mereka. Sebab, manusia yang paling baik adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain.

Monday, August 20, 2007

alhamdulillah...

"barangsiapa yang bersyukur, niscaya akan Aku tambahkan nikmat yang ku berikan, akan tetapi barangsiapa yang kufur, maka ingatlah sungguh azabku amat sangat pedih."
QS. Ibrahim 7


beruntung bagi orang-orang yang sepanjang hidupnya bisa ia lalui dengan syukur. karena memang allah telah menjanjikan bagi orang-orang yang bersyukur keuntungan yang lebih.

bersyukurlah kita bisa bekerja pada hari ini, karena dengan kerja kita bisa menggerakkan tubuh dan fikiran kita. tambahan nikmat yang akan kita rasakan yaitu kita akan dapatkan kekuatan tubuh dan kematangan fikiran karena selalu kita gerak dan gunakan

tapi bayang dan ingatkan akibatnya jika kita tidak menggerakkan tubuh dan fikiran kita. azab allah berupa penyakit pada tubuh ini dan kelemahan fikiran akan mendera dan memberikan rasa yang amat sakit bagi kita

syukur atas aktivitas yang lain? sukuri dan rasakan nikmat lebihnya. juga ingatlah kerugian dan azab yang kita dapatkan jika kita mengingkarinya.

wallahu 'alam

Tiga Amalan Baik

dari milis tarbawi community, subhanallah...

Bumi yang ditempati manusia adalah planet yang selalu berputar. Adasiang dan ada malam. Kehidupan manusia juga berlangsung seperti itu.Kadang senang, kadang sedih. Selain Allah SWT, tidak ada yang abadidalam kehidupan ini. Untuk menghadapi perputaran roda kehidupan,paling tidak kita memerlukan tiga amalan baik, yakni istiqamah,istikharah, dan istighfar.

Istiqamah adalah kokoh dalam akidah dan konsisten dalam beribadah.Begitu pentingnya istiqamah ini sampai Nabi Muhammad SAWmenyinggungnya dalam salah satu hadis. Dari Abi Sufyan bin Abdullahberkata, ''Aku telah berkata, 'Wahai Rasulullah katakanlah kepadakupesan dalam Islam sehingga aku tidak perlu bertanya kepada orang lainselain engkau'. Nabi menjawab, 'Katakanlah aku telah beriman kepadaAllah kemudian beristiqamahlah' .'' (HR Muslim)

Istikharah adalah sarana untuk mohon petunjuk Allah dalam setiaplangkah, dan penuh pertimbangan dalam setiap keputusan. Setiap orangmempunyai kebebasan untuk berbicara dan berbuat. Akan tetapi, menurutIslam, tidak ada kebebasan yang tanpa batas. Batas-batas tersebutadalah aturan agama. Seorang Muslim yang benar, selalu berpikirberkali-kali sebelum bertindak atau berucap. Dia juga selalu memohonpetunjuk kepada Allah.

Kata-kata bijak think today and speak tomorrow (berpikirlah hari inidan bicaralah esok hari) sering menjadi inspirasi bagi seorang Muslim.Kalau ucapan itu tidak baik apalagi menyakiti orang lain makatahanlah. Tapi, jika ucapan itu benar dan baik maka katakanlah, apapun risikonya. ''Tidak akan rugi orang yang beristikharah, tidak akankecewa orang yang bermusyawarah, dan tidak akan miskin orang yanghidupnya hemat.'' (HR Thabrani).

Istighfar adalah selalu introspeksi dan memohon ampunan kepada AllahSWT. Setiap orang pernah melakukan kesalahan. Setiap kesalahan dandosa itu sebenarnya penyakit yang merusak kehidupan kita. Karena itu,segala kesalahan dan dosa itu harus dihindari. Tidak sedikit persoalanbesar yang kita hadapi akhir-akhir ini yang diakibatkan kesalahan kitasendiri. Saatnya kita introspeksi dan memohon ampun kepada Allah.

