Sahabat Umar ibnu khattab radhiyallahu anhu pernah berkata :
"Jika ingin tahu sahabat yang benar-benar setia dan penuh percaya kepada mu, maka jangan pernah kau dapatkan mereka sebelum engkau pernah melakukan hal bersama ini dengan mereka :
pertama, engkau pernah menginap bersama dengan mereka dalam satu malam. serta
kedua, engkau pernah saling meminjamkan barang dan uang."
Entah berapa orang teman saya yang termasuk dalam golongan tersebut. sebagai anak statistika, perkataan umar tersebut mang masih harus dibuktikan lewat survey kebenarannya. tapi memang setidaknya sejarah islam menceritakan betapa amat sangat solidnya pertemanan dan persahabatan umar dan yang lainnya ketika awal mula islam dahulu berkembang. Umar, Abu Bakar, Usman dan ali sudah seperti sahabat kandung sendiri. berperang berjuang menyebarkan dan mendakwahkan islam bersama serta belajar dan memupuk keimanan dari rasul pun mereka lakukan bersama-bersama.
Teman-teman saya ternyata jauh lebih istimewa dari mereka. rasul pernah bercerita kepada para sahabat dalam hadistnya :
"para sahabatku bisakah kau sebutkan golongan manusia yang pernah hidup di dunia ini yang nanti di surga akan aku istimewakan mereka. mereka akan aku panggil dengan panggilan yang indah yaitu saudara. ? tanya rasul saw.
"mereka (para sahabat) menjawab : ya rasul tentulah kami golongan manusia tersebut." mereka menjawab penuh keyakinan.
"salah sahabat, bukan kalian golongan itu. " timpal rasul.
"lalu siapa ya rasul golongan beruntung itu?'' tanya sahabat kembali.
rasul saw menjawab, mereka adalah ummat ku yang hidup jauh-jauh hari bahkan berabad-abad setelah aku dan kalian mati nanti.
Mereka hidup dengan mulia, merindukan dan mengamalkan semua sunnah ku. mereka bersungguh-sungguh mencontoh kalian dan hidup dengan bersusah payah menanamkan nilai-nilai kebenaran diantara mereka.
mereka lebih istimewa dibandingkan kalian, karena kesungguhan mereka untuk tetap istiqomah meskipun mereka tidak bersama ku."
Teman-teman saya saya rasakan seperti itu. bersama, bertegur sapa, saling mengingatkan, saling mendoakan dan saling peduli diantara mereka. dan saya yakin nanti di akhirat kami akan di panggil saudaraku oleh rasul. aamiin
wallahu'alam
Thursday, August 2, 2007
Wednesday, August 1, 2007
Mulut dan Hati
bicara mulut dengan mulut memang mudah. tapi jadi sangat susah jika sudah bicara hati dengan hati.
dan ternyata hati dengan mulut itu satu tubuh, satu pengendali, yaitu diri kita ini. akhirnya tidak mudah jika harus bicara dengan menggunakan mulut tapi tertujunya ke hati juga.
susah jika harus seperti rasulullah saw yang pandai sekali membuat berbicara dengan lembut, penuh arti, tidak menyakiti. tapi memang rasul mahluk mulia, manusia yang sudah allah jamin menjadi contoh yang patut untuk ditiru.
kita diperintahkan Allah untuk mentaati perintah Nya dan mengikuti sunnah rasulullah. dan allah menuntun kita :
"sesungguhnya sesama mu'min itu bersaudara..."
dan sabda rasul :
"dan ucapkanlah kepada manusia ucapan yang baik..."
yo, berusaha menjadi muslim yang baik, muslim yang taat pada Allah dan rasulnya. Allah yang maha menguasai kita, yang maha berkehendak dan yang menciptakan kita akan sangat senang jika kita ciptaannya, mulut dan hati buatNya, digunakan hanya untuk beribadah padaNya.
dan rasulullah sangat senang jika beliau bisa melihat ummat nya bisa mengikuti segala sunnahnya, sehingga bisa selamat dan bisa ikut bersama-sama nanti di barisan golongan kanan di akhirat kelak.
