Wednesday, May 21, 2008

Gunung Gede Pangrango Via Selabintana (Sukabumi)

pagi itu, hari sabtu 17 Mei 2008, kami pasukan ra genah kembali berkumpul untuk mengadakan perjalanan ke gunung gede pangrango. pasukan ra genah pada kali ini bertambah lengkap dengan ikutnya seorang pendatang yang baru yang bernama Topan. ra genah bukannya tidak ingin menambah banyak pasukan pada pendakian kali itu, undangan sudah disebar namun, walhasil respon teman-teman yang lain tidak ada. Sigit, yang pada pagi itu sudah berencana untuk ikut naik juga, tapi ala kulli hal ada yang ternyata menghalanginya untuk ikut naik gunung gede kali ini. Mamay juga, sakitnya yang membuat batal keikutsertaanya

Nana, Heru, Asep, Paijo, Dion dan Dadang, Mas Yhan,... suatu saat insya allah kita naek gunung gede bareng lagi...

Ternyata pagi itu benar-benar pagi yang cerah. cuaca hangat, tidak panas dan tidak hujan. perjalanan kami ke arah sukabumi, cianjur dan gunung gede benar-benar dapat kami nikmati. Yang panas adalah bayangan, fikiran dan hati kami. Iya, baru kali itulah kami berjalan mendaki ke puncak gunung gede dengan jalur rute yang berbeda dari biasanya. Kami terpaksa harus melewati jalur terberat pendakian ke puncak. yaitu jalur selabintana sukabumi. Dua jalur yang lain, yaitu jalur gunung puteri dan jalur cibodas adalah dua jalur yang paling sering dilewati pendaki dan memang jalur yang relatif lebih mudah. sementara Selabintana, adalah jalur terakhir alternatif para pendaki karena belum terbukajelasnya jalur pendakian dan panjang serta beratnya medan pendakian, penuh tanah, penuh lintah atau pacet dan tidak adanya marka penanda pendakian.

Allahuakbar... pagi itu Allah takdirkan kami untuk menempuhnya, dikarenakan minggu-minggu ini gunung gede memang sudah penuh dengan para kelompok pendaki yang mungkin memanfaatkan moment hari kebangkitan nasional dan liburan yang agak lumayan lama.

Jadilah 9 orang saat itu kami berangkat ke gunung gede. Gatik, Ihyak, Tyo, Pipin,arif alias icus, topan, rio alias roy, aji dan saya deni bersama mencoba jalur baru salabintana menuju puncak gunung gede. Dengan 9 ransel juga masing-masing yang kami bawa, kami sangat optimis bisa mencapainya. Ransel kami pada pendakian kali ini benar-benar lengkap peralatannya. Semua kemungkinan yang terburuk di perjalanan baru kami, benar-benar diantisipasi.
- Matras, sebagai alas tenda untuk tidur. yang kami masukkan sebagai tempat landasan barang didalam ransel (carier)
- Jas hujan/ponco, menjaga agar kami tidak kehujanan dalam perjalanan
- Jaket, yang berfungsi menjaga kami dari kedinginan ketika dipuncak gunung nanti
- Sepatu dan sendal gunung, yang kami pakai senyaman mungkin agar kaki tidak lecet dan jalur basah atau becekpun dapat kami lalui
- Sarung tangan, berguna untuk menahan dinginnya udara puncak gunung dan melindungi tangan dari batang yang berduri ketika kami naik atau turun gunung
- Kaos kaki tebal untuk melindungi kaki saat perjalanan dan saat tidur agar tidak kedinginan
- Kupluk/Topi yang menjaga kepala dari panas, dingin dan dari bahaya yang datangnya dari atas kami
- Alat makan untuk makan tentunya
- Obat-obatan untuk berjaga jika suatu saat kami jatuh sakit
- Makanan dan air minum yang bisa mengganjal perut kami dari kelaparan. untuk barang makanan pribadi kami memabawa tidak cukup berat, hanya yang kecil-kecil saja, meskipun jadi berat karena banyaknya yang kami bawa. Cokelat, Roti, Susu, Permen, Kopi, menjadi penambah makanan dan bawaan barang kelompok.

