Wednesday, August 1, 2007

Tidak Mudah marah

Dari Abu Hurairah ra, bahwa ada seorang laki-laki berkata kepada Nabi saw :
"Berilah wasiat kepadaku". Sabda Nabi saw :
"Janganlah engkau mudah marah". Maka diulanginya permintaan itu beberapa kali. sabda beliau :
"Janganlah engkau mudah marah"

Nabi Muhammad saw memuji orang yang dapat mengendalikan hawa nafsunya ketika marah. sabda beliau :
"Bukanlah dikatakan orang yang kuat karena dapat membanting lawannya, tetapi orang yang kuat ialah orang yang mampu menendalikan hawa nafsunya diwaktu marah ".

Allah juga memuji orang yang dapat mengendalikan hawa nafsunya ketika marah dan suka memberi maaf kepada orang lain. diriwayatkan dari nabi saw. bahwa beliau bersabda :
"Barangsiapa menahan marahnya padahal ia sanggup untuk melampiaskannya, maka kelak Allah akan memanggilnya pada hari kiamat dihadapan semua makhluk, sehingga ia diberi hak memilih bidadari yang disukainya"

dalam hadist lain : "Marah itu dari setan"

Oleh karena itu, orang yang marah menyimpang dari keadaan normal, berkata yang bathil, berbuat yang tercela, menginginkan kedengkian, perseteruan dan perbuatan-perbuatan tercela. Semua itu adalah akibat dari rasa mara. Semoga Allah melindungi kita dari rasa marah. Tersebut pada Hadits Sulaiman bin Shard :
“Sesungguhnya mengucapkan ‘a’udzuubillaahi minasy syaithanirrajiim’ merupakan senjata yang paling kuat untuk menolak tipu daya setan ini."


(dari kitab syarah hadist arbaiin, oleh Ibnu Daqiqil 'Ied)

ya rabb tunjukan pada kami yang benar itu benar dan bantu kami melakukannya
rabb, tunjukan pada kami yang salah itu salah dan tolong kami agar terjauh dari kesalahan itu
ya rabb, terangi hati kami dengan cahaya hidayah Mu, seperti Matahari Mu yang menyinari bumi selama-lamanya

aamiin...

Bersabarlah (nasyid vol #1)

liriknya bagus, tapi gak hafal semuanya, hanya beberapa yang memang diinget banget. enak buat penyemangat diperjalanan :

Bersabarlah

bersabarlah wahai saudaraku
dalam menggapai cita
jalan yang kau tempuh sangat panjang
bertaburkan debu batu karang

yakinlah wahai saudaraku
kemenangan kan menjelang
hingga tiba saatnya mendatang
pastikan janji allah kan datang

pancang niatmu kuatkan langkahmu
yakinlah Allah kan bersamamu
siapkan diri tuju cita-cita suci
jadikan muslim sejati.

(lagunya iziz, dgn banyak perubahan)

Tuesday, July 31, 2007

Allah Maha Penutup

Subhanallah, ketika orang lain meledek kita, maka sesungguhnya itu hanya ledekan yang jauh lebih baik dari diri kita sesungguhnya. Allah menutup segala kesalahan kita, entah apa hikmahnya, karena sesungguhnya jika mungkin dosa kita diketahui oleh orang lain, maka sungguh, kita merasa diingatkan, tapi mungkin Allah punya rencana yang lain…

Rabbanaghfirlanaa, dzunuubanaa, wakaffir anna sayyiatina…watawaffanaa, ma’al abraar…
Ya rabb kami, ampunilah kami, ampuni segala kesalahan kami, dan tutuplah segala kesalahan kami, dan wafatkanlah kami, beserta orang-orang yang soleh….

Aamiin…
19 juni 2007

(kata) kerja

angkat
dorong
sapu
jalan
tarik mang
fikir
layani
ketik
print
tulis
baca
. . . .

mang banyak kata kerja, dan kerjaan memang banyak, lakukan apa aza yang penting halal. jangan pernah menyerah berhenti atau kalah, sampai Allah dah ga kuat rindu akan kita (dipanggil ma Dia) ....