Adakalanya kehidupan sosial dan ekonomi sebuah bangsa mengalamikesulitan yang disebabkan oleh dosa-dosa masa lalu yang menumpuk, dantidak pernah dibersihkan melalui tobat. Jika itu penyebabnya, makaobat satu-satunya adalah beristighfar dan bertobat. Allah SWT telahmenjadikan kisah Nabi Hud sebagai teladan yang baik untuk menjagakehidupan agar tetap berlangsung baik.
''Dan (Hud) berkata, haikaumku, mohonlah ampun kepada Tuhanmu lalu bertobatlah kepada-Nya,niscaya Dia menurunkan hujan yang sangat deras atasmu dan Dia akanmenambahkan kekuatan kepada kekuatanmu dan janganlah kamu berpalingdengan berbuat dosa. (QS Hud:52).

Sekali lagi, tiada kehidupan yang sepi dari tantangan dan godaan. Agarkita tetap tegar dan selamat dalam menghadapi berbagai gelombangkehidupan, tidak bisa tidak kita harus senantiasa istiqamah,istikharah, dan istighfar.

Monday, August 13, 2007

my map

















seru juga main-main dengan google.map. memang lebih lengkap google earth sih. klo google earth bisa lebih maksimal fasilitas zoom nya, sementara di google map, tidak bisa lebih maksimal lagi sampai lebih detail.

foto diatas diambil dari google map. foto itu menunjukkan rumah ku, keren bisa melihat peta kerumah dari atas bumi...
ada tiga lingkaran merah. dari kiri ke kanan :

lingkaran pertama
SD 13 Serang, (tempat ku menuntut ilmu di sekolah dasar, alhamdulillah letaknya dekat dengan rumah) bu suarni guru kelas satu ku masih ada ga ya..? kangen bu, makasih dan maafkan aku....

lingkaran kedua masjid ASSALAM, (tempat aku, teman, tetangga, ayah, kakak adik dan saudara menunaikan perintah ALLAH 5 waktu.) masih suka adzan kan pa RT...?

lingkaran ketiga
MY HOME SWEET HOME, rumahnya dah lumayan tua mungkin sudah setengah abad, tapi i love my home... (ma, pa, lagi ngapain??)














(tanda panah ijo, itu letak kota serang, kota ku. hampir di ujung pulau jawabarat)

Menulis (lagi)



setelah membaca buku karangan mba afifah afra amatullah, subhanallah motivasi untuk terus menulis semakin menggelora. buku tersebut memberi banyak masukan juga pengetahuan bagaimana seharusnya kita menjadi penulis.

bab pendahuluan berisi bagaimana cerita hidup dari mba afifah. subhanallah, yang membuatku menarik adalah bahwa beliau berasal dari keluarga guru. keluarga ku juga keluarga guru, tapi kenapa tidak ada yang jadi penulis (atau mudah-mudahan setidaknya belum?)
orangtuanya pandai sekali bercerita, dan itu yang mengilhami mba afifah untuk menulis berlembar-lembar cerpen bahkan sampai berbentuk buku dimasa kecilnya. ya, beliau sering menuliskan serial-serial cerita karangannya dalam buku tulisnya sendiri.

pada bab pertama beliau menerangkan hal yang mendasar kenapa kita harus menulis. apa alasan saya menulis? beliau memaparkan 10 alasan yang menyebabkan beliau harus menulis. alasanya sungguh beragam, mulai dari karena ingin menambah pengetahuan, berdakwah sampai karena alasan ingin mendapat penghasilan ! kerenkan?

bab kedua berikutnya, mba afifah mulai memaparkan tentang bagaimana seharusnya menjadi penulis yang baik diawali dari penulis pemula. ada beberapa pemanasan (warming up) bagi atau ala penulis. mulai dari mengumpulkan ide, menyusun kata sampai membuat cerita yang benar-benar utuh.

bab berikut nya ?? baca sendiri ya... satuhal yang membuat buku ini lebih dari buku motivasi menulis adalah langkah-langkah bagaimana kita membuat penerbitan buku sendiri. menerangkan apa yang harus kita persiapkan jika kita ingin membuat suatu penerbitan, mulai dari alat-alat percetakan, strategi pemasaran sampai hitung-hitungan modal dan keuntungan yang akan kita peroleh, menarik bukan?

Friday, August 10, 2007

Haruskah?