Iya, bawaan barang kelompok kami pun cukup banyak, terdiri dari :
- Tenda, untuk sembilan orang ini, kami membawa 3 buah tenda.
- Nasting, kami membawa tiga buah, untuk masak air dan membuat makanan atau memasak mie instan agar lebih cepat.
- Kompor gas , kami bawa yang kecil dngan gas tabung botol kecil sebanyak 6 buah (kompornya 2 buah)
- Mie Instant satu dus kami bawa, untuk makan 9 orang kurang lebih 3 kali makan
- Abon, Energen, Kecap dan Saos, penambah sedapnya makanan
- Lampu badai, yang kami ganti dengan senter berlampu LED, sebagai penerang kegelapan malam nanti diperjalanan dan ketika menginap
- Ekstrajoss, maaf menyebut merek.. :) sebagai penambah energi ketika menaik
- Gula merah pengganti permen yang alami, penambah energi juga, dan tidak lupa
- Tembakau, penawar pacet dan lintah yang menempel dikaki ketika menempuh jalur selabintana

Wuih.. Dahsyat, Subhanallah Banyaknya barang bawaan yang kami bawa kemarin, tapi Alhamdulillah membuat kami merasa aman dari kekhawatiran kekurangan perbekalan ketika perjalanan nanti.

Sekitar pukul 7 pagi kami berangkat dari Bogor, dari kos dan basecam kami yaitu Chogan, kami diantar dan menaiki mobil L-300 Sukabumi bogor. Tyo dan Aji yang mencarikan kami mobil tersebut, sementara kami bersiap di dekat kosan kami. Supir L300 memang luar biasa, selain terkenal jago ngebut, ribet juga birokrasi pembayarannya. Pake Calo, banyak mintanya, susah klo nego harga. Tapi untung kami punya Tyo yang ciat... pake jurus priok plus bogor ngocehan, si supir L300 terbengong- bengong... :)

Ibarat orang nyarter mobil, kamilah kemarin. Uenaknya dapet kendaraan sendiri, sampai-sampai belanja dan turun ditengah perjalanan pun kami lakukan. Ditengah jalur bogor sukabumi kami berhenti dan turun untuk berbelanja cemilan dan minuman untuk bekal diperjalanan. Bayangkan jalur sukabumi bogor yang panjang dan macet karena hari sabtu, harus kami lalui dengan beban ransel dan perasaan was-was akan jalur baru saat itu. Memang jalur sukabumi saat itu macet, dari mulai pasar cicurug, pasar cibadak sampai ke daerah parung kuda.

Alhamdulillah, lain dengan di perjalanan tadi, ketika sudah sampai di kota sukabumi, perjalanan mobil kami jadi lancar. Lewati mesjid sukabumi, terminal dan akhir terus berjalan menuju arah Selabintana Sukabumi. Sekitar 2 setengah jam kami mencapai sukabumi, dan kemudian kurang lebih satu jam lagi kami menuju area salabintana.

Salabintana ternyata sebuah kecamatan besar, tempat kami awal naik ke gunung gede harus kami masuki melalui sebuah bumi perkemahan. Perkemahan CIPELANG. Cipelang adalah sebuah perkemahan dan objek wisata yang bernuansa alam hutan, ada air terjun, tempat wisata, tempat makanan, termasuk ketika kami sampai disana, kami menyempatkan dulu untuk makan dan bersiap untuk menaiki gunung gede. Kami terheran dan terkejutkan dengan datangnya rombongan anak smp dengan baju yang di corat-coret. Oalah ternyata saat itu baru saja berakhir ujian nasioanal tingkat smp untuk kelas tiga, pantas mereka berekpresi dan mencurahkan semua kesal dan uneknya dengan mencoret baju mereka dan berwisata bersama ke air terjun di cipelang. Dan Aneh serta uniknya ternyata mereke BELUM PenGUmuMan !!! Kok dah corat-coret ??? Walah... Mudah2n mereka sadar dengan yang mereka lalukan...

Bersambung....

Wednesday, May 14, 2008

OB Sholeh

Namanya Dadi. Perawakannya tinggi, sedikit kurus, mukanya bersih, teduh, dan dibawah dagunya tumbuh menempel sedikit janggut yang tertata rapih. Rambutnya pendek potongan seperti tentara dan selalu tersisir rapih. di bibirnya selalu terhias senyum tulus yang nampak lebih banyak terlihat dari pada ucapannya yang juga selalu indah terdengar.