dan ternyata hati dengan mulut itu satu tubuh, satu pengendali, yaitu diri kita ini. akhirnya tidak mudah jika harus bicara dengan menggunakan mulut tapi tertujunya ke hati juga.
susah jika harus seperti rasulullah saw yang pandai sekali membuat berbicara dengan lembut, penuh arti, tidak menyakiti. tapi memang rasul mahluk mulia, manusia yang sudah allah jamin menjadi contoh yang patut untuk ditiru.
kita diperintahkan Allah untuk mentaati perintah Nya dan mengikuti sunnah rasulullah. dan allah menuntun kita :
"sesungguhnya sesama mu'min itu bersaudara..."
dan sabda rasul :
"dan ucapkanlah kepada manusia ucapan yang baik..."
yo, berusaha menjadi muslim yang baik, muslim yang taat pada Allah dan rasulnya. Allah yang maha menguasai kita, yang maha berkehendak dan yang menciptakan kita akan sangat senang jika kita ciptaannya, mulut dan hati buatNya, digunakan hanya untuk beribadah padaNya.
dan rasulullah sangat senang jika beliau bisa melihat ummat nya bisa mengikuti segala sunnahnya, sehingga bisa selamat dan bisa ikut bersama-sama nanti di barisan golongan kanan di akhirat kelak.
Tidak Mudah marah
Dari Abu Hurairah ra, bahwa ada seorang laki-laki berkata kepada Nabi saw :"Berilah wasiat kepadaku". Sabda Nabi saw :
"Janganlah engkau mudah marah". Maka diulanginya permintaan itu beberapa kali. sabda beliau :
"Janganlah engkau mudah marah"
Nabi Muhammad saw memuji orang yang dapat mengendalikan hawa nafsunya ketika marah. sabda beliau :
"Bukanlah dikatakan orang yang kuat karena dapat membanting lawannya, tetapi orang yang kuat ialah orang yang mampu menendalikan hawa nafsunya diwaktu marah ".
Allah juga memuji orang yang dapat mengendalikan hawa nafsunya ketika marah dan suka memberi maaf kepada orang lain. diriwayatkan dari nabi saw. bahwa beliau bersabda :
"Barangsiapa menahan marahnya padahal ia sanggup untuk melampiaskannya, maka kelak Allah akan memanggilnya pada hari kiamat dihadapan semua makhluk, sehingga ia diberi hak memilih bidadari yang disukainya"
dalam hadist lain : "Marah itu dari setan"
Oleh karena itu, orang yang marah menyimpang dari keadaan normal, berkata yang bathil, berbuat yang tercela, menginginkan kedengkian, perseteruan dan perbuatan-perbuatan tercela. Semua itu adalah akibat dari rasa mara. Semoga Allah melindungi kita dari rasa marah. Tersebut pada Hadits Sulaiman bin Shard :
“Sesungguhnya mengucapkan ‘a’udzuubillaahi minasy syaithanirrajiim’ merupakan senjata yang paling kuat untuk menolak tipu daya setan ini."
(dari kitab syarah hadist arbaiin, oleh Ibnu Daqiqil 'Ied)
ya rabb tunjukan pada kami yang benar itu benar dan bantu kami melakukannya
rabb, tunjukan pada kami yang salah itu salah dan tolong kami agar terjauh dari kesalahan itu
ya rabb, terangi hati kami dengan cahaya hidayah Mu, seperti Matahari Mu yang menyinari bumi selama-lamanya
aamiin...
Bersabarlah (nasyid vol #1)
liriknya bagus, tapi gak hafal semuanya, hanya beberapa yang memang diinget banget. enak buat penyemangat diperjalanan :
Bersabarlah
bersabarlah wahai saudaraku
dalam menggapai cita
jalan yang kau tempuh sangat panjang
bertaburkan debu batu karang
yakinlah wahai saudaraku
kemenangan kan menjelang
hingga tiba saatnya mendatang
pastikan janji allah kan datang
pancang niatmu kuatkan langkahmu
yakinlah Allah kan bersamamu
siapkan diri tuju cita-cita suci
jadikan muslim sejati.