Aceh itu akhirnya damai karena Allah berkenan menurunkan azabnya yang sangat besar, Azab yang besar itu tepatnya TSUNAMI

Bayangkan, perebutan kekuasaan yang terjadi di tanah aceh allah balas dengan perbutan milikinya. Ia rebut ribuan nyawa, Ia luluh lantakkan daratan dengan gelombang yang sangat amat besar.
dan akhirnya, RI GAM berunding dan damai karena jatuhnya banyak korban di aceh tersebut.

tapi...

haruskah bencana kembali allah turunkan untuk membuat hati ini damai?
haruskah allah celakakan diri kita sehingga kita sadar padanya?

rabb, ampuni hamba yang selalu saja lalai dalam melaksanakan perintah Mu...

tentang doa

dari milis Tarbawi community.

"SIGID PURWANTO" sigidmath@yahoo.co.id


Abu Darda’ meriwayatkan bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda yang maksudnya :


“Setiap hamba Muslim yang mendoakan saudaranya pada ketika saudaranya itu tidak ada (tanpa pengetahuannya) , maka malaikat akan berkata: “Semoga kamu juga mendapat seumpama (doa) itu.”
(Hadis riwayat Muslim)

Malah doa seorang muslim terhadap saudaranya yang lain tanpa pengetahuannya adalah mustajab berdasarkan hadis Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam yang maksudnya :


“Adapun doa seorang Muslim bagi saudaranya yang tidak hadir adalah mustajab. Di sisi kepalanya ada malaikat yang diwakilkan. Setiap kali dia mendoakan kebaikan bagi saudaranya itu, malaikat yang diwakilkan itu pula berkata: “Amin, dan bagimu seumpama apa yang engkau doakan itu.”
(Hadis riwayat Muslim)

Ke depannya kita memang harus bertekad menjadi orang mampu secara finansial, karena sebagian besar orang mampu saat ini mayoritas adalah orang-orang yang tidak dekat dengan ALLAH.

Bagi yang mengalami kesulitan finansial, seperti ana juga, segeralah kembali kepada ALLAH dan yakin bahwa rejeki kita sudah tertulis di lauhul mahfudz beserta peruntukannya. Yakin bahwa setiap kesulitan pasti ada solusinya, kita tinggal meminta file solusinya kepada ALLAH. Dan berikhtiar.

Ana punya teman yang sekarang sedang kuliah S3 di UPI, dia ceritakan bahwa untuk seorang PNS seperti dia sangat sulit untuk mengumpulkan uang untuk dapat kuliah S3 yang SPP-nya untuk satu semester bisa mencapai 8 juta rupiah. Namun dia punya rumus jitu yang selalu berulangkali terbukti, karena rumus itu berasal dari ALLAH. Rumus itu adalah berbisnis dengan ALLAH, dan yang paling menarik adalah bisnis itu dilakukan justru ketika sedang merasa sempit rezeki.

Salah satu kisah di antara sedemikian banyak kisah yang dia miliki adalah ketika harus berangkat menggunakan kapal laut dari Sulawesi, keuangannya tidak mengijinkan. Dia hanya mempunyai 1/10 uang kebutuhan untuk membeli tiket. Di saat gundah seperti itu, tiba-tiba kedatangan tamu anak-anak ROHIS yang membawa proposal untuk kegiatan dauroh. Di satu sisi dia sedang gundah karena kekurangan uang, di sisi yang lain merasa kasihan kalau tidak menginfaqkan uangnya untuk kegiatan dauroh. Akhirnya dengan bertawakkal kepada ALLAH diberikannya uang yang dia miliki kepada tamunya.

Habis..., begitu menurut perhitungan kita.

Ternyata ALLAH berkehendak lain.
Setelah itu datang lagi seorang tamu yang merupakan temannya dengan membawa selembar kertas. Tamu itu berkata, kurang lebih seperti ini, “Saya dengar kamu mau naik kapal laut? Ini saya punya tiket yang sudah terbeli silahkan dipakai karena ternyata saya tidak jadi berangkat.”

Alhamdulillaah. ..
Secepat itu ALLAH membalas, dengan berlipat ganda pula.