Kerjaannya cleaning service. orang ditempat pekerjaanku memanggilnya dengan OB. Ia setiap hari hobi dan memang sudah pekerjaannya untuk selalu bersih-bersih. Menyapu, mengepel, membersihan toilet, mengangkat dan mengganti galon kosong, membeli makanan siang titipan orang kantor,... semuanya serba bergerak dan berotot.

Dadi, si OB sederhana dan berotot ini punya kelebihan lain. Shaf shalat dhuhur berjamaah di mushola kantor kami selalu bisa dipastikan bahwa ia selalu hadir di sana. bahkan suara yang halus dan indah pun pernah saya dengar melantunkan suara adzan, meskipun tanpa pengeras suara.

Subhanallah. OB seperti Dadi ini membuat banyak pelajaran bagi saya. Bekerja, apapun pekerjaannya, sungguh tidak menjadi halangan untuk selalu mengingat kepada Yang Maha Memberi pekerjaan. Hidup sebagaimana pun susah dan rumitnya, lebih dan kurangnya, tetapi ketelatenan, kejujuran dan kebersihan harus selalu menjadi yang utama.

"Shalat... Bukan sekedar untuk menggerakkan badan, membaca lantunan ayat al-quran...
tetapi harus juga berbekas dan menambah keyakinan kita akan penghambaan serta penyerah dirian kita pada Allah.... "

Tuesday, May 13, 2008

Keajaiban Kehidupan

Ternyata kehidupan memang mengajaibkan. Bayangkan, baru saja beberapa bulan kami berkumpul dengan nuansa yang berbahagia, namun dalam hitungan bulan juga kami dikumpulkan dalam nuansa yang penuh kesedihan.

Afat, Mas Ari dan saya. Kami bertiga saudara sepupuan. Lahir dengan usia yang sama dan masih satu darah keturunan. Ya, kami sama-sama satu kakek, satu nenek dari ibu masing-masing. Sekolah, berteman, bermain, beraktivitas kami juga sama. Kuliah, bergaul juga kami lalui yang sepertinya tidak ada bedanya.

Baru ketika usia kami menjelang 25, Allah berikan takdir yang berbeda. Keajaiaban hidup yang Allah berikan berupa kebahagiaan dialami oleh saudara kami Afat, subhanallah, Allah izinkan beliau untuk cepat mendapatkan pendamping hidup saat itu. Saya, mas ari kumpul juga saat itu, di sebuah kota yang indah untuk menghadiri pesta pernikahannya. Selamat ya Fat… terbayang kenangan dan momen-momen indah penuh tawa dan bahagia dari para keluarga.

Subhanallah, keajaiban hidup berikutnya tidak lama Allah tunjukkan. Mas Ari buat kebahagian kami kemudian berubah menjadi duka. Allah yang buat mas ari terpaksa melakukan itu. Allah sangat sayang dengan mas Ari yang kemudian dengan cepat memanggilnya untuk segera menghadap-Nya. Mas ari wafat di hari kamis itu, di jalan yang biasa ia lalui dengan motornya menuju tempat ia menuntut ilmu setiap hari.

Mas, selamat jalan ya… mudah-mudahan Allah ampuni semua dosa Mas dan Allah terima semua amalan Mas. Keluarga semua pun mendoakan, tentunya dengan diiringi sedikit banyaknya rasa kesedihan

Allah, entah kemudian apa keajaiban hidup yang nanti akan kau berikan. Terutama untuk diriku ini. Yang pasti, yang terbayang dalam benak ini, kehidupan masih tebentang, jalan untuk terus menambah amal, untuk terus belajar, masih terbentang.

Berikan saya kekuatan untuk menjalani kehidupan ini sesuai dengan yang Engkau inginkan ya Allah….