(lagunya iziz, dgn banyak perubahan)
Bersabarlah
bersabarlah wahai saudaraku
dalam menggapai cita
jalan yang kau tempuh sangat panjang
bertaburkan debu batu karang
yakinlah wahai saudaraku
kemenangan kan menjelang
hingga tiba saatnya mendatang
pastikan janji allah kan datang
pancang niatmu kuatkan langkahmu
yakinlah Allah kan bersamamu
siapkan diri tuju cita-cita suci
jadikan muslim sejati.
(lagunya iziz, dgn banyak perubahan)
Tuesday, July 31, 2007
Allah Maha Penutup
Subhanallah, ketika orang lain meledek kita, maka sesungguhnya itu hanya ledekan yang jauh lebih baik dari diri kita sesungguhnya. Allah menutup segala kesalahan kita, entah apa hikmahnya, karena sesungguhnya jika mungkin dosa kita diketahui oleh orang lain, maka sungguh, kita merasa diingatkan, tapi mungkin Allah punya rencana yang lain…
Rabbanaghfirlanaa, dzunuubanaa, wakaffir anna sayyiatina…watawaffanaa, ma’al abraar…
Ya rabb kami, ampunilah kami, ampuni segala kesalahan kami, dan tutuplah segala kesalahan kami, dan wafatkanlah kami, beserta orang-orang yang soleh….
Aamiin…
19 juni 2007
Rabbanaghfirlanaa, dzunuubanaa, wakaffir anna sayyiatina…watawaffanaa, ma’al abraar…
Ya rabb kami, ampunilah kami, ampuni segala kesalahan kami, dan tutuplah segala kesalahan kami, dan wafatkanlah kami, beserta orang-orang yang soleh….
Aamiin…
19 juni 2007
(kata) kerja
angkat
dorong
sapu
jalan
tarik mang
fikir
layani
ketik
print
tulis
baca
. . . .
mang banyak kata kerja, dan kerjaan memang banyak, lakukan apa aza yang penting halal. jangan pernah menyerah berhenti atau kalah, sampai Allah dah ga kuat rindu akan kita (dipanggil ma Dia) ....
dorong
sapu
jalan
tarik mang
fikir
layani
ketik
tulis
baca
. . . .
mang banyak kata kerja, dan kerjaan memang banyak, lakukan apa aza yang penting halal. jangan pernah menyerah berhenti atau kalah, sampai Allah dah ga kuat rindu akan kita (dipanggil ma Dia) ....
Monday, July 30, 2007
senang dan susah
senang rasanya klo ketika baca rapot nilainya bagus-bagus
senang rasanya klo ketika pembagian hadiah kita dapat yang paling indah
senang rasanya klo ketika sore hari kita bisa berbuka puasa dengan nikmat
senang rasanya klo ketika dipanggil oleh allah kita lagi beribadah
senang rasanya klo ketika dibagikan buku catatan amal kebaikan kita lebih berat amal baiknya
tapi
susah rasanya menyadari bahwa kita harus mendapat nilai bagus dirapot
susah rasanya melakukan kompetisi dengan orang lain untuk mendapat hadiah yang paling indah
susah rasanya menjaga puasa kita agar memang betul-betul menahan (Shiam)
susah rasanya selalu menjaga niat ini untuk selalu meniatkan diri untuk meyerahkan diri ini hanya beribadah kepadanya
susah rasanya kita bertaubat dan sadar bahwa neraka itu memang hanya untuk orang-orang yang istiqomah.
rabb, jangan kau palingkan hati ini pada kesesatan setelah Kau berikan kami petunjuk
rabb, teguhkan hati ini dalam agama MU...
rabb, berikan kami kesabaran yang berlipat ganda...