Monday, July 30, 2007

senang dan susah

senang rasanya klo ketika baca rapot nilainya bagus-bagus
senang rasanya klo ketika pembagian hadiah kita dapat yang paling indah
senang rasanya klo ketika sore hari kita bisa berbuka puasa dengan nikmat
senang rasanya klo ketika dipanggil oleh allah kita lagi beribadah
senang rasanya klo ketika dibagikan buku catatan amal kebaikan kita lebih berat amal baiknya

tapi

susah rasanya menyadari bahwa kita harus mendapat nilai bagus dirapot
susah rasanya melakukan kompetisi dengan orang lain untuk mendapat hadiah yang paling indah
susah rasanya menjaga puasa kita agar memang betul-betul menahan (Shiam)
susah rasanya selalu menjaga niat ini untuk selalu meniatkan diri untuk meyerahkan diri ini hanya beribadah kepadanya
susah rasanya kita bertaubat dan sadar bahwa neraka itu memang hanya untuk orang-orang yang istiqomah.

rabb, jangan kau palingkan hati ini pada kesesatan setelah Kau berikan kami petunjuk
rabb, teguhkan hati ini dalam agama MU...
rabb, berikan kami kesabaran yang berlipat ganda...

Friday, July 27, 2007

Jangan Pernah Berhenti...

Oleh Ina Mahardhika
(dari situs eramuslim.com)

27 Jul 07 08:11 WIB



Bismillah...
Hidup terus berjalan seiring dengan bertambahnya usia. Setiap dimensi kehidupan telah dan akan dilalui, yang kemudian akan bermuara pada kembalinya diri kepada Sang Pemilik Kehidupan.



Sedih, kesal, penat, bosan, marah, emosi dan sebagainya adalah sisi lain dari indahnya hidup. Ketika manusia mau menikmati kesenangan hidup, maka ia pun harus berani menghadapi sisi lain dari kehidupan.



Adalah fitrah manusia, ketika Allah memberinya ujian maka perasaan kesal, marah, emosi, mudah mengeluh muncul dalam diri. Semua manusia akan merasakan hal yang sama, yang membedakan adalah penyikapan terhadap ujian perasaan tersebut.



Ada, bahkan mungkin banyak yang menjadikan marah dan emosi sebagai masinis dalam dirinya, mempermainkan fluktuasi keimanan, sehingga akan berujung pada kesia-sian yang berkepanjangan dan kerugian yang banyak. Masalah tidak akan begitu saja berlalu dan selesai dengan emosi, marah dan keluhan. Disisi lain, tidak akan ada amalan yang di dapat ketika hal tersebut menguasai diri. Jadi 2 kerugian yang akan di peroleh, masalah yang semakin rumit dan energi yang terbuang, tidak menjadi amal.



Namun tidak sedikit yang menjadikan sabar dan syukur sebagai qawwan dalam dirinya dan menguasai ruhnya. Ia berusaha bersabar dan mencoba untuk terus bersabar dalam menunaikan amanah ujian dari Allah, hingga akhirnya ia akan mencapai pada titik klimaks kemenangan. Ya... Hakikatnya, ujian adalah amanah yang harus tertunaikan dan buahnya adalah kemenangan.



Hidup memang tidak mudah, tetapi kemudahan dapat di hidupkan. Kepenatan, kemarahan, turunnya kualitas ibadah dan kegersangan ruhiyah adalah titik klimaks dari kelalaian seorang hamba dalam menjalani ujian hidup. Matikan kelalaian itu dengan hati yang hidup dalam mewujudkan kemudahan hidup.



Berhentilah sejenak saudaraku... Berhentilah di sini...
Berhentilah di terminal ruhiyah, agar hati damai dan tenang terasa hingga tulang sum-sum.
Jangan pernah berhenti saudaraku... Untuk selalu dalam keistiqamahan.
Jangan pernah berhenti, untuk selalu bermunjat pada-Nya ketika kegalauan dan kepenatan hati telah menguasai diri...
Jangan pernah berhenti, untuk selalu memohon dan meminta pada-Nya ketika cita-cita telah sirna namun asa masih menggunung...
Jangan pernah berhenti, untuk selalu memupuk semangat dan keoptimisan ketika hati mulai rapuh dan patah, sampai Allah memberikan kemenangan.
Jangan pernah berhenti saudaraku... Untuk selalu melantunkan bait-bait doa meskipun di kantor, jalan, sekolah, kampus, pasar, kendaraan, kereta, pesawat....dan di hati ini... Allah Maha Mendengar bisikan hati...