Tuesday, April 29, 2008

Kretaku tak berhenti lama.... (2nd Edition)

"kasian mereka bu, sudah sangat pagi sekali bangun kemudian berangkat...
Kita mungkin baru saja bangun, bahkan habis subuh bisa tidur lagi, kemudian baru berangkat..."

kalimat diatas pernah beberapa kali saya dengar ketika menaiki kereta listrik jabotabek dipagi hari. seorang bapa yang juga jadi penumpang setia kereta mengucapkan hal itu ketika berdesakannya penumpang kereta.

Masya Allah, kereta listrik pagi hari memang sarat dengan hikmah. tentunya sarat juga dengan manusia yang pagi-pagi sudah berangkat mencari penghidupan. Penumpang yang sarat, penuh dan berdesakan itu yang ternyata menyertakan hikmah mulia tentunya dari penumpang yang memang berhati mulia.

Penumpang yang naik distasiun paling belakangan dilalui kereta memang selalu mendapatkan bagian sisa dari tempat duduk di kereta. Bisa dibayangkan kereta yang sudah cukup pendek, ditambah dimasuki oleh beratus orang penumpang dari lebih dari 2 stasiun. Berdiri, bergelantungan, bahkan sampai naik diatas mereka lakukan demi sampai ditempat tujuan. Penumpang yang sudah masuk dari stasiun sebelumnya? bisa dengan tenang masuk dan duduk selama perjalanan.

Subhanallah, salah satu jawaban dari masalah perkeretalistrikan di jabotabek ini, memang masih cuma satu. yaitu kesabaran dan kearifan penumpangnya. Bapak penumpang yang naik belakangan tadi, yang mulia hatinya, dan perilaku disiplin penumpang yang lainnya yang mugnkin masih bisa membuat kereta listrik tersebut bertahan.

Saya, juga pengguna setia kereta listrik pagi hari, juga pernah berkhayal suatu ketika penumpang yang naik distasiun lebih awal memberikan kesempatan semuanya untuk duduk kepada penumpang yang naik belakangan, mudah2n bisa terwujud, setidaknya jika sekarang sebagian penumpang membagi dua perjalanan untuk duduk. distasiun tertentu yang sudah pertengahan perjalanan, mereka berdiri kemudian memberi kesempatan duduk kepada yang berdiri.

***

Allah muliakan orang yang sudah menunaikan kewajibannya untuk bekerja dan beribadah hanya kepada MU
Luruskan niat dan kokohkan keyakinannyan hanya kepada Mu
Jadikan rizkinya halal, baik dan banyak dan bisa bermanfaat bagi keluarga, masyarakat dan agamanya

aamiin...

Di balik kehidupan insan bernama : 'Muhammad'

Kalau ada pakaian yang koyak,Rasulullah SAW menambalnya sendiri tanpa perlu menyuruh istrinya. Beliau juga memerah susu kambing untuk keperluan keluarga maupun untuk dijual.

Setiap kali pulang ke rumah. Bila dilihat tiada makanan yang sudah siap dimasak untuk dimakan, Sambil tersenyum baginda menyingsing lengan bajunya Untuk membantu istrinya di dapur. Sayidatina Aisyah menceritakan : Kalau Nabi berada di rumah, beliau selalu membantu urusan rumah tangga Jika mendengar azan, beliau cepat-cepat berangkat ke masjid, Dan cepat-cepat kembali sesudah selesai sembahyang.

Pernah baginda pulang pada waktu pagi.Tentulah baginda amat lapar pada waktu itu. Tetapi dilihatnya tiada apapun yang ada untuk sarapan. Yang mentah pun tidak ada karena Sayidatina Aisyah belum ke pasar. Maka Nabi pun bertanya, Belum ada sarapan ya Khumaira? (Khumaira adalah panggilan mesra untuk Sayidatina Aisyah yang berarti Wahai yang kemerah-merahan. )Aisyah menjawab dengan agak serba salah, Belum ada apa-apa wahai Rasulullah. Rasulullah lantas berkata, Kalau begitu aku puasa saja hari ini.Tanpa sedikit tergambar rasa kesal di wajahnya.

Pernah baginda bersabda, Sebaik-baik lelaki adalah yang paling baik dan lemah lembut terhadap istrinya. Prihatin, sabar, dan tawadhunya baginda sebagai kepala keluarga.