senang rasanya klo ketika pembagian hadiah kita dapat yang paling indah
senang rasanya klo ketika sore hari kita bisa berbuka puasa dengan nikmat
senang rasanya klo ketika dipanggil oleh allah kita lagi beribadah
senang rasanya klo ketika dibagikan buku catatan amal kebaikan kita lebih berat amal baiknya
tapi
susah rasanya menyadari bahwa kita harus mendapat nilai bagus dirapot
susah rasanya melakukan kompetisi dengan orang lain untuk mendapat hadiah yang paling indah
susah rasanya menjaga puasa kita agar memang betul-betul menahan (Shiam)
susah rasanya selalu menjaga niat ini untuk selalu meniatkan diri untuk meyerahkan diri ini hanya beribadah kepadanya
susah rasanya kita bertaubat dan sadar bahwa neraka itu memang hanya untuk orang-orang yang istiqomah.
rabb, jangan kau palingkan hati ini pada kesesatan setelah Kau berikan kami petunjuk
rabb, teguhkan hati ini dalam agama MU...
rabb, berikan kami kesabaran yang berlipat ganda...
Friday, July 27, 2007
Jangan Pernah Berhenti...
Oleh Ina Mahardhika
(dari situs eramuslim.com)
27 Jul 07 08:11 WIB
Bismillah...
Hidup terus berjalan seiring dengan bertambahnya usia. Setiap dimensi kehidupan telah dan akan dilalui, yang kemudian akan bermuara pada kembalinya diri kepada Sang Pemilik Kehidupan.
Sedih, kesal, penat, bosan, marah, emosi dan sebagainya adalah sisi lain dari indahnya hidup. Ketika manusia mau menikmati kesenangan hidup, maka ia pun harus berani menghadapi sisi lain dari kehidupan.
Adalah fitrah manusia, ketika Allah memberinya ujian maka perasaan kesal, marah, emosi, mudah mengeluh muncul dalam diri. Semua manusia akan merasakan hal yang sama, yang membedakan adalah penyikapan terhadap ujian perasaan tersebut.
Ada, bahkan mungkin banyak yang menjadikan marah dan emosi sebagai masinis dalam dirinya, mempermainkan fluktuasi keimanan, sehingga akan berujung pada kesia-sian yang berkepanjangan dan kerugian yang banyak. Masalah tidak akan begitu saja berlalu dan selesai dengan emosi, marah dan keluhan. Disisi lain, tidak akan ada amalan yang di dapat ketika hal tersebut menguasai diri. Jadi 2 kerugian yang akan di peroleh, masalah yang semakin rumit dan energi yang terbuang, tidak menjadi amal.
Namun tidak sedikit yang menjadikan sabar dan syukur sebagai qawwan dalam dirinya dan menguasai ruhnya. Ia berusaha bersabar dan mencoba untuk terus bersabar dalam menunaikan amanah ujian dari Allah, hingga akhirnya ia akan mencapai pada titik klimaks kemenangan. Ya... Hakikatnya, ujian adalah amanah yang harus tertunaikan dan buahnya adalah kemenangan.
Hidup memang tidak mudah, tetapi kemudahan dapat di hidupkan. Kepenatan, kemarahan, turunnya kualitas ibadah dan kegersangan ruhiyah adalah titik klimaks dari kelalaian seorang hamba dalam menjalani ujian hidup. Matikan kelalaian itu dengan hati yang hidup dalam mewujudkan kemudahan hidup.
Berhentilah sejenak saudaraku... Berhentilah di sini...
Berhentilah di terminal ruhiyah, agar hati damai dan tenang terasa hingga tulang sum-sum.
Jangan pernah berhenti saudaraku... Untuk selalu dalam keistiqamahan.
Jangan pernah berhenti, untuk selalu bermunjat pada-Nya ketika kegalauan dan kepenatan hati telah menguasai diri...
Jangan pernah berhenti, untuk selalu memohon dan meminta pada-Nya ketika cita-cita telah sirna namun asa masih menggunung...
Jangan pernah berhenti, untuk selalu memupuk semangat dan keoptimisan ketika hati mulai rapuh dan patah, sampai Allah memberikan kemenangan.
Jangan pernah berhenti saudaraku... Untuk selalu melantunkan bait-bait doa meskipun di kantor, jalan, sekolah, kampus, pasar, kendaraan, kereta, pesawat....dan di hati ini... Allah Maha Mendengar bisikan hati...