"Iman seorang mukmin akan tampak di saat ia menghadapi ujian. Di saat ia totalitas dalam berdoa, tapi ia belum melihat pengaruh apapun dari doanya. Ketika, ia tetap tidak merubah keinginan dan harapannya, meski sebab-sebab putus asa semakin kuat. Itu semua dilakukan seseorang karena keyakinannya bahwa hanya Allah saja yang paling tahu apa yang lebih maslahat bagi dirinya. Ia yakin bahwa dengan ujian itu, Allah ingin melihat tingkatan kesabaran dan keimanannya. Ia yakin bahwa dengan keadaan itu, Allah menghendaki hatinya menjadi luruh dan pasrah kepada-Nya. Atau, boleh jadi melalui ujian itu, Allah menghendaki dirinya untuk lebih banyak lagi berdoa sehingga ia lebih dekat lagi dengan-Nya melalui doa-doanya. " (Shaidul Khatir, 375). Begitulah nasihat dari Ibnul Jauzi.



Jangan pernah berhenti untuk selalu berusaha ikhlas dan tawadhu mengumpulkan butiran-butiran amal dalam setiap fase hidup, karena kelak ia yang akan menjadi kawan kita ketika menemui Rabb Semesta Alam...



Jangan pernah berhenti untuk selalu memohon pada-Nya kembali yang baik dan khusnul khatimah, karena akhir yang baik adalah muara dari kasih sayang Allah.



Ya..jangan pernah berhenti untuk selalu berikhtiar, berdoa dan bersabar dalam menjalani hidup sebagai hamba Allah.



Allahua`lambisshawaab...
Setitik hikmah dari samudera hikmah...

Wasanawati et yahoo dot com.

Hari Tanpa Matahari

buat para pekerja, berangkat pagi-pagi sekali dan pulang malam-malam sekali adalah suatu hal yang biasa.

dan saking pagi-pagi sekalinya, matahari terbit sampai tidak pernah mereka lihat. Pun ketika pulang dari tempat kerja. matahari terbenam tidak pernah mereka saksikan.

dikantor? sama saja, wong tempat kerjanya di gedung, ditutupin sekat2, di dalam raungan-ruangan, yang penerangannya harus pake lampu dan seharian gordennya ga pernah di buka.

kecuali yang pergi kelapangan kali ya...

makanya mereka manusia yang tidak pernah melihat matahari.

Thursday, July 26, 2007

my family


dari kiri ke kanan :
apa, mamah, ageung, aa, alit
raabbij 'alnii muqiimasshalatii...
ya allah jadikan keluarga kami ahli shalat dan bermunajat meminta hanya kepada MU...

kekuatan ruh

Waktu itu rasul dan para sahabatnya lagi memang seru-serunya berdakwah dan meyebarkan agama islam. dan yang bikin lebih seru ada dua perang yang saat itu rasulullah dan para sahabatnya lakukan, dimana keduanya merupakan perang yang dahsyat dan menegangkan.

kedua perang itu menjadi lebih menarik karena kontras sekali hasil yang di dapatkan rasul dan sahabat. satu perang yang pertama di menangkan oleh umat islam (rasul dan sahabatnya) sedangkan perang kedua rasul dan sahabat mengalami kekalahan.

Perang Pertama : Perang Badar

Dahsyat, padahal waktu itu rasul dan sahabatnya cuma kurang dari 300 orang pasukan, sementara kaum musyrik saat itu berkumpul mengepung menjadi satu dan jumlahnya hampir 3000 orang pasukan. Tapi rasul dan sahabatnya bisa menang !

Perang kedua : Perang Uhud

Dahsyat, saat itu pasukan rasulullah dah sebegitu besar dan lengkapnya, bahkan sampai punya pasukan pengintai dan pemanah yang jago-jago. Tapi aneh rasul dan sahabatnya di kalahkan...

Dan sirah (sejarah) serta atas kekuasaan Allah menunjukkan bahwa ternyata kekuatan hati, kekutan berjuang menjaga diri dari nafsu yang tidak baik, kekuatan niat yang baik, adalah kunci dari perbedaan hasil kedua perang tersebut.

Perang Badar :
sampe ada cerita : "ya Allah klo saja kami kaum muslimin kalah dalam perang ini, maka gak ada lagi nama Mu dan nama agama Mu (Islam) akan disebut dan tumbuh di dunia ini..." (hadist nya rasul).

dahsyat ucapan rasul di atas menunjukan betapa pengharapan dan penyerahan dari kaum muslimin yang begitu besar kepada Allah. ya, Hanya Allah tujuan...

jadi rasul dan para sahabatnya mendapatkan kemenangn, meskipun seorang harus menghadapi 10 orang....