Pada suatu ketika baginda menjadi imam sholat. Dilihat oleh para sahabat, pergerakan baginda antara satu rukun kesatu rukun yang lain amat sukar sekali. Dan mereka mendengar bunyi menggerutup seolah-olah sendi pada tubuh baginda yang mulia itu bergeser antara satu sama lain.

Sayidina umar yang tidak tahan melihat keadaan baginda itu langsung bertanya setelah selesai sembahyang, Ya Rasulullah, kami melihat seolah-olah tuan menanggung penderitaan yang amat berat, tuan sakitkah ya Rasulullah?
Tidak ya umar. Alhamdulillah, aku sehat dan segar.Ya Rasulullah.. . mengapa setiap kali tuan menggerakkan tubuh, kami mendengar seolah-olah sendi bergesekan di tubuh tuan?
Kami yakin engkau sakit...desak Umar penuh cemas.
Akhirnya Rasulullah mengangkat jubahnya. Para sahabat amat terkejut. Perut baginda yang kempis, kelihatan dililti sehelai kain yang berisi batu kerikil,buat menahan rasa lapar. Batu-batu kecil itulah yang menimbulkan bunyi-bunyi halus setiap kali bergeraknya tubuh baginda.
Ya Rasulullah! Adakah bila tuan menyatakanlapar dan tidak punya makanan, kami tidak akan mendapatkannya buat tuan?
Lalu baginda menjawab dengan lemah lembut, Tidak para sahabatku. Aku tahu apapun akan engkau korbankan demi Rasulmu. Tetapi apakah akan aku jawab di hadapan Allah nanti, apabila aku sebagai pemimpin, menjadi beban kepada umatnya? Biarlah kelaparan ini sebagai hadiah ALLAH buatku, agar umatku kelak tidak ada yang kelaparan di dunia ini lebih-lebih lagi tiada yang kelaparan diakhirat kelak.

Baginda pernah tanpa rasa canggung sedikitpun makan di sebelah orang tua yang penuh kudis, miskin, dan kotor.Hanya diam dan bersabar bila kain ridanya direntap dengan kasar oleh seorang Arab Badwi hingga berbekas merah di lehernya. Dan dengan penuh rasa kehambaan baginda membasuh tempat yang dikencingi si Badwi di dalam masjid sebelum menegur dengan lembut perbuatan itu. Kecintaannya yang tinggi terhadap ALLAH SWT dan rasa kehambaan dalam diri Rasulullah saw menolak sama sekali rasa ketuanan. Seolah-olah anugerah kemuliaan dari ALLAH tidak dijadikan sebab untuk merasa lebih dariyang lain, ketika di depan umum maupun dalam keseorangan.

Ketika pintu syurga telah terbuka, seluas-luasnya untuk baginda, baginda masih berdiri di waktu-waktu sepi malam hari,terus-menerus beribadah,hingga pernah baginda terjatuh, lantaran kakinya sudah bengkak-bengkak. Fisiknya sudah tidak mampu menanggung kemahuan jiwanya yang tinggi.
Bila ditanya oleh Sayidatina Aisyah,Ya Rasulullah, bukankah engkau telah dijamin syurga?Mengapa engkau masih besusah payah begini?
Jawab baginda dengan lunak,Ya Aisyah, bukankah aku ini hanyalah seorang hamba?Sesungguhnya aku ingin menjadi hamba- Nya yang bersyukur. Rasulullah SAW bersabda, Sampaikanpesanku walau sepotong ayat

Dari Milis rezaervani@yahoogroups.com, Alfiyatun Nimah

Monday, April 28, 2008

komunikasi

"Su... "

"Ka..."

Menarik ketika kemarin menonton film kartun Doraemon. Film kartun yang tiap hari minggu jam 8 hadir di RCTI kemarin menceritakan sebuah pil ajaib yang dimiliki oleh doraemon. Sama seperti episode dan segme-segmen yang lain dari film kartun ini, pasti akan mengisahkan sebuah alat milik doraemon yang bisa membantu kemudahan teman-temannya, khususnya nobita, yang jadi teman karibnya.