“Hai orang-orang yang beriman jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu”. (Muhammad : 7)

Ana yakin kita masing-masing juga punya pengalaman yang sama, pengalaman yang membuktikan kebenaran firman ALLAH, bahwa:
"Perumpamaan orang- orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah seperti sebutir bulir yang menumbuhkan tujuh bulir. Di setiap bulir itu seratus butir. Allah melipatgandakan pahala bagi siapa yang dikehendaki- Nya". (Al Baqarah: 265)

Wallahu a’lam bish shawab.

Thursday, August 9, 2007

sebelum pulang

Demi masa
sesungguhnya manusia itu merugi
kecuali orang-orang yang beriman, beramal sholeh, dan saling menasihati dalam kebenaran dan kesabaran, QS. Al-Ashr 1-3)


jangan lupa setiap pulang, setiap habis kerja, setiap habis belajar, setiap selesai suatu majelis untuk melafalkan surat tersebut.

sambil mengingat-ingat, dah ngapain aza tadi barusan. dah menghasilkan apa kita dalam bekerja, apa progres yang sudah kita lakukan, banyak baiknya, ato banyak buruknya,

astaghfirullah...

sambil mengingat-ingat, masih tebel ga syukur dan iman kita kepada Allah. sambil terus menambah keyakian bahwa allah melihat dan maha mengetahui apa yang kita perbuat barusan. yang baik akan allah balas dengan kenikmatan, yang buruk ...

astaghfirullah...

sambil mengingat2 berapa sahabat kita yang kita berikan senyuman kepadanya, berapa sahabat kita yang kita senangkan hatinya. dan berapa banyak sahabat kita yang kita buat mencibir bahkan tidak suka hati dan marah pada kita

astaghfirullah...

wallahua'alam
rabb, ampuni kelalaian, kelemahan dan segala kesalahan hamba Mu ini.

subhanaka allahumma wabihamdika asyhaduallaailaha illa anta astaghfiruka waatubu ilaik...

Tuesday, August 7, 2007

kisah unta (manusia) malang

Dikisahkan ada dua orang ayah dan anak yang sedang bepergian ke suatu daerah yang sangat jauh. mereka berangkat dengan menggunakan unta yang sudah cukup tua. dari mulai mereka berangkat dari rumah, unta tersebut ditumpangi oleh sang anak. sang ayah berjalan didsampingnya dengan memegang tali pengekang unta.

ketika di tengah perjalanan di suatu desa, kedua orang itu ditegur oleh penduduk disana :

"kejam benar engkau wahai anak, orang tuamu yang sudah tua dan kelelahan tua itu kau paksa biarkan berjalan. sementara dirimu enak-enakan saja duduk diatas unta" ujar seorang penduduk

mendengar perkataan penduduk tersebut, sang anak berfikir dan juga mengiyakan. ia sungguh telah berbuat dzolim terhadap ayahnya.
akhirnya ia turun dari unta tua tersebut dan berganti menuntun unta ersebut selama diperjalanan.

memasuki desa berikutnya, kedua orang tersebut kembali mendapat cemoohan dari penduduknya. kali ini sang ayah yang mendapat teguran.

"orang tua yang tidak tahu diri, kenapa kau biarkan anakmu yang masih lemah berjalan, sementara dirimu yang lebih kuat hanya dengan enak menunggangi untamu? Tidakah kau merasa kasihan?"

mendengar perkataan penduduk tersebut, sang ayah fikir dan juga mengiyakan. ia sungguh telah berbuat dzolim terhadap anaknya.
Akan tetapi mereka bingung, saling mempersilahkan, karena mereka risih jika harus di perhatikan oleh orang-orang desa yang mereka lalui.

alhasil, mereka naik bersama ke atas pundak unta yang sudah cukup tua tersebut. dan ternyata benar mereka mendapatkan kembali cemoohan dari orang

"manusia-manusia tidak memiliki belas kasihan, masak unta yang kelelahan harus dipaksakan untuk berjalan malah harus dinaiki berdua lagi.." kata penduduk berikutnya.

akhirnya ia turun dari unta tua dan apa yang mereka lakukan? mereka berduaan menuntun unta ersebut selama diperjalanan.

kembali memasuki desa berikutnya, kedua orang tersebut diperhatikan oleh para penduduknya. Penduduk desa tersebut keheranan kenapa ada orang yang bepergian jauh sementara hewan kendaraannya tidak mereka tunggangi.