Perang Uhud :
Kemilau harta rampasan perang membuat para pasukan pemanah yang harusnya gak turun dari bukit, malah ikut turun dan membuat pasukan kaum muslimin hilang kesatuan, hingga kalahlah kaum muslimin...

jadi klo dibandingin. ruh sahabat waktu oerng oertama masih kuat sehingga menang , ee pas perang kedua mereka malah membelot, mengambil dan lebih cinta ma dunia, sehingga kalahlah mereka...

Wednesday, July 25, 2007

berdakwah...

Klo ditanya apa itu dakwah, mungkin cerita ini akan saya sampaikan...

Hasan Al-Basri, seorang imam yang agung, salah seorang tabiin yang menimba ilmu dari para sahabat ra. Pada suatu hari ia duduk di rumahnya, tiba-tiba terdengarlah suara ramai di balik pintu. ketika ia keluar, ia menjumpai sekelompok budak dalam keadaan yang menyedihkan. Saat mereka melihatnya, mereka menjerit :

"Wahai imam, orang-orang telah melupakan ayat 'Bebaskanlah budak', dan tidak ada seorang di kota Basrah yang membebaskan budak-budak. Dimanakah fatwa para ulama' yang membekas di hati masyarakat?"

Beliau pun terharu akan permintaan mereka dan berjanji pada mereka bahwa ia akan berkhutbah di hadapan mayarakat menganjurkan mereka untuk membebaskan budak-budak.

Para hamba sahayapun keluar dalam keadaan gembira, setiap orang mengiming-ngiming dirinya akan merdeka. Berlalulah jum'at demi jum'at. Sedangkan Hasan Al-Basri tidak membahas tentang pembahasan budak-budak sebagaimana yang dianjurkan oleh islam, hingga para hamba sahaya itu berprasangka buruk padanya, dan berkata : "Beliau telah melupakan kita sebagaimana seluruh dunia telah melupakan kita."

Hingga tiba pada suatu jum'at, ketika mereka telah pergi kemasjid untuk shalat jum'at, tiada harapan apapun pada mereka, ternyata Imam Hasan Al-Basri berkhutbah yang mana tidaklah seseorang mendengarnya melainkan ia segera membebaskan budaknya, para budakpun berkumpul di pintu Hasan Al-basri mengucapkan terima kasih sambil disertai teguran L

"Jika memang demikian kemampuanmu wahai imam, mengapa engkau membiarkan kami di bawah belenggu perbudakan selama berminggu-minggu?!"

Beliau tersenyum dengan gembira atas orang-orang yang baru merdeka, dan beliau berkata dengan tenang sebelum pergi:

"Asalnya aku tidak memiliki seorang budak, maka aku menunggu sampai aku punya uang agar aku dapat membeli seorang budak, setelah tiba saatnya akupun membelinya dan ia tinggal bersamaku samoai jiwaku merasa puas akan keberadaannya, maka akupun membebaskannya. Ketika aku berkhutbah di hadapan masyarakat, ucapanku berdasarkan bukti perbuatan bukan sekedar ceramah saja."

***

dari buku Road to Succes (DR Akram Ridha)

Tuesday, July 24, 2007

sempit atau lapang

kenapa wajah pegawai klo tanggal muda beda ma tanggal tua. bukan cuma wajah, sifat juga sepertinya agak berbeda. belum survey ilmiah si, tapi setidaknya ini yang saya amati dari beberapa teman dikantor dan luar kantor (tapi sebenernya saya ngalamin juga sich...:)

padahal :

berangkatlah kamu dalam keadaan lapang maupun dalam keadaan sempit...

itu kata Allah dalam AlQuran.
Mang ayat tersebut ayat yang nyinggung tentang berperang si, tapi ada sedikit hikmahnya juga klo di kaitin ma wajah pegawai tersebut.
mo tanggal muda, mo tanggal tua, tetep tersenyum, tetep jadi dermawan dalam sikap maupun perasaan.

Kuncinya Infak

kata allah lagi dalam al-quran :
...yaitu orang-orang yang menafkahkan hartanya dalam keadaan berlebih maupun dalam keadaan kekurangan.... (al-imran 134)

karena berbagi itu gak pernah merugi. memberi untuk orang lain berarti memberi juga buat kita. berbagi membuat kita bisa melihat senyum teman kita dan teman kitapun akan mengajak kita tersenyum...