Menariknya, pil yang kemarin ditampilkan adalah pil yang berkhasiat melancarkan komunikasi antar 2 orang. Jika 2 orang terlibat komunikasi yang sulit, susah disampaikan, maka hanya dengan meminum pil ini, komunikasi akan menjadi lancar. Dan hebatnya, pihak pertama hanya cukup mengatakan "Su" dan kemudian pihak kedua sebagai lawan bicaranya hanya mengucapkan kata "Ka". Dan dengan cukup 2 kata itu saja, mereka masing-masing akan dapat saling mengetahui dan memahami maksud masing-masing. hebat....


Berkomunikasi memang hal yang sulit. Saling memahami lewat bahasa dan kata ketika berbicara memerlukan teknik dan cara tersendiri agar mudah dipahami dan sama-sama saling mengerti. Terlebih ketika masalah yang dikomunikasikan tidak sederhana.


Bukan berandai-andai ada pil yang seperti nobita dan doraemon milik, tetapi sebenarnya harus ada pil dan obat atau cara yang ampuh agar komunikasi antara kita bisa berjalan dengan baik.

***

Friday, April 25, 2008

tidak ada sejarah yang basi. tidak pernah ada peristiwa yang berlalu tanpa hikmah. tidak pernah ada sebuah benda yang allah ciptakan sia-sia.

Friday, April 18, 2008

UU ITE

Undang-Undang Infomasi dan Transaksi Elektronik
Menuju Kepastian Hukum di bidang Informasi dan Transaksi Elektronik


Mengapa harus ada UU ITE

a. Teknologi informasi dapat digambarkan sebagai pedang bermata dua, karena selain memberikan kontribusi bagi peningkatan kesejahteraan, kemajuan dan peradeaban manusia, sekaligus menjadi sarana efektif perbuatan melawan hukum

b. Fakta menunjukkan masyarakat umumnya dan perbankan khususnya telah melakukan kegiatan transaksi yang seluruhnya menggunakan teknologi informasi xebagai alat (tools). Namun Indonesia belum memilki perangkat hukum yang mengatur kegiatan tersebut

Manfaat UU ITE

1. Menjamin kepastian hukum bagi masyarakat yang melakukan transaksi secara elektronik
2. Mendorong pertumbuhan ekonomi
3. Sebagai salah satu upaya untuk mencegah terjadinya kejahatan berbasis teknologi infomasi
4. Melindungi masyarakat pengguna jasa dengan memanfaatkan teknologi informasi

Urgensi RUU ITE

Data RTGS dan klring pada Bank Indonesia tahun 2006 menunjukkan bahwa volume rata-rata harian RTGS mencapai 28.151 dengan nilai rata-rata Rp 118,30 trilliun, serta volume kliring mencapai 299,992 dengan nilai rata-rata Rp 4,88 trilliun

Mengingat transaksi elektronik ini cenderung meningkat, maka sangat diperlukan payung hukum untuk mengaturnya. untuk itulah UU ITE menjadi urgen dan mendesak

Hal-hal penting dalam RUU ITE

a. Tanda tangan elektronik diakui memiliki kekuatan hukum yang sama dengantandatangan konvensional (tinta basah dan materai)

b. Alat bukti elektronik diakui seperti alat bukti lainnya yang diatur dalam KUHAP

c. UU ITE berlaku untuk setiap orang yang melakukan perbuatan hukum baik yang berada di wilatah indonesia maupun di luar indonesia, yang memiliki akibat hukum di indonesia

d. Penyelesaian sengketa juga dapat diselesaikan dengan metode penyelesaian sengketa alternatif atau arbitrase

Cakupan materi RUU ITE

1. Infomasi dan Dokumen Elektronik
2. Pengiriman dan Penerimaan Surat Elektronik
3. Tandatangan Elektronik
5. Penyelenggaraan Sistem Elektronik
6. Transaksi Elektronik
7. Hak atas Kekayaan Intelektual
8. Perlindungan data pribadi atau privasi


***

Tuesday, April 1, 2008

Rusuh RUU ITE

Kepada Yth.
Sdr. Roy Suryo
di tempat
Perihal: Ajakan Dialog Terbuka Mengenai Perkembangan dan Isu BloggerIndonesia.

Mengingat

Banyaknya aspirasi para blogger yang tertuang dalam blognyamasing-masing mengenai ketidaksetujuan atas komentar-komentar Sdr. RoySuryo di media massa yang cenderung selalu memojokkan blogger.