"tidakah kalian kecapaian jika harus pergi jauh sementara kalian dengan bodohnya menuntun saja unta kalian? Mengapa tidak kalian tumpangi saja?" sapa salah seorang penduduk di desa tersebut.

kedua orang ayah dan anak itu pun kembali berfikir keras dan semakin kebingungan. dinaiki salah, di tuntun salah lalu apa yang harus di perbuat ??.

"benar juga orang tersebut, betapa bodohnya kita,...

****

kisah ini mungkin sudah lama didengar dan diketahui oleh kita semua. tapi subhanallah, setiap kali denger cerita ini arti dan maknanya menjadi semakin mantap. Keinginan serta motivasi untuk menjalankan ibrah dari kisah tersebut seperti terbaharukan lagi ketika berbeda kondisi dan siapa yang menceritakan.


pertama, hidup memang harus percaya diri. ucapan orang lain adalah penyemangat saja bagi kita, bukan orang lain yang melakukan. Terus berkarya dan berbuat semampu kita.

kedua, satu hal yang juga ingin disampaikan lewat kisah ini adalah bahwa kita memang manusia. yang seharusnya harus lebih tinggi derajatnya dari binatang.

wallahu'alam..

rabb, ihdinasshiraathal mustaqiim

tunjuki kami jalanmu yang lurus...

Thursday, August 2, 2007

sahabatku saudaraku

Sahabat Umar ibnu khattab radhiyallahu anhu pernah berkata :

"Jika ingin tahu sahabat yang benar-benar setia dan penuh percaya kepada mu, maka jangan pernah kau dapatkan mereka sebelum engkau pernah melakukan hal bersama ini dengan mereka :

pertama, engkau pernah menginap bersama dengan mereka dalam satu malam. serta
kedua, engkau pernah saling meminjamkan barang dan uang."


Entah berapa orang teman saya yang termasuk dalam golongan tersebut. sebagai anak statistika, perkataan umar tersebut mang masih harus dibuktikan lewat survey kebenarannya. tapi memang setidaknya sejarah islam menceritakan betapa amat sangat solidnya pertemanan dan persahabatan umar dan yang lainnya ketika awal mula islam dahulu berkembang. Umar, Abu Bakar, Usman dan ali sudah seperti sahabat kandung sendiri. berperang berjuang menyebarkan dan mendakwahkan islam bersama serta belajar dan memupuk keimanan dari rasul pun mereka lakukan bersama-bersama.

Teman-teman saya ternyata jauh lebih istimewa dari mereka. rasul pernah bercerita kepada para sahabat dalam hadistnya :

"para sahabatku bisakah kau sebutkan golongan manusia yang pernah hidup di dunia ini yang nanti di surga akan aku istimewakan mereka. mereka akan aku panggil dengan panggilan yang indah yaitu saudara. ? tanya rasul saw.

"mereka (para sahabat) menjawab : ya rasul tentulah kami golongan manusia tersebut." mereka menjawab penuh keyakinan.

"salah sahabat, bukan kalian golongan itu. " timpal rasul.

"lalu siapa ya rasul golongan beruntung itu?'' tanya sahabat kembali.
rasul saw menjawab, mereka adalah ummat ku yang hidup jauh-jauh hari bahkan berabad-abad setelah aku dan kalian mati nanti.
Mereka hidup dengan mulia, merindukan dan mengamalkan semua sunnah ku. mereka bersungguh-sungguh mencontoh kalian dan hidup dengan bersusah payah menanamkan nilai-nilai kebenaran diantara mereka.
mereka lebih istimewa dibandingkan kalian, karena kesungguhan mereka untuk tetap istiqomah meskipun mereka tidak bersama ku."

Teman-teman saya saya rasakan seperti itu. bersama, bertegur sapa, saling mengingatkan, saling mendoakan dan saling peduli diantara mereka. dan saya yakin nanti di akhirat kami akan di panggil saudaraku oleh rasul. aamiin

wallahu'alam