"Iman seorang mukmin akan tampak di saat ia menghadapi ujian. Di saat ia totalitas dalam berdoa, tapi ia belum melihat pengaruh apapun dari doanya. Ketika, ia tetap tidak merubah keinginan dan harapannya, meski sebab-sebab putus asa semakin kuat. Itu semua dilakukan seseorang karena keyakinannya bahwa hanya Allah saja yang paling tahu apa yang lebih maslahat bagi dirinya. Ia yakin bahwa dengan ujian itu, Allah ingin melihat tingkatan kesabaran dan keimanannya. Ia yakin bahwa dengan keadaan itu, Allah menghendaki hatinya menjadi luruh dan pasrah kepada-Nya. Atau, boleh jadi melalui ujian itu, Allah menghendaki dirinya untuk lebih banyak lagi berdoa sehingga ia lebih dekat lagi dengan-Nya melalui doa-doanya. " (Shaidul Khatir, 375). Begitulah nasihat dari Ibnul Jauzi.
Jangan pernah berhenti untuk selalu berusaha ikhlas dan tawadhu mengumpulkan butiran-butiran amal dalam setiap fase hidup, karena kelak ia yang akan menjadi kawan kita ketika menemui Rabb Semesta Alam...

Jangan pernah berhenti untuk selalu memohon pada-Nya kembali yang baik dan khusnul khatimah, karena akhir yang baik adalah muara dari kasih sayang Allah.
Ya..jangan pernah berhenti untuk selalu berikhtiar, berdoa dan bersabar dalam menjalani hidup sebagai hamba Allah.
Allahua`lambisshawaab...
Setitik hikmah dari samudera hikmah...
Wasanawati et yahoo dot com.
(dari situs eramuslim.com)
27 Jul 07 08:11 WIB
Bismillah...Hidup terus berjalan seiring dengan bertambahnya usia. Setiap dimensi kehidupan telah dan akan dilalui, yang kemudian akan bermuara pada kembalinya diri kepada Sang Pemilik Kehidupan.
Sedih, kesal, penat, bosan, marah, emosi dan sebagainya adalah sisi lain dari indahnya hidup. Ketika manusia mau menikmati kesenangan hidup, maka ia pun harus berani menghadapi sisi lain dari kehidupan.
Adalah fitrah manusia, ketika Allah memberinya ujian maka perasaan kesal, marah, emosi, mudah mengeluh muncul dalam diri. Semua manusia akan merasakan hal yang sama, yang membedakan adalah penyikapan terhadap ujian perasaan tersebut.
Ada, bahkan mungkin banyak yang menjadikan marah dan emosi sebagai masinis dalam dirinya, mempermainkan fluktuasi keimanan, sehingga akan berujung pada kesia-sian yang berkepanjangan dan kerugian yang banyak. Masalah tidak akan begitu saja berlalu dan selesai dengan emosi, marah dan keluhan. Disisi lain, tidak akan ada amalan yang di dapat ketika hal tersebut menguasai diri. Jadi 2 kerugian yang akan di peroleh, masalah yang semakin rumit dan energi yang terbuang, tidak menjadi amal.
Namun tidak sedikit yang menjadikan sabar dan syukur sebagai qawwan dalam dirinya dan menguasai ruhnya. Ia berusaha bersabar dan mencoba untuk terus bersabar dalam menunaikan amanah ujian dari Allah, hingga akhirnya ia akan mencapai pada titik klimaks kemenangan. Ya... Hakikatnya, ujian adalah amanah yang harus tertunaikan dan buahnya adalah kemenangan.
Hidup memang tidak mudah, tetapi kemudahan dapat di hidupkan. Kepenatan, kemarahan, turunnya kualitas ibadah dan kegersangan ruhiyah adalah titik klimaks dari kelalaian seorang hamba dalam menjalani ujian hidup. Matikan kelalaian itu dengan hati yang hidup dalam mewujudkan kemudahan hidup.
Berhentilah sejenak saudaraku... Berhentilah di sini...