Menimbang

Perlunya tindakan untuk meluruskan informasi-informasi yang diberikan Sdr. Roy Suryo kepada media massa, khususnya mengenaipandangan negatif Sdr. Roy Suryo kepada blogger.

Memutuskan & Menetapkan

Perlu dilakukannya dialog terbuka dengan Sdr. Roy Suryo mengenai isu-isu yang berkembang saat ini, khususnya isu-isu yang selalu menyudutkan blogger serta informasi-informasi lain yang secara umum cenderung membodohi masyarakat. Saya mengajak kepada Sdr. Roy Suryo, untuk melakukan dialog terbuka dengan semangat sportifitas untuk saling menerima masukan guna kemajuan perkembangan teknologi informasi Indonesia khususnya perkembangan blogger di Indonesia.
Saya yakin Sdr. Roy Suryo sebagai orang yang sudah diakui pakar dalam bidang Teknologi Informasi bisa meluangkan waktu dan tempat untuk menerima ajakan dialog terbuka ini.

Catatan:Saya yakin Sdr. Roy Suryo tidak akan mengatakan "tidak tahu" mengenai adanya ajakan dialog terbuka ini. Ajakan dialog terbuka saya posting melalui blog dan insya Allah akan tersebar dengan baik melalui searchengine maupun dengan bantuan dari teman-teman melalui blog, milis dan media lainnya.

Dengan demikian, saya yang tidak tahu cara menghubungi Anda bisa berharap Anda bisa mendapatkan informasi ini dengan mudah dancepat. Bukankah ini salah satu keahlian Anda? Mencari informasi mengenaidiri Anda atau informasi lainnya di internet.

Salam,
Riyogarta
Website: www.riyogarta. com
Email: me at riyogarta.com
Telp: 0855-100-7204

Kepada teman-teman blogger, wartawan maupun masyarakat luas yangkebetulan mengunjungi blog ini, mohon kiranya bisa turut membantu sayamenyebarluaskan surat ini dengan cara:
* Copy-paste posting ini pada blog masing-masing dengan menyertakan sumbernya.
* Menyalin link dari posting ini untuk disebarkan melalui blogmasing-masing atau email.
* Mendownload versi PDF dari posting ini untuk disebarluaskan.

Insya Allah apa yang saya lakukan ini bermanfaat bagi kemajuanblogger di tanah air.

Sumber:http://riyogarta. com/2008/ 03/29/surat- terbuka-ajakan- dialog-terbuka- dengan-sdr- roy-suryo/--

Thanks dan wassalam

Kampanye di Internet?

PM Malaysia: Internet Bikin Kami Gagal Pemilu Fino Yurio Kristo - detikinet
Ahmad Badawi (AFP)

Kuala Lumpur-Para politisi tak boleh mengabaikan internet untuk memikat hati rakyat.Barangkali, itulah yang ingin disuarakan Perdana Menteri Malaysia, Abdullah Ahmad Badawi. Ia menyatakan telah membuat kesalahan besar karena mengabaikan kampanye politik via internet.Hal ini disinyalir membuat partainya, Barisan Nasional, gagal mempertahankan dominasi dan mengalami penurunan perolehan suara dalam pemilu belum lama ini.
Dikutip detikINET dari AFP, Rabu (26/3/2008), partai oposisi yang memperoleh sejumlah kemenangan di beberapa negara bagian, memang memanfaatkan internet untuk melancarkan kampanye."Kami benar-benar kalah di internet. Kami membuat kekeliruan besar dengan menganggap internet tak penting," demikian Badawi mengakui kesalahannya.Badawi mengira, kampanye melalui media tradisional sudah cukup. Namun ternyata, kampanye politik via internet juga penting, khususnya untuk menjangkau kaum muda.Menilik fenomena tersebut, barangkali tak ada salahnya politisi Indonesia juga memperkuat kampanye via internet agar menang dalam pemilu mendatang.
Siapa tahu?
sumber : detik.net

Wednesday, March 19, 2008

Tamu istimewa

Andaikata Rasulullah SAW menjadi tamu kita Bayangkan apabila Rasulullah SAW dengan seijin Allah tiba-tiba muncul mengetuk pintu rumah kita........