Berhentilah di terminal ruhiyah, agar hati damai dan tenang terasa hingga tulang sum-sum.
Jangan pernah berhenti saudaraku... Untuk selalu dalam keistiqamahan.
Jangan pernah berhenti, untuk selalu bermunjat pada-Nya ketika kegalauan dan kepenatan hati telah menguasai diri...
Jangan pernah berhenti, untuk selalu memohon dan meminta pada-Nya ketika cita-cita telah sirna namun asa masih menggunung...
Jangan pernah berhenti, untuk selalu memupuk semangat dan keoptimisan ketika hati mulai rapuh dan patah, sampai Allah memberikan kemenangan.
Jangan pernah berhenti saudaraku... Untuk selalu melantunkan bait-bait doa meskipun di kantor, jalan, sekolah, kampus, pasar, kendaraan, kereta, pesawat....dan di hati ini... Allah Maha Mendengar bisikan hati...
"Iman seorang mukmin akan tampak di saat ia menghadapi ujian. Di saat ia totalitas dalam berdoa, tapi ia belum melihat pengaruh apapun dari doanya. Ketika, ia tetap tidak merubah keinginan dan harapannya, meski sebab-sebab putus asa semakin kuat. Itu semua dilakukan seseorang karena keyakinannya bahwa hanya Allah saja yang paling tahu apa yang lebih maslahat bagi dirinya. Ia yakin bahwa dengan ujian itu, Allah ingin melihat tingkatan kesabaran dan keimanannya. Ia yakin bahwa dengan keadaan itu, Allah menghendaki hatinya menjadi luruh dan pasrah kepada-Nya. Atau, boleh jadi melalui ujian itu, Allah menghendaki dirinya untuk lebih banyak lagi berdoa sehingga ia lebih dekat lagi dengan-Nya melalui doa-doanya. " (Shaidul Khatir, 375). Begitulah nasihat dari Ibnul Jauzi.
Jangan pernah berhenti untuk selalu berusaha ikhlas dan tawadhu mengumpulkan butiran-butiran amal dalam setiap fase hidup, karena kelak ia yang akan menjadi kawan kita ketika menemui Rabb Semesta Alam...

Jangan pernah berhenti untuk selalu memohon pada-Nya kembali yang baik dan khusnul khatimah, karena akhir yang baik adalah muara dari kasih sayang Allah.
Ya..jangan pernah berhenti untuk selalu berikhtiar, berdoa dan bersabar dalam menjalani hidup sebagai hamba Allah.
Allahua`lambisshawaab...
Setitik hikmah dari samudera hikmah...
Wasanawati et yahoo dot com.
Hari Tanpa Matahari
buat para pekerja, berangkat pagi-pagi sekali dan pulang malam-malam sekali adalah suatu hal yang biasa.dan saking pagi-pagi sekalinya, matahari terbit sampai tidak pernah mereka lihat. Pun ketika pulang dari tempat kerja. matahari terbenam tidak pernah mereka saksikan.
dikantor? sama saja, wong tempat kerjanya di gedung, ditutupin sekat2, di dalam raungan-ruangan, yang penerangannya harus pake lampu dan seharian gordennya ga pernah di buka.
kecuali yang pergi kelapangan kali ya...
makanya mereka manusia yang tidak pernah melihat matahari.
Thursday, July 26, 2007
my family
kekuatan ruh
Waktu itu rasul dan para sahabatnya lagi memang seru-serunya berdakwah dan meyebarkan agama islam. dan yang bikin lebih seru ada dua perang yang saat itu rasulullah dan para sahabatnya lakukan, dimana keduanya merupakan perang yang dahsyat dan menegangkan.
kedua perang itu menjadi lebih menarik karena kontras sekali hasil yang di dapatkan rasul dan sahabat. satu perang yang pertama di menangkan oleh umat islam (rasul dan sahabatnya) sedangkan perang kedua rasul dan sahabat mengalami kekalahan.
Perang Pertama : Perang Badar
Dahsyat, padahal waktu itu rasul dan sahabatnya cuma kurang dari 300 orang pasukan, sementara kaum musyrik saat itu berkumpul mengepung menjadi satu dan jumlahnya hampir 3000 orang pasukan. Tapi rasul dan sahabatnya bisa menang !
Perang kedua : Perang Uhud
Dahsyat, saat itu pasukan rasulullah dah sebegitu besar dan lengkapnya, bahkan sampai punya pasukan pengintai dan pemanah yang jago-jago. Tapi aneh rasul dan sahabatnya di kalahkan...
Dan sirah (sejarah) serta atas kekuasaan Allah menunjukkan bahwa ternyata kekuatan hati, kekutan berjuang menjaga diri dari nafsu yang tidak baik, kekuatan niat yang baik, adalah kunci dari perbedaan hasil kedua perang tersebut.
Perang Badar :
sampe ada cerita : "ya Allah klo saja kami kaum muslimin kalah dalam perang ini, maka gak ada lagi nama Mu dan nama agama Mu (Islam) akan disebut dan tumbuh di dunia ini..." (hadist nya rasul).
dahsyat ucapan rasul di atas menunjukan betapa pengharapan dan penyerahan dari kaum muslimin yang begitu besar kepada Allah. ya, Hanya Allah tujuan...
jadi rasul dan para sahabatnya mendapatkan kemenangn, meskipun seorang harus menghadapi 10 orang....
Perang Uhud :
Kemilau harta rampasan perang membuat para pasukan pemanah yang harusnya gak turun dari bukit, malah ikut turun dan membuat pasukan kaum muslimin hilang kesatuan, hingga kalahlah kaum muslimin...
jadi klo dibandingin. ruh sahabat waktu oerng oertama masih kuat sehingga menang , ee pas perang kedua mereka malah membelot, mengambil dan lebih cinta ma dunia, sehingga kalahlah mereka...
kedua perang itu menjadi lebih menarik karena kontras sekali hasil yang di dapatkan rasul dan sahabat. satu perang yang pertama di menangkan oleh umat islam (rasul dan sahabatnya) sedangkan perang kedua rasul dan sahabat mengalami kekalahan.
Perang Pertama : Perang Badar
Dahsyat, padahal waktu itu rasul dan sahabatnya cuma kurang dari 300 orang pasukan, sementara kaum musyrik saat itu berkumpul mengepung menjadi satu dan jumlahnya hampir 3000 orang pasukan. Tapi rasul dan sahabatnya bisa menang !
Perang kedua : Perang Uhud
Dahsyat, saat itu pasukan rasulullah dah sebegitu besar dan lengkapnya, bahkan sampai punya pasukan pengintai dan pemanah yang jago-jago. Tapi aneh rasul dan sahabatnya di kalahkan...
Dan sirah (sejarah) serta atas kekuasaan Allah menunjukkan bahwa ternyata kekuatan hati, kekutan berjuang menjaga diri dari nafsu yang tidak baik, kekuatan niat yang baik, adalah kunci dari perbedaan hasil kedua perang tersebut.
Perang Badar :
sampe ada cerita : "ya Allah klo saja kami kaum muslimin kalah dalam perang ini, maka gak ada lagi nama Mu dan nama agama Mu (Islam) akan disebut dan tumbuh di dunia ini..." (hadist nya rasul).
dahsyat ucapan rasul di atas menunjukan betapa pengharapan dan penyerahan dari kaum muslimin yang begitu besar kepada Allah. ya, Hanya Allah tujuan...
jadi rasul dan para sahabatnya mendapatkan kemenangn, meskipun seorang harus menghadapi 10 orang....
Perang Uhud :
Kemilau harta rampasan perang membuat para pasukan pemanah yang harusnya gak turun dari bukit, malah ikut turun dan membuat pasukan kaum muslimin hilang kesatuan, hingga kalahlah kaum muslimin...
jadi klo dibandingin. ruh sahabat waktu oerng oertama masih kuat sehingga menang , ee pas perang kedua mereka malah membelot, mengambil dan lebih cinta ma dunia, sehingga kalahlah mereka...
Subscribe to:
Posts (Atom)