Beliau datang dengan tersenyum dan muka bersih di muka pintu rumah kita, Apa yang akan kita lakukan ? Mestinya kita akan sangat berbahagia, memeluk beliau erat-erat dan lantas mempersilahkan beliau masuk ke ruang tamu kita. Kemudian kita tentunya akan meminta dengan sangat agar Rasulullah SAW sudi menginap beberapa hari di rumah kita. Beliau tentu tersenyum.

Tapi barangkali kita meminta pula Rasulullah SAW menunggu sebentar di depan pintu karena kita teringat Video CD rated R18+ yang ada di ruang tengah dan kita tergesa-gesa memindahkan dahulu video tersebut ke dalam. Beliau tentu tetap tersenyum.
Atau barangkali kita teringat akan lukisan wanita setengah telanjang yang kita pajang di ruang tamu kita, sehingga kita terpaksa juga memindahkannya ke belakang secara tergesa-gesa.
Barangkali kita akan memindahkan lafal Allah dan Muhammad yang ada di ruang samping dan kita meletakkannya di ruang tamu. Beliau tentu tersenyum.

Bagaimana bila kemudian Rasulullah SAW bersedia menginap di rumah kita ? Barangkali kita teringat bahwa anak kita lebih hapal lagu-lagu barat daripada menghapal Sholawat kepada Rasulullah SAW. Barangkali kita menjadi malu bahwa anak-anak kita tidak mengetahui sedikitpun sejarah Rasulullah SAW karena kita lupa dan lalai mengajari anak-anak kita. Beliau tentu tersenyum........
Barangkali kita menjadi malu bahwa anak kita tidak mengetahui satupun nama keluarga Rasulullah dan sahabatnya tetapi hapal di luar kepala mengenai anggota Power Rangers atau Kura-kura Ninja. Barangkali kita terpaksa harus menyulap satu kamar mandi menjadi ruang Shalat.
Barangkali kita teringat bahwa perempuan di rumah kita tidak memiliki koleksi pakaian yang pantas untuk berhadapan kepada Rasulullah SAW. Beliau tentu tersenyum........ Belum lagi koleksi buku-buku kita dan anak-anak kita. Belum lagi koleksi kaset kita dan anak-anak kita. Belum lagi koleksi karaoke kita dan anak-anak kita. Kemana kita harus menyingkirkan semua koleksi tersebut demi menghormati junjungan kita ?
Barangkali kita menjadi malu diketahui junjungan kita bahwa kita tidak pernah ke masjid meskipun azan berbunyi. Beliau tentu tersenyum........ Barangkali kita menjadi malu karena pada saat maghrib keluarga kita malah sibuk di depan TV. Barangkali kita menjadi malu karena kita menghabiskan hampir seluruh waktu kita untuk mencari kesenangan duniawi.
Barangkali kita menjadi malu karena keluarga kita tidak pernah menjalankan sholat sunnah. Barangkali kita menjadi malu karena keluarga kita sangat jarang membaca Al Qur'an. Barangkali kita menjadi malu bahwa kita tidak mengenal tetangga-tetangga kita. Beliau tentu tersenyum.......

Barangkali kita menjadi malu jika Rasulullah SAW menanyakan kepada kita siapa nama tukang sampah yang setiap hari lewat di depan rumah kita. Barangkali kita menjadi malu jika Rasulullah SAW bertanya tentang nama dan alamat tukang penjaga masjid di kampung kita. Betapa senyum beliau masih ada di situ........

Bayangkan apabila Rasulullah SAW tiba-tiba muncul di depan rumah kita...... Apa yang akan kita lakukan ? Masihkah kita memeluk junjungan kita dan mempersilahkan beliau masuk dan menginap di rumah kita ? Ataukah akhirnya dengan berat hati, kita akan menolak beliau berkunjung ke rumah karena hal itu akan sangat membuat kita repot dan malu. Maafkan kami ya Rasulullah.... Masihkah beliau tersenyum ? Senyum pilu, senyum sedih dan senyum getir.....Oh betapa memalukannya kehidupan kita saat ini di mata Rasulullah.

*** dr postingan d sebuah milist

allahummashalli 'alaa muhammad...
11 rabiul awal 1429 H